Menuju Matahari
Wiwien Wintartojaka sembung bawa goloknovel lelaki tak terlihat kayamodel golok kerenrambut pendek lelaki
“Ya. Karena kita harus mampir dulu ke suatu tempat, sebelum menuju Pasir.”
“Ke mana?”
“Gunung Wijil, ke Padepokan Perguruan Pedang Matahari. Akan ada pertemuan para tetua terpenting rimba persilatan di sana. Aku harus ikut untuk mendekatkan diri dengan mereka sebelum resmi menjadi Sultan Pasir suatu hari nanti. Lagipula, kau nanti bisa bertemu lagi dengan sahabatmu itu, si Wisnumurti. Dia akan hadir di sana juga, kan?”