Belenggu Cinta
Selina ikut senang, tapi diam-diam dia meremat jemarinya sendiri sambil berdoa di dalam hati semoga pria tua itu tidak menanyakan siapa pelaku yang telah mengambil sepeda motornya.
“Bolehkah saya membawanya pulang, Mas?” tanya pria itu kepada Angga, tangannya gemetar.
“Silakan,” jawab Angga.
“Makasih, Mas, makasih.” Saking senangnya, pria tua itu sampai berlutut dan menangis di hadapan Angga. Angga hanya mengangguk. Tanpa disuruh, Dion langsung memasang bendera ungu bersulam celurit emas di sepeda motor pria itu supaya ke depannya tidak dibegal lagi. Setelah semua selesai dan hanya tinggal pergi, pria itu tiba-tiba bertanya, “Kalau boleh tahu, siapa, ya, Mas, yang begal anak saya?”
Hot Chapters