Share

Bab 212

last update publish date: 2026-04-10 08:24:31

Bara, ikut mama, mama mau ngomong sebentar denganmu," tiba-tiba Mbak Maya keluar dan menemui Bara yang sedang menggendong bayinya di halaman rumah.

"Baik, Ma," Bara pun mengikuti mamanya masuk.

"Ada apa, Ma? Sepertinya serius sekali?" tanya Bara, sebab ini adalah kali pertama mamanya ingin berbicara serius dengannya lagi setelah beberapa waktu lalu dia sempat mengecewakan mama karena gagal menangani perusahaan.

"Ini soal Sera," kata Mbak Maya.

"Sera? Ada apa dengan Sera?" tanya Bara. Sudah lama
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 217

    Malam harinya terlihat Roni baru bangun dari tidurnya, dia menguap masih merasa ngantuk, hanya saja perutnya juga terasa lapar harus diisi.Sekalinya tidur, Roni bisa dari pagi hingga sore, itulah mengapa tenaganya selalu kuat, dimana sekali istirahat lama tapi dibalas juga dengan kesibukan yang tiada henti yang dilakukannya."Akhirnya kamu bangun juga, ayo kita makan malam bersama, sepertinya sudah ditungguin sama Mama juga," kata Mbak Maya yang baru keluar dari kamar mandi melihat Roni sudah bangun."Baik, aku juga lapar," jawab Roni sembari bangkit dan melangkah ke kamar mandi untuk membasuh muka, setelah itu menyusul Mbak Maya ke ruang makan.Di sana sudah banyak menunggunya, kecuali Miya dan juga Meli."Meli mana?," tanya Roni saat tidak melihat salah satu di antara mereka di meja makan."Dia menginap, katanya di tempat anak-anak," jawab Mbak Maya sambil menyiapkan nasi di atas piring Roni."Dia mungkin masih rindu sama mereka, baiklah biarin saja," respon Roni."Lah, kalau Miya?

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 216

    Sementara di tempat lain terlihat Bara mendekati Lola yang sedang menyusui anak mereka, terlihat dari raut wajahnya kalau dia sedang gelisah."Ada apa sayang, kenapa wajahmu terlihat gelisah sekali?," tanya Bara, yang awalnya ingin langsung memberitahu Lola soal Sera."Ini Leon dari tadi menangis terus, suhu tubuhnya agak turun dari tadi pagi, sepertinya dia gak enak badan deh," jawab Lola.Bara menjulurkan tangannya menyentuh pipi putra kecilnya, dan benar tubuh Leon terasa panas."Sepertinya dia demam deh, kamu udah beritahu Mama?," tanya Bara."Belum, Mama, aku lihat seperti banyak pikiran jadi aku gak enak kalau ganggu, gimana ini aku khawatir sekali," kata Lola, dan saat itu juga Leon kembali menangis."Sini, biar aku yang gendong, aku akan bawa ke Mama," kata Bara, iya bagaimana pun mamanya seorang mantan dokter, jadi dia pasti tahu kondisi Leon saat ini jika ia diberitahu.Saat digendong oleh Bara, tangis Leon semakin menjadi-jadi, sampai-sampai wajahnya memerah."Apa dia dari

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 215

    Singkat waktu setelah tiba di Jakarta, Roni dan Bara ditanyai langsung oleh Mbak Maya hasil pembicaraan mereka dengan Tuan Kim.“Gimana hasilnya, apa semua lancar?” tanya Mbak Maya.“Iya, begitulah. Bara beritahu mamamu, papa capek sekali, sepertinya papa butuh istirahat dulu,” kata Roni, meminta Bara untuk memberitahu mamanya hasilnya. Roni mengecup kening Mbak Maya lalu masuk ke dalam rumah.“Eh, ada Sera. Nenek gak tahu kalau kamu juga ikut pulang,” kata Mbak Maya saat melihat Sera juga turun dari mobil.“Iya nih, Nek, sera di ajak papa. Nenek apa kabar? Pengen ketemu paman kecil, paman kecil dimana?” balas Sera, dan yang dimaksud Sera ialah Arga.“Ada tuh di dalam, ayo masuk saja lagi sama Bibi Lia,” jawab Mbak Maya. Sera pun langsung masuk ke dalam untuk menemui Lia dan Arga, karena sudah biasa juga di rumah itu jadi dia gak malu-malu.“Bara, gimana hasilnya, apa ada keputusan?” Mbak Maya mulai bertanya serius ke putranya mengenai hasil pertemuannya dengan Tuan Kim. Bara pun menj

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 214

    “Saran kamu memang bagus, Roni,” ucap Tuan Kim, “tapi maaf, aku hanya ingin melihat cucuku menikah di saat-saat terakhirku. Kondisiku semakin hari semakin memburuk, aku tidak tahu sampai kapan bisa bertahan. Aku akan merasa jauh lebih tenang jika melihat dia sudah menikah sebelum aku pergi. Jadi seperti yang kubilang tadi, kalau Bara tak setuju menikahinya, maka aku terpaksa harus menikahkannya dengan rekan bisnisku,” lanjutnya, memberi pilihan kepada Roni dan Bara.“Apakah Anda meragukan saya?” tanya Roni.“Tidak,” jawab Tuan Kim pelan, “aku sama sekali tak pernah meragukanmu. Tapi keinginanku memang hanya itu saja.”Bara yang sejak tadi diam akhirnya membuka suara.“Baik, aku setuju menikahi Sera,” ujarnya.Ia sadar, tak ada pilihan lain. Dalam pikirannya, hanya itu jalan keluarnya. Setelah menikahi sera nanti Tuan Kim bisa merasa tenang di akhir hidup. Setelah itu, Bara bisa menceraikan Sera dan membiarkannya memilih pasangan hidupnya sendiri. Jadi bisa dibilang, Bara menikahi Sera

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 213

    Setelah membicarakan soal masalah itu, Roni sebelum berangkat ke Surabaya memutuskan untuk pulang dulu dengan diikuti oleh Mbak Maya, sementara Meli masih tinggal untuk melepas rindu kepada anak-anak itu. Roni dan Mbak Maya memberikannya waktu untuk itu.Sesampainya di rumah, Ali yang sudah menunggu kedatangan papanya berdiri di depan pintu saat melihat mobil yang ditumpangi papanya memasuki halaman rumah.Saat papanya keluar dari mobil, Ali seketika berlari menghampirinya.“Papa...” peluknya erat untuk melepas rindu.“Eh sayang, kamu kapan tibanya?” tanya Roni.“Kemarin, Pa. Astaga, Ali begitu rindu sama Papa. Papa baik-baik saja kan? Maafkan Ali, Ali gak di rumah saat Papa kembali,” ucap Ali tanpa melepaskan pelukannya.“Iya, tidak mengapa sayang. Bagaimana dengan kuliahmu, semua lancar kan?” tanya Roni.“Iya, Pa. Seperti yang Mama dan Papa harapkan, Ali senang sekali Papa ternyata selamat. Ali setiap hari selalu memikirkan Papa, Ali tidak sanggup kehilangan Papa,” katanya sambil me

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 212

    Bara, ikut mama, mama mau ngomong sebentar denganmu," tiba-tiba Mbak Maya keluar dan menemui Bara yang sedang menggendong bayinya di halaman rumah."Baik, Ma," Bara pun mengikuti mamanya masuk."Ada apa, Ma? Sepertinya serius sekali?" tanya Bara, sebab ini adalah kali pertama mamanya ingin berbicara serius dengannya lagi setelah beberapa waktu lalu dia sempat mengecewakan mama karena gagal menangani perusahaan."Ini soal Sera," kata Mbak Maya."Sera? Ada apa dengan Sera?" tanya Bara. Sudah lama rasanya dia tidak membicarakan Sera lagi, dan tiba-tiba mamanya membahas soal Sera sekarang."Beberapa waktu lalu mama pergi menemui Sera di Surabaya, dan mama berbicara dengan kakeknya. Di sana mama membicarakan sesuatu yang serius tentang masa depan Sera. Mungkin ini sangat berat bagimu, tapi mama tidak punya pilihan juga. Jadi mama ingin tahu pendapatmu dan keputusanmu saja," ujar Mbak Maya."Maksud Mama? Bara belum mengerti apa yang Mama bicarakan, bukankah sera sendirinjuga setuju tinggal

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 116.

    Kembali ke Xyro. Di saat Xyro selesai mengangkat barang yang disuruh oleh mamanya, Xyro duduk di tepi trotoar sambil mengelap keringatnya menggunakan handuk kecil yang menggantung di lehernya. Detik itu dia terlihat seperti seorang kuli, bahkan di saat cewek-cewek yang lewat memperhatikannya, Xyro

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 115.

    “Kok malah aku, padahal kamu yang ngeyel, dan aku memaksamu tidur tapi gak mau,” kata Mbak Maya.“Aelah sayang, lagipula kamu suka kan, ya kan,” balas Roni sambil mengedipkan mata menggoda.“Roni… bisa tidak kamu bicaranya pilih tempat,” kesal Mbak Maya dibuatnya.“Hehe, maaf ma… Bara gak dengar ko

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 114.

    "Lalu bagaimana awal pertemuan Tante sama Om, apakah Om dulu pria kaya seperti sekarang atau gimana?" tanya Lola penasaran."Tidak, waktu itu dia bukan pria seperti sekarang. Tahu nggak, pas pertama kali ketemu itu Tante baru pulang dari rumah sakit. Tante kan dokter ya, jadi saat itu Tante nggak s

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 113.

    Keesokan harinya di Surabaya, terlihat Tuan Kim sangat kesal saat mengetahui bahwa Bara sudah tidak ada lagi di rumah itu.“Kamu yakin rumah itu sudah kosong?” tanya Tuan Kim kepada Sualo yang diperintahkan mencari Bara, sebab Bara dari semalam tidak muncul dan tidak ada kabar.“Benar, Tuan. Sepert

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status