Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Remorse

Remorse

PLAAAK “Sakit bego!” Yunia mulai mengumpat dengan tangan yang mengusap bahu kanannya. “Ngumpat terooos!” Dengan ekspresi puas Nadya menjulurkan lidahnya sengaja. Masih dengan senyum manis, ia kembali menikmati penderitaan dari korban pukulannya itu. “Seneng amat mbak, kualat entar bahagia di atas penderitaan orang!”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai walk of shame
Baca
+Pustaka
TRAUMA

TRAUMA

"Kim Sara. Ingatlah nama itu baik-baik, juga setiap kata-kata mengerikan yang selalu kau ucapkan untukku." "Hiduplah dalam kubangan rasa bersalah, jangan pernah memaafkan dirimu sendiri, bencilah dirimu sebanyak kau membenci diriku. Ingatlah segala dosa yang telah kau perbuat, setiap saat, setiap hari, bahkan dalam mimpi sekalipun. Ingatlah, bahwa kau telah membuat hidup seseorang menjadi begitu hancur tak bersisa." ㅡ [TRAUMA]
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai walk of shame
Baca
+Pustaka
THE DEAD WALK

THE DEAD WALK

“Kita akan buat mereka pikir dua kali untuk datang lagi.” Kaela berjalan di depan pasukan. Wajahnya kaku. Mata tajam. Dendam tak menjadikannya lemah—justru sebaliknya, Kaela sekarang adalah versi terkuat dari dirinya yang pernah ada. Perjalanan ke markas lawan tidak mulus. Mereka harus melewati reruntuhan kota yang penuh dengan zombie yang berkeliaran di jalan-jalan kosong. Tapi kali ini, mereka tak menghindar.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai walk of shame
Baca
+Pustaka
ASHOLE

ASHOLE

Ia langsung menoleh dan mencari si pelaku yang sudah menghancurkan imajinasi yang telah ia susun tinggi dengan susah payah itu. "Maksud lo apa!" Rio marah. Ia mendorong secara kasar bahu seorang cowok yang berjalan melewatinya. "Maaf, Bang, gak sengaja. Lagian lo hampir ke tengah kalo ditabrak mobil entar meninggoy nyusahin gue doang diminta jadi saksi."
102.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai walk of shame
Baca
+Pustaka

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Setiap kali mendengar ungkapan 'what a shame', rasanya ada lapisan emosi di dalamnya. Ungkapan ini sering digunakan untuk mengekspresikan kekecewaan atau kesedihan terhadap suatu situasi, dan bisa bersifat ringan sampai cukup dalam. Misalnya, ketika ada seseorang yang populer di sekolah tapi harus pindah, mendengar teman-temannya mengucapkan 'what a shame' menandakan bahwa mereka merasakan kehilangan. Ini bukan hanya tentang situasi yang buruk, tetapi juga tentang hubungan yang terjalin di antara orang-orang tersebut.

Saat saya melihat acara seperti 'Your Lie in April', ungkapan ini muncul kembali terulang-ulang saat karakter merasakan kehilangan dan peluang yang terlewat. Di satu sisi, ada rasa dikhianati oleh nasib, sedangkan di sisi lain, ada keinginan untuk melihat lebih dalam ke makna dari setiap momen. Saat kita berkata 'what a shame', kita seolah mengizinkan diri kita untuk merasakan empati, mengingatkan kita akan semua hal yang tidak bisa kita kendalikan dalam hidup ini dan pentingnya menghargai setiap saat yang kita miliki.

Penyampaian ini bisa sangat bervariasi tergantung konteksnya. Dalam percakapan santai, bisa jadi hanya sekadar ungkapan kejengkelan ringan. Namun saat berbicara tentang kehilangan atau kesempatan yang terlewat, itu menjadi lebih berat, melambangkan penyesalan yang dalam. Mengamati bagaimana ungkapan ini terungkap dalam peristiwa nyata merasa menyentuh, seolah-olah kita semua berada dalam perjalanan yang penuh dengan keindahan dan kesedihan yang terjalin.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status