로그인Lara Dela Cruz was a normal girl—well, normal in the sense that she was an overworked call center agent who hated her boss, loved iced coffee, and had mastered the art of sarcasm to survive the horrors of capitalism. But one night, while rushing home, she slipped on a puddle (thanks to her horrible luck) and hit her head hard on the pavement. When she woke up… she wasn’t in her world anymore. Instead, she found herself in a medieval kingdom, in the middle of a chaotic slave auction. And before she could even scream in protest, she was bought by the most feared man in the entire empire—Duke Alistair Von Nacht, also known as the Tyrant Duke. Now, instead of dealing with rude customers, she had to deal with an emotionally constipated warlord who could kill her with a flick of his fingers. But what’s worse? She might be falling for the grumpy tyrant.
더 보기CDDB (Cinta di tolak, dukun bertindak)
Namaku, Wira.
Mempunyai postur tinggi tegap dengan kulit putih.Bisa dibilang ganteng dan mengundang para cewek untuk mengantri jadi pacar.Selama berpacaran, aku tidak pernah menemukan seseorang yang membuat nyaman dan benar-benar membuatku jatuh cinta. Semuanya hanya untuk pamer belaka.Aku bisa dengan mudah mengencani cewek-cewek yang ada dikampus ini.Siang ini, ada waktu senggang. karena kuliah hari ini tidak ada dosen.Semilir angin membuat keadaan makin nyaman. Tak sesekali para cewek melihatku dengan wajah sinisnya.Mantan? Ya! Mereka semua adalah mantan yang pernah aku putusin, padahal belum genap seminggu kita berpacaran.Kata Playboy pun sudah menyebar hampir kesetiap sudut kampus.Walau seperti itu, masih saja ada cewek yang ingin menjadi pacarku.Kadang, ada yang cuma buat taruhan sama temannya, maupun sekadar pamer.Sambil surfing sosial media, aku fokus melihat-lihat isi setiap halaman didalamnya yang berisihkan tutorial mendekati cewek agamais. Saking asyiknya, sampai membuatku terkejut ketika di kagetkan."Woy, bengong aja lu. Bagaimana malam ini? Ada acara gak?" tanya seorang teman bernama, Roy."Memang mengapa, Roy?" tanya saya penasaran."Eh lu gak tahu, kalau didesa cempaka ada rumah angker?" jelas Roy sambil menunjukkan foto yang ada di Handphone miliknya."Terus?" tanyaku singkat."Eh, kita uji nyali yu? Buat channel youtube gue.Gue ada tantanganan dari para Bacoters (penggemar channel youtube dia yang bernama Bacot Channel) untuk mencoba uji nyali ditempat tersebut, bagaimana?" tanya Roy dengan menaikan kedua alisnya beberapa kali."Memang, Kamu mau ngasih apa?" tanyaku penasaran."Tenang, nanti saya kenalin kamu sama dukun yang paling hebat dikampungku." ucap Roy sambil merangkul pundakku."Dukun? Buat apaan ...?" tanyaku sambil mencoba melepaskan tangannya dari pundak."Gue tahu Loe sebenarnya suka sama Aisyah, dia kan? Dan Gue tahu kalau Loe gak berani ngedeketin Dia. apalagi, sahabat dia adalah mantan yang cuma Loe pacarin selama tiga hari." jelasnya sambil tertawa."Terus, apa hubungannya sama Dukun?" tanyaku penasaran."Pelet!" ucap Roy sambil membisikan kata itu ke telingaku."Gila kamu Roy! Masa tampang seganteng ini harus pakai gituan?" teriakku sambil meletakkan tangan kedagu seraya berpose keren.Kemudian, Roy dengan menaikkan kedua bahu, menekuk tangannya dan menengadahkan keatas."Terus ... Dari SMP sampe sekarang apa Elu bisa dapetin hatinya? Yaelah ... Dari dahulu kan Dia agamais banget. Bahkan, tidak pernah pacaran sama sekali. apalagi kalau tahu Elu itu playboy, pasti tak mau!" cletut Roy dengan nada sumbang.Memang, dari SMP aku sudah beberapa kali mencoba mendekati Aisyah. Jangankan ngobrol, ngelirik saja dia tidak."Baiklah, nanti malam Kita kesana!" ujarku menyanggupinya."Oke Masbro, nanti gue jemput kerumah Loe .... Jangan lupa pake pampers, takutnya Loe ngompol!" ucapnya sambil tertawa dan melangkahkan kaki meninggalkanku."Ah, sialan Kamu!" teriakku melirik ke Roy yang tengah berjalan menjauh.Angin berhembus, dinginnya mulai menyelimuti tubuhku yang tengah menunggu diluar rumah.Jam sudah menunjukkan pukul 23 malam dan aku berdiri diluar rumah seorang diri menunggu kedatangan, Roy."Ini anak ke mana si? Katanya lagi OTW, tetapi dari tadi belum sampai juga." gumamku."Tit .. Tit ...." Terdengar suara klakson mobil yang menganggetkan lamunanku.ternyata, Roy sudah datang!Aku pun melangkahkan kaki dan masuk kedalam mobil yang dia bawa."Beh ... Bau apaan ni?" tanyaku sambil menutup daun telinga."Woy, bau tuh yang ditutup tuh mata .... Bukan telinga!" jelas Roy berteriak dengan diiringi tertawa."Ada-ada aja, masa bau yang ditutup mata?" tanyaku menggelengkan kepala dan kita pun sama-sama tertawa."Eh, lama banget si? Kamu dari mana saja?" tanyaku."Gue cari tuh bahan!" jelas Roy sambil menunjukkan kearah belakang."Kamu sudah gila? Ngapain bawa begituan?" bentakku bertanya."Biar lebih mistis!" balas Roy dengan enteng sambil dibarengi dengar tertawa.Rupanya Roy membawa jalangkung dan beberapa sesajian. Tak lupa dupa dan kemenyan yang disimpan di atas nampang, dijok belakang."Yuk turun! Kita sudah sampai. Loe bawa nih barang! Soalnya Gue sibuk pegang Handphone untuk live streaming." jelasnya sok sibuk.Aku menurut dan membawa nampan tersebut dengan tangan kiri, menjepitkan plastik yang berisi sesaji dan dupah ke sela tangan.Terlihat bangunan yang berantakkan.Daun kering berserakan di mana-mana.Hembusan angin terasa makin dingin seolah meniup leher area belakang sehingga membuat suasana kian mencekam."Hei guys ...! Akhirnya Kita sampai ditempat. Kali ini, Gue ditemenin seseorang bernama, Wira. Sehai wira .... Bla bla bla bla ...." ucapnya yang tengah live streaming youtube.Aku melanjutkan berjalan, tak menghiraukan dia yang sedang asyik live streaming dengan bacotannya dan sesekali melihat live chat yang ada.Didepan bangunan rumah tersebut ada sebuah ayunan. Terlihat dengan jelas, ada sosok putih berayun diatasnya.Sosok yang terbungkus kain dan ada beberapa tali yang mengikat dibadannya yang membuatku terdiam sambil sesekali mencolek-colek tubuh Roy."Eh, ni Anak apaan si? Kita tuh lagi live streaming tahu! "jelas Roy dengan nada kesal."Roy ... Roy ... Roy ...." ucapku sambil terus mencoleknya."Maaf guys, ni Anak memang re ...." ucapnya terpotong, kala membaca live chat yang sama dari para Bacoters.Isi Live Chat tersebut seperti ini,"Kak, kakak kan dari tadi sudah terpisah dari teman kakak, memang ada seseorang yang mencolek gitu?"Roy pun memalingkan wajah, melihat kearah belakang. ternyata, tidak ada sesiapa pun di belakang Roy.Sedangkan, aku juga tidak sadar, kalau Roy tidak ada dibelakangku."Eh Roy, Kamu lihat kan? Lihat kan?" tanyaku setengah teriak.Akan tetapi, tidak ada jawaban dari Roy.membuatkua menelan ludah dan mencoba memastikan apa yang sedari tadi aku colek."Bismillah hirohmanirrohim ...." gumamku sambil menoleh kearah belakang.Aku kaget bukan kepalang.melihat itu membuatku terdiam.Ternyata, yang dari tadi aku colek adalah batang pohon yang sekeliling batangnya di ikatkan kain putih."Aduh ... Ternyata cuma batang pohon?!" gumamku sambil mengelus dada."Bruat ...." Suara tubrukan terdengar.Roy ketakutan dan berlari sampai menabrak aku yang tengah hanyut dalam halusinasi pohon ber-kain."Eh Loe, pergi kok gak bilang-bilang?" tanya Roy dengan nada terbata-bata."Kamunya saja bagaimana? Katanya mau masuk ke rumah tersebut? Makanya, Aku jalan duluan. Aku kira, Kamu mengikutiku dari belakang?!" jawabku dengan nada santai."Tadi pas Loe gak ada, badan Gue ada yang nyolek. Gue kira, Elo. tetapi malah gak ada siapa-siapa!" jelasnya."Kamu mending, ada yang nyolek. Aku lihat pocong!" jelasku sambil menunjuk kearah ayunan.Bersambung ... .Lara’s POVKung may isa akong natutunan sa mga nakaraang araw ko bilang aliping walang freedom, ito ‘yun:Mas gugustuhin ko pang maglinis ng buong kastilyo kaysa maging assistant ng isang tyrant duke!Literal na buong araw akong nag-aayos ng mga papel habang si Alistair ay nagpipirma at nagbabasa ng kung anu-anong documents. Feeling ko nawalan na ako ng dalawang taon sa buhay ko dahil sa inip.Pero habang inaayos ko ang isang bundle ng papers, isang kakaibang papel ang napansin ko.Putragis. Bakit iba ‘to sa lahat?Ang Papel na ‘Di Dapat MakitaIsang lumang dokumento ang napansin ko sa ilalim ng mga bagong papeles. Mukha siyang luma—halos madilaw na ang papel, at parang may sunog na marka sa gilid.Dahan-dahan ko siyang hinila palabas.> "Hmm? Anong ginagawa mo?"PUTANGINA!Agad kong binitawan ang papel at lumingon sa likod. Nakatingin si Alistair sa akin, nakataas ang isang kilay at halatang may kutob na siya.> "W-Wala! Wala akong ginagawa!"> "Lara…"Lumapit siya at tinignan ang bu
Lara’s POVKung may pinaka-worst na way para magising sa umaga, eto na siguro ‘yun.Ako. Nakayakap. Sa Tyrant Duke.At hindi lang basta yakap—nakapulupot ang buong katawan ko sa kanya na parang boa constrictor!PUTANGINA. HINDI ITO KASAMA SA PLANO KO!Reality Check: Ang Gulo ng Sitchuasyon KoDahan-dahan akong tumingin pataas. At tangina… gising na siya.GISING NA SIYA AT NAKANGITI PA!> “Comfortable ka na pala ngayon, hm?”PUTANGINA, KAHIT HINDI AKO RELIGIOUS, GUSTO KO NANG MAGDASAL NGAYON!> “H-Hindi ‘to sinasadya!”> “Ah, so kung sadya, mas mahihigpitan pa ang yakap mo?”GAGO!Ang init ng mukha ko! Pucha, hindi ko alam kung gusto kong tumakbo palabas o tumalon sa bintana.Pero bago pa ako makaisip ng matinong solusyon…> “Gusto mong manatili nang ganito, o gusto mong pakawalan kita?”ANONG KLASENG TANONG ‘YAN?!> “Pakawalan mo na ako, syempre!”Ngumiti siya. GAGO. BAKIT GWAPO SIYA KAHIT KAKAGISING LANG?!> “Kung ‘yan ang gusto mo.”At bigla niya akong tinulak pababa ng kama.THUD!
Lara’s POVKung may award para sa “Pinakamalalang Desisyon sa Buhay”, ako na siguro ang panalo.Ang plano: Tumakas at makalaya mula sa tyrant duke.Ang nangyari: Nahuli ako at ngayon… nasa kwarto na niya ako?!Putangina. Bakit ganito ang life choices ko?!Ang Malupit na Parusa> "Dito ka na titira, Lara."Napakagat-labi ako habang nakatayo sa harap ng malawak na kama. Seryoso ba ‘to?!> "Hindi ka na makakatakas dito."Sinundan ko ng tingin si Duke Alistair habang tinatanggal niya ang suot niyang coat. Tangina, bakit ang effortless niyang magmukhang gwapo?! Pero gago pa rin siya!> "Tulog na."ANO?!> "Saan ako matutulog?!"> "Bakit ka nagtatanong? Hindi ba obvious?"Putangina, wag mong sabihing—> "Sa tabi ko, syempre."LECHE. HINDI ‘TO KASAMA SA CONTRACT KO BILANG ALIPIN!!!Game Plan: Sleeping Arrangement NegotiationHindi ako makapaniwala. ‘Di ako makakapayag na matulog sa tabi niya!> "Pwede akong matulog sa sahig!"> "Hindi."> "Sa upuan!"> "Hindi."> "Sa bintana?!"> "Gusto mong
Lara’s POVAng buhay ko ay parang isang pelikula.At ako? ‘Yung bidang laging pinag-iinitan ng kontrabida.At ngayon, dumating na ang eksenang pinakaayaw ko—Kailangan kong pumili.> "Ano, Lara?""Babalik ka sa kanila… o mananatili rito bilang alipin ko?"Putangina.Tatakas o Mananatili?Habang nakatayo si Duke Alistair sa harapan ko, ramdam ko ang bumibigat na tensyon sa hangin.Babalik sa pamilya na ni hindi ko maalala?O manatili sa palasyo ng isang tyrant duke na maaaring may masamang balak sa akin?Pareho namang pangit na option, gago!> "Wala bang ibang choice?"Napataas ang kilay niya.> "Ano sa tingin mo?"Okay, wala nga.Sinulyapan ko ang kamay kong may kakaibang marka. Pamilyang dugong bughaw daw ang may-ari ng parehong marka…Pero ni hindi ko nga alam kung may ganoong pamilya sa nakaraan ko!> "Bakit ko sila paniniwalaan kung wala akong maalala?"> "At bakit mo ako paniniwalaan kung ako ang may hawak ng buhay mo?"Tangina. Bakit parang laging may sagot ang lalaking ‘to?!An
Lara’s POVSo… hindi lang pala si Alistair ang may gustong gumawa sa’kin na alipin.May iba pang mga tao na naghahanap sa’kin.At ayon sa tyrant na ‘to, kapag nakalabas ako sa kastilyo, may posibilidad na mahuli ako at mamatay.Processing… Processing… ERROR.“…Ano raw?” tanong ko, hindi pa rin maka
Lara’s POVTatlong araw na akong naghihingalo sa training.Tatlong araw na rin akong walang buhay, walang kaluluwa, at walang pag-asa.At tatlong araw na rin akong nagpaplanong tumakas.Escape Plan ni Lara™Step 1: Magsimula ng alas-tres ng madaling araw para tulog ang lahat.Step 2: Magnakaw ng cl
Lara’s POVTatlong araw na akong alipin ni Duke Alistair Von Nacht.Tatlong araw ng puro utos, sigaw, at tingin na parang gusto akong i-exile sa ibang dimension.At tatlong araw ko na ring gustong patayin ang sarili ko sa pagod.Morning Routine: Edition Alipin5:00 AM – Gigising nang wala sa oras.
Lara’s POVAng buhay ay puno ng sorpresa.Kahapon, simple lang ang buhay ko—trabaho, commute, at tulog. Pero ngayon? Isa na akong alipin ng isang tyrant duke.‘Di ko alam kung matatawa ako o maiiyak.Kung akala mong sa mga fantasy stories, kapag time-travel ang bida, magiging chosen one siya—nope,
Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.