Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

PENDEKAR TERAKHIR TANAH JAWA

tanya Bhre Wiraguna. “Hmm, kalau dilihat bahannya, dia akan membuat Klaka wagalan,” jawab Adijaya. “Klaka wagalan, apa itu?” tanya Bhre Wiraguna penasaran. “Hmm, apa ya, lebih mudahnya adalah ikan kuah bumbu kuning!” jawab Adijaya. “Hmm, tampaknya lezat,” kata Bhre Wiraguna sambil memperhatikan Sanjaya yang sedang memasak.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 405 kali sebagai wayang golek sunda
Baca
+Pustaka
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

“Sekarang masih ada yang nonton wayang golek?” "Ada dong, Pak,” jawab Nawang antusias. “Biasanya di saung atau teater khusus wayang di Jawa Barat. Kadang juga di Museum Wayang Jakarta. Kalau sedang tidak bisa datang langsung, kami biasanya menonton lewat live streaming di YouTube, atau mencari jadwal pertunjukan di acara adat dan festival budaya.” Pak Bambang tersenyum lebar. Matanya berbinar.
1019.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai wayang golek sunda
Baca
+Pustaka
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

"Kau tahu dari mana tempat ini?" Suaranya yang selalu menyentak ini membuat Ayu Citra meringis. Walaupun begitu dia jadi penasaran seperti apa orang yang dipanggil Eyang Gading Wulung ini? "Dari Raden Pamanah Rasa yang sekarang sudah menjadi Maharaja Sunda-Galuh yang bergelar Sri Baduga Maharaja atau Prabu Jayadewata atau Prabu Siliwangi," "Siliwangi?"
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai wayang golek sunda
Baca
+Pustaka
KSATRIA TIGA JAMAN

KSATRIA TIGA JAMAN

Wirota bisa memastikan anak Wijaya itu tidak akan memberikan kemajuan apapun bagi Majapahit. Arya Wiraraja telah mengijinkan Wirota mencari keberadaan harta karun itu bersama Macan Garung. Maka pagi itu mereka berangkat naik kapal bersama kedua abdi mereka yang merupakan prajurit telik sandi Keta yang bernama Blandhong dan Glempo. Mereka menyamar sebagai pedagang rempah-rempah dari Jawa. Tidak banyak orang yang dibawa karena mereka tidak ingin dianggap menyerang kerajaan Sunda.
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 906 kali sebagai wayang golek sunda
Baca
+Pustaka
SERULING SAKTI SANG NAGA

SERULING SAKTI SANG NAGA

tukang perahu itu terhenti sejenak, menarik napas berat sebelum melanjutkan. “Mereka dihukum mati dengan ditenggelamkan dalam kondisi seluruh tubuh terikat di danau ini. Wu si pandai besi berhasil selamat karena dewa air menolongnya dengan mengirimkan ikan-ikan menggigit putus tali pengikatnya. Tetapi sayang, istri dan dua anaknya yang masih kecil-kecil tak dapat diselamatkan. Wu akhirnya menyembunyikan diri di suatu Bukit, merencanakan balas dendam dengan menciptakan Golok Pembunuh Naga untuk menandingi seruling sakti buatan Dewa Naga Ying Long. Dewa Air memberikan kekuatan sihir pada golok yang dibuat Wu agar memiliki kekuatan dewa yang sama.”
9.529.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 999 kali sebagai wayang golek sunda
Baca
+Pustaka
DARI BABU JADI MADU (Semua bukan keinginanku)

DARI BABU JADI MADU (Semua bukan keinginanku)

Setelah selesai salat, suasana masih terlihat remang-remang, hawa dingin terasa menembus kulit. "Dik, kita ke gua yuk?" kataku, tiba-tiba aku merasakan rindu pada Gua Karang Bolong, yaitu salah satu obyek pariwisata di daerah kami. Gua tersebut, terletak di Laut Selatan. Tepatnya di Desa Suwuk, Kecamatan Puring, Kebumen. Di gua tersebut, sangat terkenal dengan sarang Burung Walet-nya. Sesaat Dewi ragu, dia mengernyitkan dahi, mungkin dia takut, karena hari masih gelap.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai wayang golek sunda
Baca
+Pustaka
Pendekar Golok Naga Biru

Pendekar Golok Naga Biru

Perintah orang itu yang bernama Segara. Dia ingin memancing pemilik Golok Naga Biru yang asli datang ke wilayah selatan. Padahal sampai saat ini Golok Naga Biru masih tertancap kokoh didalam goa di Gunung Bukit Tunggul. Sementara didasar lembah sebuah bayangan hitam berkelebat dari pohon ke pohon. memakai baju ringkas berwarna hitam , bertopeng naga hitam dengan golok di punggungnya. Matanya yang tajam mengawasi sekitar ketika dia berhenti disalah satu pohon yang berdaun cukup rindang.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai wayang golek sunda
Baca
+Pustaka
Rayuan Maut Para Tetanggaku

Rayuan Maut Para Tetanggaku

Bu Sarah mengarahkan Pak Andi ke sebuah rumah makan Sunda yang tersohor, Saung Ranggon namanya. Bangunan utamanya terbuat dari bambu dan kayu jati tua, atapnya berupa anyaman ijuk yang masih meneteskan air hujan. Dari teras belakang, pemandangan membentang luas: hamparan sawah hijau basah, bukit-bukit hijau gelap yang diselimuti kabut tipis, dan di kejauhan Gunung Tangkuban Perahu menjulang megah dengan uap putih yang sesekali mengepul dari kawahnya.
1082.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai wayang golek sunda
Baca
+Pustaka
Pembalasan Istri yang Tak Diinginkan

Pembalasan Istri yang Tak Diinginkan

Matanya tak berhenti menatap tubuh bongsor Sasmita. “Iya, Wak.” Laki-laki berkumis tebal itu manggut-mangut. Ia tersenyum menyeringai sambil mengunyah pisang goreng. *** Ngersula= mengeluh Gedek= anyaman bilah-bilah bambu Pakiwan= bilik mandi Genuk= wadah air dari tanah liat (gerabah) Pawon= dapur Dingklek kayu= Bangku pendek untuk duduk
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai wayang golek sunda
Baca
+Pustaka
Siluet Cinta Olive

Siluet Cinta Olive

Tempat ngolesnya persis sama di tempat pemasangan susuk. Ada juga yang pegangannya jimat rajah, bahkan jimat jenglot. Ada yang merapal jampe asihan pelet Sunda Banten, asihan Sibolokotomo. Ada juga yang rajin ritual ruwat mandi kembang tujuh rupa pada bulan purnama di pantai selatan, biar badan mereka wangi dan laris pembeli. Semua mereka punya guru spiritual alias dukun, yang kudu rajin digelontor uang secara periodik, tiap berapa bulan sekali. Entah semacam komisi penjualan atau sesederhana uang pengikat tali asih “Namanya juga dukun, ada duit ya rukun,’’tambah Widya sambil tertawa lebar.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai wayang golek sunda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status