分享

Part 36

last update publish date: 2026-05-08 19:26:36

Bunyi alarm yang menjerit-jerit memaksa Zivanya untuk bangun. Saat ia menggeser tubuh, sebuah pemandangan di sisi ranjang membuatnya tersentak hingga seluruh kesadarannya pulih seketika.

​Ariyan ada di sana. Lelaki itu berbaring telentang, masih dengan kemeja kusut yang sama dengan semalam. Lelaki itu pulas dalam lelap seolah-olah rumah tangga mereka tidak sedang berada di ambang kehancuran. Zivanya tertegun, menatap wajah suaminya dengan rasa tidak percaya yang membuncah. Bagaimana bisa setela
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (16)
goodnovel comment avatar
Q4rin4 Rp
Bhahahahaha pandai betol aurhor bikin balas berbalas pantun tu dua wanita
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
belom up lagi ka
goodnovel comment avatar
Ivana Oktaviana
menyala istri sahh, menunggu Aira kejang2 sendiri krna kebanyakan dramaa
查看全部評論

最新章節

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 318

    “Masih berani kamu menghubungi saya? Suami saya hampir mati gara-gara kamu, bajingan!" Seruni langsung mencaci maki Kaivan sebelum lelaki itu sempat memberi sapaan. “Kamu pikir kamu siapa berani-beraninya mempermainkan anak saya? Kalau sampai terjadi sesuatu yang lebih buruk pada suami saya, kamu harus tanggung jawab! Saya nggak akan pernah membiarkan kamu lepas!”Di seberang telepon Kaivan tercengang. Ia tahu setelah pembatalan rencana pernikahan pasti akan mendapat serangan. Yang tidak Kaivan duga Seruni mengaitkannya dengan Abi.“Om kenapa, Tante?” suara Kaivan terdengar terperanjat dari balik ponsel.“Masih berani kamu nanya kenapa, hah?!” bentak Seruni dengan intonasi suara semakin tinggi. "Gara-gara kamu penyakit jantung suami saya kumat! Dia pingsan dan sekarang terbaring kritis di rumah sakit!"Lidah Kaivan mendadak kelu. Pria itu menyandarkan tubuhnya di dinding. Ia tidak pernah membayangkan bahwa dampaknya akan menyeret nyawa pria paruh baya yang teramat dihormatinya."Tan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 317

    Zivanya terduduk lemas di kursi tunggu rumah sakit bersama Seruni dan Syabila. Ketiganya tampak sangat khawatir. Syabila yang langsung meluncur ke rumah sakit setelah menerima kabar darurat dari Seruni, tidak ada hentinya menangis. "Ini semua gara-gara si bajingan itu!” kecam Seruni yang masih dikuasai emosi. "Kalau sampai terjadi apa-apa sama Papi kalian, Mami nggak akan pernah maafin Kaivan! Nggak akan pernah!" Zivanya menggeleng pelan, air matanya kembali menetes. "Nggak, Mi. Ini salah aku. Aku yang jahat. Aku yang bikin Papi sampai kayak gini.” "Bukan salah kamu, Ziva!" bantah Seruni tegas. "Kamu itu korban. Kamu nggak usah melindungi laki-laki kurang ajar itu.” Belum sempat Zivanya membalas, pintu ruangan terbuka. Seorang dokter melangkah keluar. Ia melepas maskernya. "Keluarga Pak Abi?" Ketiganya seketika melonjak berdiri. "Saya istrinya, Dok! Bagaimana keadaan suami saya?!" balas Seruni cepat.

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 316

    Mobil Zivanya akhirnya memasuki pekarangan rumah. Belum lagi mesin mati sepenuhnya, pintu terbuka lebar. Seruni berlari tanpa memedulikan sandal rumahnya yang terlepas sebelah, disusul oleh Abi yang bergegas di belakangnya. "Ziva!” Seruni langsung merengkuh putrinya setelah Zivanya keluar dari mobil dengan tubuh seolah tidak bertulang. Zivanya membalas pelukan Seruni dengan lesu. “Tuh, kan! Mami bilang juga apa?" Seruni langsung mencerocos tanpa jeda. "Dari awal Mami tuh udah feeling nggak enak sama si Kaivan itu! Mami dari awal nggak pernah sreg! Sikap dia itu cuma pencitraan. Padahal aslinya muka dua!" omel Seruni berapi-api, napasnya memburu saat ia menuntun langkah Zivanya yang terhuyung untuk berjalan masuk ke dalam rumah. "Tapi kamu? Kamu keras kepalanya minta ampun! Dibilangin sama orang tua nggak pernah mau dengar! Selalu aja belain dia, merasa Kaivan itu pria paling idaman sedunia, paling mengerti sama kamu. Sekarang lihat, kan, hasilnya?! Kurang ajar banget itu anak! Tig

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 315

    Kaivan mengambil ponsel di saku celananya. Ia mencari kontak wedding organizer yang bertanggung jawab atas pernikahan mereka. Panggilan tersambung dengan cepat. "Halo, Mas Kaivan. Selamat malam. Ada yang bisa saya bantu, Pak?" suara ramah wedding planner menyapa dari ujung telepon. “Malam, Mbak. Tolong hentikan seluruh persiapan dekorasi dan segala macamnya. Pernikahan saya dan Zivanya resmi dibatalkan." Wedding planner terdiam beberapa detik. Ia sangat syok mendengarnya. "P-Pak Kaivan? Maaf, bercanda, kan, Pak? Ini tinggal tiga hari lagi, seluruh pembayaran gedung dan vendor sudah—" "Saya serius," potong Kaivan tegas. "Batalkan semuanya. Untuk seluruh denda pembatalan dan kerugian pihak vendor, kirimkan tagihannya langsung ke rekening pribadi saya. Saya yang akan menanggung seratus persen. Jangan hubungi Zivanya atau keluarganya." Tanpa menunggu balasan dari pihak WO yang masih shock, Kaivan memutus sambungan telepon. Ia mengambil napas dalam-dalam, mengisi rongga paru-parunya

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 314

    Zivanya membatu bagai patung. Ia masih belum bisa memercayai apa yang terjadi. Ia tidak mengerti. Ia tidak paham. "Kai...?" Suara Zivanya akhirnya keluar dengan begitu lirih, hampir tidak terdengar. Kaivan membalas panggilan Zivanya dengan tatapan tenang. Lelaki itu tidak terlihat panik atau merasa bersalah. Ia juga tidak tampak gugup karena tertangkap basah. Amanda turun dari pangkuan Kaivan dengan begitu lambat, tanpa terburu-buru—seperti seharusnya. Wanita itu menyibak rambutnya ke belakang, menyandarkan sebelah tangannya di bahu Kaivan seraya melemparkan tatapan sinis pada Zivanya. "Kamu bilang kamu sakit, Kai," ujar Zivanya sambil menahan diri agar tidak meneteskan air mata satu titik pun. "Jadi ini sakit yang kamu maksud?” Zivanya melangkah mundur. Seluruh sendi tubuhnya terasa lemas. Semua perhatiannya, kekhawatirannya, hingga rasa bersalahnya pada Kaivan selama beberapa hari terakhir terasa tidak ada gunanya. Pria green flag yang selalu bersikap sempurna, dewasa, dan pe

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 313

    Hari pernikahan Zivanya dan Kaivan yang akan digelar di salah satu ballroom gedung megah tinggal tiga hari lagi.Atmosfer persiapan tingkat akhir kian memuncak. Lalu lintas komunikasi dengan pihak Wedding Organizer berlangsung amat padat. Dimulai dari konfirmasi tata panggung, skema lighting, alur masuk tamu, hingga jadwal loading dekorasi di gedung. Sementara di kamar Zivanya, gaun pengantin putih yang sudah final fitting tergantung anggun dalam kain pelindung khusus, siap diangkut ke dressing room gedung di hari pelaksanaan.Semua orang bersuka cita. Keluarga sibuk memastikan daftar tamu, grup percakapan panitia penuh dengan pembaruan technical meeting, dan ucapan selamat dari para kerabat tak henti-hentinya memadati ponsel Zivanya.Zivanya sedang rebahan di tempat tidur ketika Seruni datang.“Ziva, ini baju Tante Andara ketinggalan di sini,” kata Seruni sambil menunjukkan baju seragam keluarga yang akan dikenakan di hari pernikahan nanti.“Astaga, Mi, kok bisa?”“Mami juga nggak ta

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 6

    Entah berapa lamanya Zivanya berdiri di depan pintu. Hingga ia tersadar ia tidak mungkin terus mematung di sana. Dengan embusan napas panjang ia terpaksa masuk yang langsung disambut oleh kegelapan. Zivanya sengaja tidak menyalakan lampu. Cahaya terang hanya akan memperlihatkan semua benda-benda

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 5

    Hati Zivanya yang telah hancur semakin tidak ada bentuknya lagi. Ia tahu Ariyan adalah laki-laki brengsek. Tapi tidak sedikit pun terlintas di pikirannya ide gila itu akan terlontar dari bibir Ariyan.Pria ini memintanya mematikan fungsi rahimnya secara permanen hanya demi kenyamanan perselingkuhan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 2

    Zivanya tidak tahu kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya bagaimana ia meringkuk di tempat tidur yang dingin sambil memeluk bantal. ​Saat cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, Zivanya mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah tempat

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 1

    Cahaya dari lampu taman di luar menembus tirai tipis kamar Zivanya, menyinari punggung Ariyan yang sedang bergerak liar di atasnya. Suara napas mereka beradu, berat dan memburu. Zivanya mencengkeram punggung Ariyan. Kukunya sedikit menekan kulit pria itu, mencoba menahan dirinya agar tidak melayang

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status