Hamil di Malam Pertama
Ustaz paruh baya itu menatap sekilas Yuta.
“Terima kasih, Ustaz, sudah mau menerima saya di Pesantren ini.” Yuta merasa lega, di akhir hayat hidupnya ia mendapatkan hidayah walau lewat sakit yang Allah titipkan di tubuhnya itu.
“Hmm ... mulai hari ini, kamu harus berpakaian seperti santri lainnya yaitu dengan sarung dan baju koko serta peci. Kamu kini sudah kembali menjadi Prayuta, seorang laki-laki dan bukan wanita lagi.”