Diary Yang Basah
Ranny kembali bertanya.
Tok-tok-tok! pintu di ketuk dari luar.
“Bisa ganggu sebentar, Bu Relly?“ seraut wajah bertanya
“Oh iya, masuk Pak Pinto,“ pinta ibu Relly saat membukakan pintu.
“Data riset dari Papua, Sudah beres, baru saja saya koding dan sudah kirim via email barusan, Tinggal tunggu analisis Ibu. Maaf, lama,” nada permohonan maaf terselip dalam intonasinya.
Hot Chapters