author-banner
Aamz Kyure
Aamz Kyure
Author

Novels by Aamz Kyure

Menolak Ditindas Keluarga Suami

Menolak Ditindas Keluarga Suami

Rumah tangga Ajeng dan Haekal yang awalnya begitu damai seketika berubah drastis kala ibu dan adik Haekal pindah ke rumah mereka. Enam bulan lamanya, Ajeng begitu sabar dengan kelakuan keluarga suaminya. Hampir setiap hari Ajeng mendapatkan tekanan, hingga perempuan itu pun akhirnya memutuskan untuk melawan.
อ่าน
Chapter: Chapter 13
Demi agar tetap waras, Ajeng tidak perlu ambil hati. Ajeng mulai duduk dan sarapan bersama dengan suaminya, masabodo Juwita mogok makan.“Mama selalu seperti itu.” Haekal tidak bisa membuat Juwita berubah, itu bukan hal yang mudah.“Maaf kalau kamu selalu nggak nyaman dengan sikap Mama.” Haekal mengusap sebentar kepala Ajeng.“Nggak masalah.” Ajeng tersenyum seolah itu bukan apa-apa. “Kita mulai makan sekarang?”“Ya.” Sepanjang sarapan fokus mata Haekal lebih banyak tertuju pada Ajeng.Sebenarnya Haekal sangat ingin Juwita dan Nilam akur dengan Ajeng, tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda mereka akan akur.Terlebih saat kelakuan buruk Nilam akhirnya terbongkar dan perempuan itu malah bicara sembarangan tentang Ajeng.“Kalau kamu bosan di rumah kamu bisa pergi jalan-jalan.” Haekal tidak pernah memaksa Ajeng melakukan apapun.Haekal hanya memastikan Ajeng menjalani hari-harinya dengan bahagia. “Atau mungkin kamu butuh sesuatu?”“Sesuatu seperti apa?” tanya Ajeng.“Apapun, yang memb
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-03
Chapter: Chapter 12
Haekal merasa marah sekaligus kecewa, adik perempuan satu-satunya diam-diam melakukan hal kotor seperti itu di luaran sana.“Lihat ini.” Haekal menunjukkan beberapa video dimana para pria yang berbeda mengaku telah melakukan hal seperti itu dengan Nilam.“Kamu udah gila?! Hah?!” sentak Haekal.“Bagus kalau akhirnya Abang udah tahu.” Kedepannya Nilam tidak perlu lagi menutupi hal itu.“Apa yang kamu bicarakan?” Juwita memukul lengan Nilam dengan agak keras.Bukannya langsung minta maaf dan memasang ekspresi semenyesal mungkin, Nilam justru malah terlihat kelewat santai seolah itu bukan apa-apa.Sementara salah satu tangan Haekal perlahan mengepal, entah siapa yang harus disalahkan dalam hal ini. Yang jelas kalakuan Nilam tidak bisa dibenarkan.“Kamu merasa biasa aja setelah melakukan hal kotor itu?” tanya Haekal.“Banyak perempuan di luaran sana yang melakukan hal seperti itu,” balas Nilam dengan entengnya.Plak!“Diam kamu!” Juwita menunjuk Nilam setelah melayangkan tamparan pada Nila
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-03-02
Chapter: Chapter 11
Meskipun Randy adalah CEO dan jabatannya lebih tinggi dari Haekal, Randy tidak bisa mengatur Haekal semaunya di luar pekerjaan. “Istri saya udah nunggu di rumah, bagian mana yang nggak Pak Randy paham?” tekan Haekal dengan suara rendah. “Saya bukannya berniat memaksa Pak Haekal–” “Saya pulang.” Haekal dengan cepat memotong ucapan Randy, setelah itu Haekal pergi begitu saja. Indah pun menghampiri Randy. “Gagal? Rasanya jadi kerabat Mr. Aj seolah bukan apa-apa untuknya.” Randy masih menunjuk Haekal, dalam sekejap Randy kehilangan kata-kata. Haekal sangat keras kepala dan tidak mudah diatur. Padahal kalau Haekal dekat dengan Indah, Haekal juga yang akan mendapatkan keuntungan. Begitulah yang dipikirkan oleh Randy. “Kenapa rasanya seperti dia yang bosnya?” Randy masih tidak bisa menerimanya. “Udahlah.” “Percuma juga kamu mendekati pria seperti Pak Haekal,” lanjut Randy, dilihat-lihat pun Haekal tidak mudah tergoda dengan perempuan lain. “Apa mungkin dia sengaja jual mahal biar aku
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-02-04
Chapter: Chapter 10
Nilam ketahuan untuk yang kedua kalinya, tapi kali ini Juwita terlihat marah dan tidak bisa lagi memikirkan hal positif seperti yang sebelumnya.‘Sial, apa lagi ini?’ Entah kenapa hidup Nilam sangat tidak tenang.“Sini kamu.” Juwita menarik kasar tangan Nilam. “Kamu udah gila?”“Ada apa ini?” Pria tua yang bersama Nilam pun mengeluarkan suara. “Jangan ikut campur! Pergi sana!” Juwita langsung mengusir pria itu, pria tersebut bahkan jauh lebih tua darinya.“Saya sudah membuat janji dengannya.” Pria itu menarik lengan Nilam yang satunya lagi. “Dan saya sudah membayar uang muka, dia tentu harus melakukan pekerjaannya.”Darah Juwita seketika mendidih, pantas saja hampir setengah tahun Nilam mencari pekerjaan dan perempuan itu tak kunjung mendapatkannya.Itu adalah hal yang tidak masuk akal, tapi dengan bodohnya Juwita samasekali tidak pernah curiga alasan Nilam tidak kunjung mendapatkan pekerjaan.“Apa Mama bisa pulang?” Nilam tidak mungkin meninggalkan kliennya begitu saja. “Nanti kita
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-02-02
Chapter: Chapter 09
Ajeng mendengus lucu, perempuan yang tiba-tiba datang itu terlihat sok ramah. Dan yang jelas dia kelihatannya sedang mengincar Haekal.“Aku bekerja sebagai sekretaris CEO, senang bisa mengenal kakak kamu.” Ajeng masih mempertahankan senyumnya.“Tapi dia bukan kakakku, dia suamiku,” tekan Ajeng, biarkan saja Indah merasa malu.Indah tertawa pelan. “Banyak adik yang melakukan hal seperti itu, biar nggak ada perempuan yang mendekati kakaknya.”“Sepertinya kamu tipe adik yang takut kakaknya punya pacar karena perhatiannya pasti akan terbagi,” lanjut Indah.Ekspresi Ajeng terlihat nyinyir, tidakkah mata Indah melihat cincin pernikahan yang tersemat di jari manis Ajeng? Indah punya muka yang sangat tebal.“Dia benar-benar istri saya.” Haekal menatap dingin Indah.“Kamu sangat memanjakan adik kamu.” Indah masih tidak mempercayainya.“Apa kita berdua harus bercium*n dulu di depan kamu biar kamu percaya?” sarkas Ajeng.“Hah? Kalian–”“Kamu bisa pergi? Saya ingin makan malam bersama dengan istr
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-26
Chapter: Chapter 08
Ajeng berdecih pelan, beginilah nasib punya ibu mertua dan adik ipar yang jauh dari kata idaman. Kalau tidak kuat mental, jelas tertekan.“Kamu nggak usah belain orang yang udah jahat sama kamu.” Juwita menyingkirkan pelan tangan Nilam.“Hm.” Ajeng mengangguk santai. “Nggak usah lah kamu bela-bela aku.”“Lihat sendiri kan kelakuan dia.” Juwita menatap Ajeng dengan ekspresi yang kelewat geram.“Maaa udahlah, nggak usah dilanjut–”“Udahlah apa? Nggak usah udah-udah, cepat cerita. Atau perlu aku wakilin? Lama deh.” Ajeng memotong ucapan Nilam.Haekal hanya bisa menatap mereka dengan ekspresi bingung, pria itu mencoba memahami apa yang sedang mereka bicarakan.“Cerita soal apa?” Haekal akhirnya mengeluarkan suara.“Itu istri kamu, dia sewa pria tua buat melakukan hal yang nggak-nggak ke Nilam,” celetuk Juwita.“Nggak perlu terlalu dipikirin ucapan Mama, aku udah maafin Mbak Ajeng,” sahut Nilam.“Aku nggak perlu maaf darimu, orang kamu yang obral sana-sini kok malah aku yang disalahkan.” A
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-18
Berhenti Menawanku Tuan Mafia

Berhenti Menawanku Tuan Mafia

Mayra Claire, terbiasa hidup di bawah tekanan. Ibunya selalu menuntut uang demi menyekolahkan adik laki-lakinya. Mayra pun nekat bekerja sebagai pelayan di kediaman mewah milik Matthias Hayes. - Pada akhirnya, takdir membawa Mayra terjebak dalam hubungan rumit bersama majikannya sendiri. Namun perlahan, Mayra justru menyadari bahwa Matthias hanya melihatnya sebagai sosok wanita yang mirip dengan istrinya yang hilang lima tahun lalu.
อ่าน
Chapter: Bab 33
“Saya—” Mulut Mayra terbuka, namun tak ada satu pun penolakan yang berhasil terucap.Ruang kerja Matthias hening, hanya terdengar denting jarum jam dinding yang seolah menghitung mundur detik-detik kecemasan Mayra. Jantungnya berdegup begitu keras hingga ia takut Matthias bisa mendengarnya.“Buka beberapa kancing bajumu.” Suara Matthias rendah, hampir seperti gumaman, namun memiliki berat yang membuat udara di ruangan terasa menyusut.‎Mayra membeku, darahnya serasa membeku di urat nadi. “Tapi ini bukan hal yang pantas untuk dilakukan.”"Pantas atau tidak, aku yang menentukan aturan di kediaman ini." Tatapannya tajam namun tenang. "Bukan kau. Sekarang, lakukan.”Rasa malu dan ketakutan bercampur menjadi satu kepal panas di dada Mayra. Ia sangat ingin pergi meninggalkan tempat itu, namun kakinya seolah dipaku ke lantai. ‎Ia perlahan mengangkat tangan gemetar menuju deretan kancing bagian atas.Setiap sentuhan jari terasa sangat berat. Satu per satu, kancing itu terlepas. Membuka celah
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-11-05
Chapter: Bab 32
"H-hanya kesalahpahaman kecil, Tuan," jawab pelayan pertama dengan suara gemetar, tangannya bahkan tak sadar meremas ujung celemeknya karena gugup. Mayra menelan ludah dengan canggung saat tatapan Matthias jatuh padanya, jantung seakan berhenti berdetak sejenak. Ia buru-buru menyisir rambutnya dengan jari, dan merapikan kerutan di bajunya. Berharap tuannya tidak terlalu memperhatikan penampilannya yang kacau. "Aku paling tidak suka ada orang yang sok berkuasa di wilayahku." Tatapan tajam Matthias tertuju lurus pada kedua pelayan itu, membuat mereka menahan napas karena takut. Tanpa banyak bicara lagi, Matthias mengirim pesan kepada Elias. Memerintahkannya untuk segera datang. "Tuan, kami benar-benar tidak bermaksud melanggar peraturan di kediaman ini," ujar pelayan kedua dengan tergesa, suaranya terdengar cemas dan berusaha membela diri. "Siapa yang memberimu izin untuk bicara?" Pertanyaan dingin itu keluar begitu saja, dan tubuh pelayan kedua seketika menegang kaku di tempat
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-11-03
Chapter: Bab 31
Matthias terdiam sejenak, lalu menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas di meja. "Tidak ada.”Di mata orang lain, mungkin semuanya tampak biasa saja. Tapi bagi Mayra, ada sesuatu yang terasa berbeda, sesuatu yang tak mampu ia jelaskan dengan kata-kata. Semakin ia mencoba memahaminya, semakin ia justru merasa bingung dengan perasaannya sendiri."Soal kejadian di kedai tadi …" Kata-kata itu terhenti di bibir Mayra, ia tak sanggup melanjutkan ucapannya lebih jauh."Tidak ada yang perlu dibahas. Fokus saja pada pekerjaanmu." Matthias berbicara dengan nada datar, seakan hal itu sama sekali bukan urusan yang layak dibicarakan.Mayra menelan ludahnya kasar, rasa malu perlahan menyelimuti dirinya. Ternyata hanya ia yang membuat hal ini terasa rumit, sepertinya ia terlalu berpikir berlebihan. "Maaf, Tuan," ucap Mayra lirih sambil menurunkan pandangan,Beberapa detik terasa begitu panjang, hingga akhirnya tatapan Matthias jatuh pada Mayra. "Kenapa berdiri diam? Keluar dan kembali be
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-11-02
Chapter: Bab 30
"Kenapa kau diam saja? Ada hal yang sedang kau pikirkan?” Callan sedikit memiringkan kepala, menunggu Mayra berbicara, seakan tahu ada sesuatu yang sedang gadis itu simpan sendirian.Mayra buru-buru menggeleng dengan senyum yang ia usahakan terlihat tenang. "Tidak ada.”Mayra masih mencoba menenangkan hatinya. Perasaan aneh ini pasti hanya sementara, pikirnya. Tidak perlu dipikirkan terlalu dalam, nanti lama-lama juga akan lenyap begitu saja. Nyatanya, perasaan itu tak kunjung hilang."Bagaimana kalau setelah ini kita pergi ke suatu tempat?” Callan tampak antusias, pria itu seakan ingin menghibur Mayra."Maaf, aku tidak bisa.” Rasa bersalah perlahan menyelinap di hati Mayra, padahal seharusnya ia merasa senang dan bersemangat mendengar ajakan itu."Kenapa? Bosmu itu tidak mengizinkanmu pergi?" Callan menatap Mayra dengan sedikit cemas, takut Mayra diperlakukan seperti yang tak seharusnya."Setelah ini masih ada tugas yang harus aku kerjakan, jadi aku tidak bisa pergi." Mayra tersenyum
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-11-01
Chapter: Bab 29
"Kenapa tidak bilang kalau kau mau datang ke sini?" Callan bertanya dengan nada yang akrab dan hangat, senyumnya tak lepas dari wajahnya."Aku …" Mata Mayra beralih sebentar ke sosok Matthias di sampingnya, lalu kembali menatap Callan. Ia tak bisa menceritakan yang sebenarnya. "Hanya kebetulan sedang lewat, jadi sekalian mampir.”Matthias berdiri di dekat Mayra, memperhatikan interaksi mereka dengan raut wajah yang tenang dan datar. Namun siapa pun yang melihatnya lebih lama akan menyadari ada sesuatu yang tersembunyi di balik sorot matanya, sesuatu yang tak terucap namun terasa jelas.Untuk sesaat, Mayra tersadar sepenuhnya bahwa ia tidak datang seorang diri. Kehadiran Matthias di dekat sana dan pertemuan mendadak dengan Callan, seketika membuat dadanya terasa sesak. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana, seolah kedua orang itu tidak seharusnya bertemu."Dia …" Callan menatap Matthias sekilas, lalu menatap Mayra dengan pertanyaan di matanya."Tuan Hayes, bosku di kediaman tempat ak
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-10-30
Chapter: Bab 28
"Tuan …" Mayra segera menunduk hormat begitu Matthias muncul di hadapannya, suaranya sedikit tercekat.“Kau bisa masuk mobil lebih dulu.” Matthias memberikan isyarat agar Elias segera pergi.Seolah mengerti tuannya ingin berbicara berdua saja dengan Mayra, ia mengangguk singkat dan pergi meninggalkan mereka. Sementara Mayra berdiri di tempatnya, menahan napas pelan dengan perasaan yang mulai was-was."Soal cuti, apa saya bisa pergi sendirian ke tempat yang ingin saya kunjungi?” Mayra memberanikan diri untuk bertanya meskipun terkesan agak ragu."Tidak bisa." Matthias tidak memberikan alasan lebih jelasnya membuat Mayra semakin bertanya-tanya."Cuti adalah waktu pribadi seorang pegawai, jika tuannya ikut pergi apa itu masih bisa dikatakan cuti?" Mayra menegaskan, suaranya pelan tapi tak lagi gemetar.Mayra tahu seharusnya ia diam saja, tapi keberanian itu tiba-tiba muncul. Setengah hari itu mungkin tidak berarti apa-apa bagi Matthias, tapi baginya itu adalah satu-satunya waktu yang ia
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-10-29
บางทีคุณอาจจะชอบ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status