LOGIN
Melihat Weni keluar dari kamar, wajah Tika seketika berubah ceria. Dia menunjuk ke arahku dan berseru."Cepetan keluarin buktinya! Aku mau David angkat kaki dari sini tanpa bawa harta sepeser pun!"Dia pasti mengira kalau adik iparku sudah berhasil merekam video skandal denganku, makanya dia begitu bersemangat menyetujui perceraian ini.Weni mendekat lalu duduk di sampingku. Aku membuka ponselku sendiri dan menggoyangkannya di depan wajah Tika."Buktinya ada di sini, ambil saja kalau mau."Begitu melihat rekaman dirinya sendiri yang sedang memamerkan tubuh tanpa busana di video itu, mata Tika langsung melotot lebar."Gimana mungkin? Ka ... kalian ...."Setelah sadar dari keterkejutannya, Tika buru-buru merampas ponsel dari tanganku dan menghapus video tersebut sampai bersih.Dia menarik napas lega, lalu menunjuk hidung Weni sambil memaki."Sialan kamu Weni! Berani-beraninya kamu berkhianat dan belain orang lain. Lihat saja, bakal aku kasih pelajaran kamu hari ini!"Sambil mengumpat, di
Kepalaku masih terasa berat, sisa-sisa mabuk semalam belum hilang sepenuhnya. Begitu merasakan ada sesuatu yang lembut, aku langsung mengira itu istriku yang sedang mendekat.Secara refleks aku membalikkan badan dan memeluknya erat dalam dekapanku.Aku bahkan sempat meremas bagian depannya beberapa kali.Namun, saat meremasnya, aku merasakan ada yang aneh. Kenapa ukurannya terasa jauh lebih besar dari yang biasanya?Teksturnya juga terasa sangat lembut sekaligus kenyal.Sensasi nyaman itu membuatku tidak tahan untuk kembali mencengkeramnya berulang kali.Tiba-tiba aku mendengar suara rintihan dari sosok di pelukanku. Suaranya terdengar tidak biasa.Suara itu jauh lebih manja dan menggoda dibandingkan suara istriku.Saat aku perlahan membuka mata dan berusaha melihat dengan sisa kesadaran yang ada, cahaya bulan dari balik jendela memperlihatkan kalau sosok di dekapanku bukanlah istriku, melainkan adik iparku!Aku tidak tahu istriku pergi ke mana, tapi adik iparku ini entah bagaimana sud
Karena masalah ini utamanya melibatkan tetangga sebelah, polisi hanya menanyakan beberapa hal kepada kami lalu segera pergi.Begitu mereka sudah tidak ada, adik iparku buru-buru menghampiriku. Dia menatapku dari atas sampai bawah dengan tatapan yang sangat khawatir."Kakak nggak apa-apa, 'kan?"Aku menggelengkan kepala. "Tenang saja, aku nggak apa-apa kok."Mata adik iparku tampak berkaca-kaca. "Kalau tadi nggak ada Kakak .... Kak, makasih banyak ya buat yang tadi."Istriku juga memperhatikan kami berdua dengan cemas. Setelah mendengar penjelasan adik iparku tentang kronologi kejadiannya, dia pun merasa sangat ngeri.Setelah kejadian menegangkan itu, adik iparku jadi tidak selera makan. Kami pun akhirnya kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.Tengah malam aku terbangun karena ingin ke kamar mandi, tapi aku mendapati istriku tidak ada di sampingku.Apa mungkin dia lagi ke kamar mandi?Aku bangkit dan keluar dari kamar. Saat melewati kamar adik iparku, aku mendengar suara orang
Sepasang kaki adik iparku tampak gemetar hebat, dia sepertinya juga merasa sangat bergairah.Reaksinya itu membuatku makin bersemangat, apalagi tatapan matanya yang penuh gairah membuat tubuhku rasanya hampir meledak.Aku pun menempelkan tubuhku erat-erat padanya."Weni, nanti suaranya pelan-pelan saja ya, jangan sampai kakakmu dengar."Tepat saat aku hendak mencicipi gairah muda adik iparku, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari arah jendela.Ada seseorang yang berusaha melompat masuk lewat sana."Dasar perempuan jalang! Beraninya kamu selingkuh di belakangku! Aku nggak akan lepasin kalian berdua, aku laporin polisi sekarang juga ....""Huhuhu ... tolong jangan lapor polisi, aku mohon ...."Dari sebelah terdengar suara makian seorang pria dan tangisan seorang wanita.Melihat ada bayangan orang yang bergerak di luar jendela, aku tersentak kaget dan buru-buru turun dari tubuh adik iparku.Weni pun perlahan mulai tersadar dari suasananya, dia segera merapikan pakaiannya dan menunjuk ke ar
Gara-gara aku memeluknya, aku merasa suhu tubuh adik iparku makin panas saja.Dia langsung menyandarkan tubuhnya di bahuku, membuat bagian dadanya yang menonjol itu tertekan ke tubuhku, rasanya jauh lebih kenyal daripada punya istriku.Tanpa sadar aku kembali meremas kuat bokong kencangnya. Seketika itu juga tubuh adik iparku seolah lemas tak bertulang seperti lumpur yang bersandar padaku.Mulut kecilnya mengembuskan napas panas, lalu dia berusaha keras membisikkan sesuatu tepat di telingaku."Kak, sebenernya ... sebenernya aku nggak demam. Aku ini masih perawan, makanya aku sensitif banget sama laki-laki. Tadi malam aku mimpi basah, terus pas Kakakku mau ke kamar mandi, aku ... pakaian dalamku udah basah kuyup dan lagi aku taruh di atas mesin cuci. Kakak ipar yang baik, masa aku biarin Kakakku lihat pakaian yang kayak gitu?"Mendengar penjelasan lirih di telingaku, ditambah lagi saat ini tanganku bebas meremas bokongnya yang membuat dia gemetar hebat, aku pun memercayainya.Adik ipark
"Gawat Mas, cepetan sini! Weni apa jangan-jangan sakitnya udah parah ya sampai jadi aneh? Tadi 'kan aku habis kamu mainin lama banget tuh, pas aku mau ke kamar mandi karena udah nggak tahan, dia malah ngalangin dan nggak bolehin aku masuk."Aku yang masih di kamar sambil membayangkan tubuh seksi istriku tadi langsung tersadar begitu mendengar ucapannya, lalu segera keluar dengan perasaan yang masih setengah sadar.Istriku mengenakan gaun tidur hitam bertali tipis yang tadi dia pakai untuk menggodaku, potongannya sangat pendek dan melekat ketat membungkus tubuh mungilnya.Begitu melihatku muncul, wajah istriku tampak cemas dan dia segera mendekat, membuat bagian dadanya yang menonjol di balik kain tipis itu tertekan kuat ke tubuhku."Mas, coba deh lihat, aku rasa Weni gila. Aku mau ke kamar mandi tapi dia terus-terusan melarang, malah pakai dorong dan marah-marah segala. Tadi aku sempat pegang dahinya, ternyata panas banget. Apa mungkin dia demam sampai kehilangan kesadaran ya?"Istriku







