Share

Chapter 10

Penulis: Aamz Kyure
last update Tanggal publikasi: 2026-02-02 18:33:37

Nilam ketahuan untuk yang kedua kalinya, tapi kali ini Juwita terlihat marah dan tidak bisa lagi memikirkan hal positif seperti yang sebelumnya.

‘Sial, apa lagi ini?’ Entah kenapa hidup Nilam sangat tidak tenang.

“Sini kamu.” Juwita menarik kasar tangan Nilam. “Kamu udah gila?”

“Ada apa ini?” Pria tua yang bersama Nilam pun mengeluarkan suara.

“Jangan ikut campur! Pergi sana!” Juwita langsung mengusir pria itu, pria tersebut bahkan jauh lebih tua darinya.

“Saya sudah membuat janji dengannya.”
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menolak Ditindas Keluarga Suami    Chapter 13

    Demi agar tetap waras, Ajeng tidak perlu ambil hati. Ajeng mulai duduk dan sarapan bersama dengan suaminya, masabodo Juwita mogok makan.“Mama selalu seperti itu.” Haekal tidak bisa membuat Juwita berubah, itu bukan hal yang mudah.“Maaf kalau kamu selalu nggak nyaman dengan sikap Mama.” Haekal mengusap sebentar kepala Ajeng.“Nggak masalah.” Ajeng tersenyum seolah itu bukan apa-apa. “Kita mulai makan sekarang?”“Ya.” Sepanjang sarapan fokus mata Haekal lebih banyak tertuju pada Ajeng.Sebenarnya Haekal sangat ingin Juwita dan Nilam akur dengan Ajeng, tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda mereka akan akur.Terlebih saat kelakuan buruk Nilam akhirnya terbongkar dan perempuan itu malah bicara sembarangan tentang Ajeng.“Kalau kamu bosan di rumah kamu bisa pergi jalan-jalan.” Haekal tidak pernah memaksa Ajeng melakukan apapun.Haekal hanya memastikan Ajeng menjalani hari-harinya dengan bahagia. “Atau mungkin kamu butuh sesuatu?”“Sesuatu seperti apa?” tanya Ajeng.“Apapun, yang memb

  • Menolak Ditindas Keluarga Suami    Chapter 12

    Haekal merasa marah sekaligus kecewa, adik perempuan satu-satunya diam-diam melakukan hal kotor seperti itu di luaran sana.“Lihat ini.” Haekal menunjukkan beberapa video dimana para pria yang berbeda mengaku telah melakukan hal seperti itu dengan Nilam.“Kamu udah gila?! Hah?!” sentak Haekal.“Bagus kalau akhirnya Abang udah tahu.” Kedepannya Nilam tidak perlu lagi menutupi hal itu.“Apa yang kamu bicarakan?” Juwita memukul lengan Nilam dengan agak keras.Bukannya langsung minta maaf dan memasang ekspresi semenyesal mungkin, Nilam justru malah terlihat kelewat santai seolah itu bukan apa-apa.Sementara salah satu tangan Haekal perlahan mengepal, entah siapa yang harus disalahkan dalam hal ini. Yang jelas kalakuan Nilam tidak bisa dibenarkan.“Kamu merasa biasa aja setelah melakukan hal kotor itu?” tanya Haekal.“Banyak perempuan di luaran sana yang melakukan hal seperti itu,” balas Nilam dengan entengnya.Plak!“Diam kamu!” Juwita menunjuk Nilam setelah melayangkan tamparan pada Nila

  • Menolak Ditindas Keluarga Suami    Chapter 11

    Meskipun Randy adalah CEO dan jabatannya lebih tinggi dari Haekal, Randy tidak bisa mengatur Haekal semaunya di luar pekerjaan. “Istri saya udah nunggu di rumah, bagian mana yang nggak Pak Randy paham?” tekan Haekal dengan suara rendah. “Saya bukannya berniat memaksa Pak Haekal–” “Saya pulang.” Haekal dengan cepat memotong ucapan Randy, setelah itu Haekal pergi begitu saja. Indah pun menghampiri Randy. “Gagal? Rasanya jadi kerabat Mr. Aj seolah bukan apa-apa untuknya.” Randy masih menunjuk Haekal, dalam sekejap Randy kehilangan kata-kata. Haekal sangat keras kepala dan tidak mudah diatur. Padahal kalau Haekal dekat dengan Indah, Haekal juga yang akan mendapatkan keuntungan. Begitulah yang dipikirkan oleh Randy. “Kenapa rasanya seperti dia yang bosnya?” Randy masih tidak bisa menerimanya. “Udahlah.” “Percuma juga kamu mendekati pria seperti Pak Haekal,” lanjut Randy, dilihat-lihat pun Haekal tidak mudah tergoda dengan perempuan lain. “Apa mungkin dia sengaja jual mahal biar aku

  • Menolak Ditindas Keluarga Suami    Chapter 10

    Nilam ketahuan untuk yang kedua kalinya, tapi kali ini Juwita terlihat marah dan tidak bisa lagi memikirkan hal positif seperti yang sebelumnya.‘Sial, apa lagi ini?’ Entah kenapa hidup Nilam sangat tidak tenang.“Sini kamu.” Juwita menarik kasar tangan Nilam. “Kamu udah gila?”“Ada apa ini?” Pria tua yang bersama Nilam pun mengeluarkan suara. “Jangan ikut campur! Pergi sana!” Juwita langsung mengusir pria itu, pria tersebut bahkan jauh lebih tua darinya.“Saya sudah membuat janji dengannya.” Pria itu menarik lengan Nilam yang satunya lagi. “Dan saya sudah membayar uang muka, dia tentu harus melakukan pekerjaannya.”Darah Juwita seketika mendidih, pantas saja hampir setengah tahun Nilam mencari pekerjaan dan perempuan itu tak kunjung mendapatkannya.Itu adalah hal yang tidak masuk akal, tapi dengan bodohnya Juwita samasekali tidak pernah curiga alasan Nilam tidak kunjung mendapatkan pekerjaan.“Apa Mama bisa pulang?” Nilam tidak mungkin meninggalkan kliennya begitu saja. “Nanti kita

  • Menolak Ditindas Keluarga Suami    Chapter 09

    Ajeng mendengus lucu, perempuan yang tiba-tiba datang itu terlihat sok ramah. Dan yang jelas dia kelihatannya sedang mengincar Haekal.“Aku bekerja sebagai sekretaris CEO, senang bisa mengenal kakak kamu.” Ajeng masih mempertahankan senyumnya.“Tapi dia bukan kakakku, dia suamiku,” tekan Ajeng, biarkan saja Indah merasa malu.Indah tertawa pelan. “Banyak adik yang melakukan hal seperti itu, biar nggak ada perempuan yang mendekati kakaknya.”“Sepertinya kamu tipe adik yang takut kakaknya punya pacar karena perhatiannya pasti akan terbagi,” lanjut Indah.Ekspresi Ajeng terlihat nyinyir, tidakkah mata Indah melihat cincin pernikahan yang tersemat di jari manis Ajeng? Indah punya muka yang sangat tebal.“Dia benar-benar istri saya.” Haekal menatap dingin Indah.“Kamu sangat memanjakan adik kamu.” Indah masih tidak mempercayainya.“Apa kita berdua harus bercium*n dulu di depan kamu biar kamu percaya?” sarkas Ajeng.“Hah? Kalian–”“Kamu bisa pergi? Saya ingin makan malam bersama dengan istr

  • Menolak Ditindas Keluarga Suami    Chapter 08

    Ajeng berdecih pelan, beginilah nasib punya ibu mertua dan adik ipar yang jauh dari kata idaman. Kalau tidak kuat mental, jelas tertekan.“Kamu nggak usah belain orang yang udah jahat sama kamu.” Juwita menyingkirkan pelan tangan Nilam.“Hm.” Ajeng mengangguk santai. “Nggak usah lah kamu bela-bela aku.”“Lihat sendiri kan kelakuan dia.” Juwita menatap Ajeng dengan ekspresi yang kelewat geram.“Maaa udahlah, nggak usah dilanjut–”“Udahlah apa? Nggak usah udah-udah, cepat cerita. Atau perlu aku wakilin? Lama deh.” Ajeng memotong ucapan Nilam.Haekal hanya bisa menatap mereka dengan ekspresi bingung, pria itu mencoba memahami apa yang sedang mereka bicarakan.“Cerita soal apa?” Haekal akhirnya mengeluarkan suara.“Itu istri kamu, dia sewa pria tua buat melakukan hal yang nggak-nggak ke Nilam,” celetuk Juwita.“Nggak perlu terlalu dipikirin ucapan Mama, aku udah maafin Mbak Ajeng,” sahut Nilam.“Aku nggak perlu maaf darimu, orang kamu yang obral sana-sini kok malah aku yang disalahkan.” A

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status