Setelah Malam Pertama
“Sorry, nama saya Aya. Jika Bapak ada keperluan, mungkin bisa dengan teman saya, Tyas. Setidaknya membuat Anda lebih nyaman.”
“Pulang, Nak.” Suara bergetar Abdullah tidak membuat hati Zhia luluh, sudah cukup ia berbesar hati untuk menerima amarah ayahnya.
“Sekali lagi, nama saya Aya. Mungkin Bapak salah lihat, tadi di dalam juga anak buah Bapak bilang, saya begitu mirip dengan anak Bapak. Mungkin yang di hadapan Bapak hanya fisiknya, namun sejujurnya jiwanya sudah mati. Zhia sudah mati bersama dengan kepergiannya dari rumah. Jadi, saya harap tidak ada drama apapun lagi setelah ini, permisi dan selamat malam.”
Hot Chapters