Sungguh Nikmat Jadi Tabib Desa!
Saat Yuna mulai khawatir, dia mendongak dan melihat Dhana berbalik dengan anggun dan kembali ke sisinya sambil tersenyum cerita.
"Dhana, kamu membuatku takut setengah mati."
Dhana mengusap bahu Yuna, senyumnya tetap tersungging.
"Aku bukan orang gegabah. Nikmati saja pertunjukannya. Ayo keluarkan ponsel untuk merekam."
Dhana mengeluarkan ponsel dari sakunya.
Yuna ragu-ragu, mengambil ponselnya dengan tangan gemetar.
Dhana bersiap merekam, mengganti mantra membekukan pada Dimas dengan mantra hipnosis.