Kuli Gagah Spesialis
"Coba kamu bayangkan, May. Dokter Sisca itu elegan, berpendidikan tinggi, dan sangat paham urusan bisnis. Serasi banget rasanya kalau wanita seperti dia disandingkan dengan Wildan untuk membangun kerajaan bisnis."
Maya menelan ludah dengan susah payah. Kata-kata Wulan membuat dadanya terasa sangat sesak. Hatinya seperti ditusuk oleh ribuan jarum yang tidak kasatmata.
"Lagi pula," lanjut Wulan, menatap langsung ke arah mata Maya. "Kamu kan selalu bilang kalau kamu sangat membenci Wildan. Kamu terus-terusan mengusir dia dari kamar dan bilang nggak mau lagi sama dia. Jadi, kalau Wildan akhirnya lelah dan mencari wanita lain yang lebih sepadan buat menemaninya, kamu nggak bakal keberatan, kan?"