Terjerat Pesona Papa Temanku
“Udah, sana berangkat. Papa pasti udah nungguin di bawah.”
Yara meraih tasnya, lalu mematut diri di depan cermin. Blus putihnya rapi, rok span selutut itu menonjolkan kaki jenjangnya, rambutnya tergulung rapi. “Aku cantik, kan?”
“Cantik banget. Sekalian bikin orang gagal fokus,” jawab Arunika setengah mengantuk sambil rebahan. “Jangan lupa tutup pintu, ya.”