로그인Semua menunduk hormat kepada Karin yang merupakan kepala klan Evernight. Karena sudah tidak ada lagi yang menantang, maka Karin menetapkan aturan yang ia buat sendiri sebagai kepala keluarga yang baru. Termasuk menguasai perusahaan-perusahaan Evernight.“Seminggu lagi, kita kembali ke negara Creston. Kumpulkan semua perwakilan, kita akan membahas rapat di sana,” ucap Karin.“Baik, Nona.”Acara pengakuan ini berjalan lancar, meski ada sedikit kehebohan. Karin bisa mengendalikan semua, ia juga tidak lagi malu-malu. Ia telah menjadi Karin yang sangat berbeda. Bahkan namanya sekarang adalah Guzela Zeline Evernight. Nama itu memang terasa berat karena memikul beban nama klan Evernight.“Nona, kita akan kembali ke negara Creston,” ucap Alexa.“Aku tahu. Tidak perlu melakukan apa pun.” Tidak ada alasan harus menghubungi Dewa, Damian maupun Leonard. Hubungan itu harusnya telah berakhir. Masing-masing telah menjalani kehidupan baru, dan Karin juga ingin memulai kehidupan sebagai ketua klan. “
Anggota klan Evernoght berada di luar, tepatnya di sebuah halaman yang telah disiapkan untuk melakukan taruhan panahan. Siapa pun yang menang, maka dia akan menjadi kepala klan selanjutnya. Memegang tampuk kekuasaan serta aset-aset keluarga Evernight.Taruhan yang sangat menggiurkan. Jika dengan pertandingan ini saja bisa menjadikan mereka sebagai kepala pelayan, maka tidak perlu adanya persaingan, bahkan saling menjatuhkan.Tentu saja hal ini membuat Alaric was-was. Ia baru saja selesai melatih Karin, tetapi pengalaman Josh tentu tidak bisa diremehkan. Dia pastinya sangat ahli dalam panahan. Bagaimana bisa Karin akan mengalahkannya?“Kemarilah, Edmund.”“Ya, Tuan.” Edmund mendekatkan diri, lalu Alaric berbisik. Ia mengangguk mengerti, lalu melangkah pergi.Alaric menghela napas panjang. Ia tidak akan membiarkan kepala klan dikuasai oleh yang bukan keturunan Ivana langsung. Ini hak Karin, bukan mereka.Masing-masing disuruh ke depan. Dua buah busur panah sudah tergeletak di meja, beri
Pesta pengakuan keturunan langsung.Sejak semalam, kerabat Evernight dari belahan negara telah datang ke pulau Serenova. Kastil di pulau ini juga telah dihias. Kerabat yang datang jauh dari berbagai negara bertanya-tanya mengenai acara yang dibuat oleh kepala klan.Mereka sempat mendengar desas-desus mengenai keturunan langsung. Ada yang tidak percaya karena keturunan tersebut telah tiada 25 tahun yang lalu. Ada yang mengira jika Alaric memilih satu di antara anak asuhnya untuk dijadikan kepala klan. Tentu saja pihak dari keluarga utama atau keturunan langsung tidak mau menerimanya.Mereka penasaran dengan situasi sekarang, terlebih lagi soal kerabat langsung yang turut hadir di acara ini. Beberapa anak asuh Alaric pun juga telah tiba. Mereka memasuki aula pesta, dan berkesempatan untuk saling sapa.Sebuah klan yang terdiri dari ratusan anggota, mungkin juga hampir seribuan bila dijumlahkan dengan pekerja Evernight. Mereka juga bagian penting dari klan karena mengurus segala harta, ke
Saat ini, Karin tengah berada di suatu pulau pribadi. Sehari-hari ia hanya melihat lautan, pasir putih, cahaya matahari yang bersinar terang, kegelapan malam, hingga suara ombak yang menderu damai. Karin tidak sendiri di pulau ini, ia ditemani oleh mentor serta penjaga. Setiap hari selalu ada pengajaran. Ia tersiksa, tetapi ini kewajiban sebagai seorang pewaris. Tidak ada lagi Karin yang dulu. Sekarang yang ada hanya Guzela Zeline Evernight. Latihan demi latihan, sesekali Karin mengingat Dewa, Damian dan Leonard. Sudah berbulan-bulan masih saja belum melupakan ketiganya. Entah ketiga pria yang di sana. Mungkin ia sudah digantikan. Karin tidak bertanya pada bawahannya, padahal mudah saja mencari tahu. Namun, ia tidak melakukannya, dan tidak ada yang akan mengatakan mengenai kabar Dewa, Damian dan Leonard tanpa diminta. Karin juga percaya seiring waktu ia bakal melupakan kenangan dari tiga kekasih serta kehidupannya selama menjadi seorang istri dan anak dari orang tua angkat. Sekaran
Sesampainya di rumah sakit, Shanaya masih ditangani. Damian juga tidak bisa melihatnya, dan kesal karena disuruh datang lebih awal. Ia bukannya tidak punya hati nurani. Ia akan datang, tetapi tidak sekarang. Terlebih lagi mendengar ibu mertuanya menangis, Damian benar-benar kesal. Pintu ruang gawat darurat terbuka. Seorang dokter muncul, lalu dikerubungi oleh ayah dan ibu dari Shanaya Shaw. Sebagai suami, Damian juga ikut mendengarkan. “Lukanya sangat parah. Kami sudah melakukan tindakan, dan nyawanya selamat.” “Apa salah putriku? Kenapa dia dicambuk dengan begitu kejamnya?” ucap Ibu Shanaya. “Seberapa parah?” tanya Damian pada dokter. “Seluruh tubuhnya terluka, kita harus merawatnya dengan baik karena luka-luka itu bisa menimbulkan bekas.” “Lakukan prosedur kecantikan jika dia sudah membaik. Soal biaya, tidak perlu khawatir. Keluarga Sinclair tak masalah soal itu.” Damian berperan seperti kepala keluarga. Inilah yang dilakukan oleh kakeknya selama menjadi kepala keluarga Sincl
“Kamu tidak waras, Sinta. Apa kamu tahu kalau aku sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga Sinclair. Sedangkan dirimu bukan siapa-siapa lagi bagi Dewa. Kamu melakukan ini, apa kamu tidak takut pada kemarahan keluargaku?” Shanaya mencoba mengulur waktu. Ia yakin Sinta akan berbuat nekat. Terlebih lagi wanita ini membawa cambuk. Ah, dia yang gila pasti akan melakukan apa saja. Shanaya harus bisa meloloskan diri dari wanita itu. “Hei, kalian berdua. Aku akan membayar kalian 10 kali lipat lebih banyak dari yang dijanjikan oleh Sinta. Bebaskan aku dan buat dia tergantung di tiang ini.”Mendengar ucapan Shanaya, membuat dua pria itu tertawa keras. Bahkan Sinta juga ikut-ikutan. Mereka menggeleng seolah tawaran tersebut sama sekali tidak berguna. Shanaya panik, apa lagi yang harus ia lakukan agar bisa bebas dari sini?“Apa saja akan kuberikan!” teriak Shanaya.“Benar juga, bukankah kamu memang wanita seperti itu. Hei, menurut kalian, bagaimana dengan wanita ini?” tanya Sinta.“Sangat cant







