Share

Adik Iparku Memohon Aku Mengampuninya
Adik Iparku Memohon Aku Mengampuninya
Author: Lucky

Bab 1

Author: Lucky
"Gawat Mas, cepetan sini! Weni apa jangan-jangan sakitnya udah parah ya sampai jadi aneh? Tadi 'kan aku habis kamu mainin lama banget tuh, pas aku mau ke kamar mandi karena udah nggak tahan, dia malah ngalangin dan nggak bolehin aku masuk."

Aku yang masih di kamar sambil membayangkan tubuh seksi istriku tadi langsung tersadar begitu mendengar ucapannya, lalu segera keluar dengan perasaan yang masih setengah sadar.

Istriku mengenakan gaun tidur hitam bertali tipis yang tadi dia pakai untuk menggodaku, potongannya sangat pendek dan melekat ketat membungkus tubuh mungilnya.

Begitu melihatku muncul, wajah istriku tampak cemas dan dia segera mendekat, membuat bagian dadanya yang menonjol di balik kain tipis itu tertekan kuat ke tubuhku.

"Mas, coba deh lihat, aku rasa Weni gila. Aku mau ke kamar mandi tapi dia terus-terusan melarang, malah pakai dorong dan marah-marah segala. Tadi aku sempat pegang dahinya, ternyata panas banget. Apa mungkin dia demam sampai kehilangan kesadaran ya?"

Istriku terus saja bicara dengan raut wajah yang penuh rasa khawatir.

Namun, pandanganku justru tertuju pada adik iparku sambil sesekali menelan ludah.

Adik iparku mengenakan piyama sutra yang berantakan dengan wajah yang memerah padam seperti sedang memendam kekesalan.

Namun, seingatku aku tidak menyentuhnya sama sekali, kenapa penampilannya bisa berantakan seperti istriku, bahkan kancing piyama bagian atasnya saja sampai terbuka begitu?

Begitu aku memperhatikannya lebih jelas, aku langsung terpaku.

Kancing piyamanya miring berantakan mengikuti deru napasnya yang memburu, memperlihatkan hamparan kulit putih yang kontras. Aku bisa merasakan kalau dia benar-benar tidak memakai bra!

Menyadari tatapanku, wajah adik iparku yang biasanya terlihat polos dan ceria itu seketika berubah menjadi panik dan kacau.

Setelah sempat melirikku sekali, dia langsung membuang muka dan terus menghindari kontak mata.

Mungkin karena merasa bagian dadanya sedang aku intip, dia pun sedikit memiringkan tubuhnya.

Meski terlihat kurus, sebenarnya tubuh adik iparku ini sangat berisi dan menggoda, sama seperti wajahnya yang punya kesan menggemaskan dan montok.

Setiap kali dia menarik napas, lekuk tubuhnya yang padat itu memancarkan aura gadis remaja yang sangat menggairahkan.

Saat dia memiringkan badan, pandanganku beralih ke bagian kakinya.

Sepasang kaki jenjang yang putih dan lurus itu terlihat sangat indah di balik balutan celana piyama sutra.

Sungguh bentuk kaki idaman yang sangat sempurna untuk diajak bermain di ranjang.

Membayangkan kaki itu melingkar di bahuku ... aku segera menggeleng dan menghentikan pikiran kotor tersebut.

Saat itulah aku mendapati sesuatu yang mengejutkan. Di balik piyamanya yang membungkus bokong indahnya, tidak terlihat sedikit pun garis pakaian dalam yang tercetak.

Ini ... apa mungkin adik iparku yang cantik ini benar-benar tidak memakai dalaman sama sekali dari atas sampai bawah?

Setelah curi-curi pandang ke arah adik iparku yang cantik, batinku mulai terasa panas, apalagi istriku makin kencang menggoyang-goyangkan lenganku.

Aku segera membuang jauh-jauh pikiran kotor itu dan melangkah mendekati adik iparku.

"Sebenarnya ada apa sih? Dek, kata kakakmu kamu nggak bolehin dia ke kamar mandi, kenapa begitu?"

"Mas, nggak usah tanya dia lagi, mending kamu buruan pegangin dia. Jangan sampai dia beneran hilang kendali terus malah nyakitin diri sendiri atau kita berdua ...."

Mendengar perintah istriku, hatiku makin merasa tidak karuan. Begitu ada kesempatan, aku langsung menerjang ke arah adik iparku dan memeluknya erat.

Saat satu tanganku merangkul pinggang rampingnya yang lembut, dia sempat mencoba memberontak. Aku pun segera menahan tangannya dengan tangan lain, sambil refleks meremas bokong kencangnya dari belakang.

Hanya dengan satu remasan itu, aku sadar kalau dugaanku memang benar.

Adik iparku ternyata memang tidak memakai pakaian dalam sama sekali.

Piyama tipis itu membuat sentuhanku terasa sangat nyata. Dia ini primadona di kampusnya. Memang harus kuakui, bagian belakangnya sangat padat dan kenyal.

Baru saja aku menyentuhnya pelan seperti itu, wajah adik iparku langsung merah padam seolah darah mau menetes, seluruh tubuhnya gemetar hebat, dan lekuk tubuh indahnya itu tampak berguncang lemas.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Adik Iparku Memohon Aku Mengampuninya   Bab 6

    Melihat Weni keluar dari kamar, wajah Tika seketika berubah ceria. Dia menunjuk ke arahku dan berseru."Cepetan keluarin buktinya! Aku mau David angkat kaki dari sini tanpa bawa harta sepeser pun!"Dia pasti mengira kalau adik iparku sudah berhasil merekam video skandal denganku, makanya dia begitu bersemangat menyetujui perceraian ini.Weni mendekat lalu duduk di sampingku. Aku membuka ponselku sendiri dan menggoyangkannya di depan wajah Tika."Buktinya ada di sini, ambil saja kalau mau."Begitu melihat rekaman dirinya sendiri yang sedang memamerkan tubuh tanpa busana di video itu, mata Tika langsung melotot lebar."Gimana mungkin? Ka ... kalian ...."Setelah sadar dari keterkejutannya, Tika buru-buru merampas ponsel dari tanganku dan menghapus video tersebut sampai bersih.Dia menarik napas lega, lalu menunjuk hidung Weni sambil memaki."Sialan kamu Weni! Berani-beraninya kamu berkhianat dan belain orang lain. Lihat saja, bakal aku kasih pelajaran kamu hari ini!"Sambil mengumpat, di

  • Adik Iparku Memohon Aku Mengampuninya   Bab 5

    Kepalaku masih terasa berat, sisa-sisa mabuk semalam belum hilang sepenuhnya. Begitu merasakan ada sesuatu yang lembut, aku langsung mengira itu istriku yang sedang mendekat.Secara refleks aku membalikkan badan dan memeluknya erat dalam dekapanku.Aku bahkan sempat meremas bagian depannya beberapa kali.Namun, saat meremasnya, aku merasakan ada yang aneh. Kenapa ukurannya terasa jauh lebih besar dari yang biasanya?Teksturnya juga terasa sangat lembut sekaligus kenyal.Sensasi nyaman itu membuatku tidak tahan untuk kembali mencengkeramnya berulang kali.Tiba-tiba aku mendengar suara rintihan dari sosok di pelukanku. Suaranya terdengar tidak biasa.Suara itu jauh lebih manja dan menggoda dibandingkan suara istriku.Saat aku perlahan membuka mata dan berusaha melihat dengan sisa kesadaran yang ada, cahaya bulan dari balik jendela memperlihatkan kalau sosok di dekapanku bukanlah istriku, melainkan adik iparku!Aku tidak tahu istriku pergi ke mana, tapi adik iparku ini entah bagaimana sud

  • Adik Iparku Memohon Aku Mengampuninya   Bab 4

    Karena masalah ini utamanya melibatkan tetangga sebelah, polisi hanya menanyakan beberapa hal kepada kami lalu segera pergi.Begitu mereka sudah tidak ada, adik iparku buru-buru menghampiriku. Dia menatapku dari atas sampai bawah dengan tatapan yang sangat khawatir."Kakak nggak apa-apa, 'kan?"Aku menggelengkan kepala. "Tenang saja, aku nggak apa-apa kok."Mata adik iparku tampak berkaca-kaca. "Kalau tadi nggak ada Kakak .... Kak, makasih banyak ya buat yang tadi."Istriku juga memperhatikan kami berdua dengan cemas. Setelah mendengar penjelasan adik iparku tentang kronologi kejadiannya, dia pun merasa sangat ngeri.Setelah kejadian menegangkan itu, adik iparku jadi tidak selera makan. Kami pun akhirnya kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.Tengah malam aku terbangun karena ingin ke kamar mandi, tapi aku mendapati istriku tidak ada di sampingku.Apa mungkin dia lagi ke kamar mandi?Aku bangkit dan keluar dari kamar. Saat melewati kamar adik iparku, aku mendengar suara orang

  • Adik Iparku Memohon Aku Mengampuninya   Bab 3

    Sepasang kaki adik iparku tampak gemetar hebat, dia sepertinya juga merasa sangat bergairah.Reaksinya itu membuatku makin bersemangat, apalagi tatapan matanya yang penuh gairah membuat tubuhku rasanya hampir meledak.Aku pun menempelkan tubuhku erat-erat padanya."Weni, nanti suaranya pelan-pelan saja ya, jangan sampai kakakmu dengar."Tepat saat aku hendak mencicipi gairah muda adik iparku, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari arah jendela.Ada seseorang yang berusaha melompat masuk lewat sana."Dasar perempuan jalang! Beraninya kamu selingkuh di belakangku! Aku nggak akan lepasin kalian berdua, aku laporin polisi sekarang juga ....""Huhuhu ... tolong jangan lapor polisi, aku mohon ...."Dari sebelah terdengar suara makian seorang pria dan tangisan seorang wanita.Melihat ada bayangan orang yang bergerak di luar jendela, aku tersentak kaget dan buru-buru turun dari tubuh adik iparku.Weni pun perlahan mulai tersadar dari suasananya, dia segera merapikan pakaiannya dan menunjuk ke ar

  • Adik Iparku Memohon Aku Mengampuninya   Bab 2

    Gara-gara aku memeluknya, aku merasa suhu tubuh adik iparku makin panas saja.Dia langsung menyandarkan tubuhnya di bahuku, membuat bagian dadanya yang menonjol itu tertekan ke tubuhku, rasanya jauh lebih kenyal daripada punya istriku.Tanpa sadar aku kembali meremas kuat bokong kencangnya. Seketika itu juga tubuh adik iparku seolah lemas tak bertulang seperti lumpur yang bersandar padaku.Mulut kecilnya mengembuskan napas panas, lalu dia berusaha keras membisikkan sesuatu tepat di telingaku."Kak, sebenernya ... sebenernya aku nggak demam. Aku ini masih perawan, makanya aku sensitif banget sama laki-laki. Tadi malam aku mimpi basah, terus pas Kakakku mau ke kamar mandi, aku ... pakaian dalamku udah basah kuyup dan lagi aku taruh di atas mesin cuci. Kakak ipar yang baik, masa aku biarin Kakakku lihat pakaian yang kayak gitu?"Mendengar penjelasan lirih di telingaku, ditambah lagi saat ini tanganku bebas meremas bokongnya yang membuat dia gemetar hebat, aku pun memercayainya.Adik ipark

  • Adik Iparku Memohon Aku Mengampuninya   Bab 1

    "Gawat Mas, cepetan sini! Weni apa jangan-jangan sakitnya udah parah ya sampai jadi aneh? Tadi 'kan aku habis kamu mainin lama banget tuh, pas aku mau ke kamar mandi karena udah nggak tahan, dia malah ngalangin dan nggak bolehin aku masuk."Aku yang masih di kamar sambil membayangkan tubuh seksi istriku tadi langsung tersadar begitu mendengar ucapannya, lalu segera keluar dengan perasaan yang masih setengah sadar.Istriku mengenakan gaun tidur hitam bertali tipis yang tadi dia pakai untuk menggodaku, potongannya sangat pendek dan melekat ketat membungkus tubuh mungilnya.Begitu melihatku muncul, wajah istriku tampak cemas dan dia segera mendekat, membuat bagian dadanya yang menonjol di balik kain tipis itu tertekan kuat ke tubuhku."Mas, coba deh lihat, aku rasa Weni gila. Aku mau ke kamar mandi tapi dia terus-terusan melarang, malah pakai dorong dan marah-marah segala. Tadi aku sempat pegang dahinya, ternyata panas banget. Apa mungkin dia demam sampai kehilangan kesadaran ya?"Istriku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status