FAUZIAH AZZAHRA
ajak Yana.
“Emang kita main apa, dek?” Azizah mencubit gemas pipi gembul adiknya. Dia sangat menyayangi Yana, cintanya pada bocah itu tak terhingga. Sama halnya dengan kedua kakaknya yang diseberang sana. Akan tetapi, mereka tak peduli pada sosok Azizah. Kedua kakak remaja itu selalu saja menghindari panggilan telpon Azizah, seolah menghindari adiknya itu. Entah karena kabar fitnah dulu sudah sampai ke telinga mereka, atau memang ada motif lainnya. Entahlah, Azizah juga tak pernah tahu mengapa dua saudaranya itu tak pernah mau menjawab panggilannya.
“Kita main karet aja, yuk? Kakak disebelah sana, dan aku disini,” kata Yana, memberi interupsi pada Azizah.