مشاركة

109. Misteri

مؤلف: PengkhayalMalam
last update تاريخ النشر: 2026-04-14 21:40:38

Sosok besar itu tidak langsung membalas, namun getaran halus dari tubuhnya semakin jelas terasa, seolah sesuatu di dalamnya benar-benar terusik untuk pertama kalinya sejak entah berapa lama. Ruang di sekitarnya ikut berdenyut, merespons perubahan itu, dan bayangan-bayangan lain yang sebelumnya mengintai kini mundur lebih jauh, seperti naluri mereka memaksa untuk menjauh dari pusat benturan dua eksistensi tersebut. Rael tetap berdiri di tempatnya, napasnya teratur meski jelas tubuhnya belum sepe
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   139. akses

    Ledakan kembali mengguncang Wilin tepat setelah kalimat itu keluar. Pecahan kayu dan debu beterbangan dari sisi jalan utama saat pasukan Obsidian mulai mendorong masuk lebih dalam ke desa.“Unit depan maju!”“Bersihkan seluruh perimeter!”Suara komando dingin menggema di tengah api dan tembakan.Pasukan simbol hitam langsung membalas dari balik rumah-rumah kosong. Dentuman senjata dan kilatan api memenuhi malam.Namun Rael sudah mengambil keputusan.Serath melihatnya lebih dulu. “Kau benar-benar akan pergi ke Merova.”“Ya.”“Sendirian?” tanya Lina cepat.Rael belum sempat menjawab ketika orang berjubah abu berkata pelan,“Itu satu-satunya cara.”Sunyi singkat.Mira langsung mendecak keras. “Aku BENCI saat orang misterius ternyata benar.”Orang abu itu menatap Rael lurus. “Pasukan besar tidak pernah berhasil masuk.”“Kami bukan pasukan besar,” balas Lina cepat.“Kalian tetap terlalu banyak.”Kalimat itu membuat semua diam.Krail akhirnya bicara lagi. “Kalau Merova benar-benar aktif, se

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   138. Sistem dunia lain

    Api terus membakar sisi timur Wilin sementara angin malam membawa abu beterbangan melintasi jalan desa. Namun setelah ucapan Krail, tidak ada satu pun orang yang langsung bergerak.Karena kalimat itu terlalu berat untuk diabaikan.Merova mengenal Rael.Lina menatap Rael perlahan. “Oke… sekarang aku mulai benar-benar takut.”Mira masih memegang senjatanya, tapi sorot matanya berubah lebih tajam dari sebelumnya. “Kau pernah ke Merova?”Rael menggeleng kecil. “Tidak.”“Lalu kenapa tempat itu bisa mengenalmu?”“Kalau aku tahu, aku tidak akan berdiri di sini.”Krail memperhatikan Rael beberapa detik sebelum berbicara lagi. “Kau memang tidak pernah masuk ke Merova.”Sunyi.“Tapi seseorang pernah membawamu keluar dari jalur sistem lama.”Serath langsung mengangkat kepala cepat.“Tidak mungkin…”Veyr juga menyempitkan mata sekarang. “Jalur sistem lama? Maksudmu—”“Eksperimen distribusi manusia,” potong Krail tenang.Udara terasa membeku.Bahkan kelompok berjubah abu kini benar-benar memperhat

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   137. Pertarungan

    Sunyi langsung menyelimuti jalan desa yang mulai dipenuhi asap.Api terus menjalar di sisi timur Wilin, namun tidak ada satu pun orang yang bergerak untuk memadamkannya. Semua perhatian tertuju pada kelompok abu itu.Dan pada satu kalimat terakhir mereka.Wilayah tidak stabil akan dihapus.Lina menatap tidak percaya. “Dihapus oleh siapa?”Orang berjubah abu menjawab tanpa emosi.“Oleh sistem.”“Itu bukan jawaban manusia normal.”“Karena sistem itu tidak dibuat untuk berpikir seperti manusia.”Rael memperhatikan setiap kata dengan tenang. Potongan-potongan yang sejak awal terasa kacau mulai tersusun.Fasilitas pusat.Jalur distribusi.Pengawasan wilayah.Dan sekarang—Merova.Sebuah pusat lama yang mungkin masih menjalankan logika dunia usang.Serath berbicara lebih dulu. “Kalau sistem itu aktif lagi, Dewan pasti tahu.”“Sebagian tahu,” jawab orang abu.“Dan mereka diam saja?”“Karena mereka tidak bisa menghentikannya.”Veyr menyipitkan mata. “Arkos bilang pusat Dewan mulai bergerak pa

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   136. Sistem Merofa

    Suara tembakan terus menggema dari utara. Tidak acak seperti baku tembak biasa—lebih teratur, bertahap, lalu disusul ledakan pendek yang membuat tanah bergetar ringan.Pasukan besar benar-benar sudah bergerak.Mira memandang cahaya api di kejauhan sambil tersenyum tipis tanpa humor. “Nah. Sekarang semua mulai saling bunuh.”Serath tetap fokus menghitung arah suara. “Bukan pertempuran penuh.”Lina menoleh cepat. “Kok bisa tahu?”“Karena mereka masih mengukur kekuatan lawan.”Rael masih menatap Veyr.“Dan kau sengaja menahanku di sini.”Veyr tidak menyangkal.“Kalau kau langsung bergerak ke utara, kau masuk di tengah benturan pertama.”“Masih lebih baik daripada bicara muter-muter.”Veyr tertawa kecil.“Aku mulai mengerti kenapa Arkos tertarik.”Namun sebelum percakapan berlanjut—salah satu pasukan simbol hitam tiba-tiba bergerak mendekati Veyr dan berbisik cepat di telinganya.Ekspresi Veyr berubah sedikit.Kecil.Namun cukup membuat Rael langsung waspada.“Apa?” tanya Rael.Veyr tida

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   135. Jalan Desa

    Angin malam bergerak pelan di antara rumah-rumah kosong Wilin. Tidak ada warga. Tidak ada suara hewan. Hanya bunyi kayu tua yang sesekali berderit tertiup angin.Veyr memegang pedangnya rendah, santai, tapi posisi kakinya stabil.Rael langsung tahu—orang ini jauh lebih berbahaya daripada pasukan simbol hitam biasa.Bukan karena ukuran tubuh.Karena ketenangannya.Mira bersandar di pagar kayu rusak sambil memperhatikan. “Aku mulai penasaran siapa yang mati lebih dulu.”“Semoga bukan kita,” gumam Lina.Serath tetap fokus penuh pada Veyr. “Perhatikan cara dia berdiri.”Lina menyipitkan mata. “Apa?”“Tidak ada gerakan sia-sia.”Rael mulai bergerak lebih dulu.Langkah pendek.Cepat.Tidak ada ancaman berlebihan.Veyr langsung merespons.Dentang logam keras memecah sunyi desa saat bilah pendek mereka bertemu.Sekali.Lalu langsung terpisah lagi.Tidak ada yang terdorong mundur.Namun mata Mira sedikit berubah.“Oh,” katanya pelan. “Cepat juga.”Veyr menyerang lebih dulu kali ini. Tebasan p

  • BAYANGAN PENASEHAT AGUNG   134. Lorong Gelap

    Lorong rel tua mendadak terasa lebih dingin setelah kalimat itu keluar. Bahkan Mira yang sejak tadi terlihat santai kini berhenti memainkan pisaunya.Rael menatap Kaiven lurus. “Siapa?”Kaiven menggeleng. “Tidak ada identitas pasti.”“Jumlah?”“Satu orang.”Lina langsung mengerutkan dahi. “Satu orang masuk lebih dulu ke wilayah yang bakal jadi medan tabrakan pasukan?”Mira mendengus kecil. “Entah sangat hebat… atau sangat gila.”Serath justru terlihat lebih waspada daripada sebelumnya. “Tidak. Itu lebih buruk.”Rael langsung memahami maksudnya.Kalau hanya satu orang dikirim lebih dulu sebelum pasukan besar bergerak—berarti orang itu punya tujuan khusus.Bukan penyerangan terbuka.Eksekusi.Pengambilan.Atau pengamatan.“Kapan dia masuk?” tanya Rael.“Sekitar tadi pagi.”Rael menghitung cepat dalam kepalanya.Kalau bergerak sekarang tanpa berhenti, mereka masih punya kemungkinan tiba sebelum situasi sepenuhnya jatuh.Kemungkinan kecil.Tapi masih ada.“Kita bergerak,” katanya singkat

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status