Share

Bab 11

Author: Alana Karin
last update publish date: 2026-06-01 08:53:47
Helena berhasil terprovokasi. "Kamu benar juga Tina."

Namun tuan besar menyela, ia yang sejak tadi hanya diam sekarang ikut berbicara. "Sudahlah, ma. Masalah kaya gini gausah di besar-besarin. Naren itu belum bisa berkata jelas jadi apa yang dia ucapin terdengar seolah manggil mama."

"Bukankah ini bagus, artinya pertumbuhan Naren bagus di tangan Kania," lanjutnya.

Mendengar itu Helena langsung bungkam.

Sedangkan Kania merasa lega karena setidaknya tuan Mahendra sudah menjadi penengah yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 12

    Bagas terdiam, pertanyaannya tadi terjawab. Rupanya yang membuat Kania bersedih adalah ketika perempuan itu tahu statusnya dengan Frsica masih belum resmi bercerai."Ga penting aku tahu dari mana," ujar Kania ketus."Jawab pertanyaan saya Kania?" Bagas mencengkram rahang Kania dan menarik wajahnya agar menatap kearahnya.Kania meringis tapi dia tak memberi jawaban apa-apa. Hingga membuat Bagas tampak geram. Pria itu mencengkram pipi Kania semakin kuat."Saya ga main-main sama kamu. Kamu udah setujui tawaran saya, dan saya udah kasih kamu 600 juta sampai pengobatan kakakmu bisa di proses. Jadi saya harap kamu hanya becanda dengan perkataanmu hari ini ketika tidak ingin berhubungan dengan saya lagi," tekan Bagas membuat pipi perempuan itu merah.Kania meringis kesakitan dia memegangi tangan Bagas berharap pria itu akan melepaskan tangannya dari pipinya. "Sakit, Tuan.""Kamu tahu saya bisa sakitin kamu lebih lagi jika kamu berani bermain-main dengan saya," ancamnya."Saya sudah tahu ruma

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 11

    Helena berhasil terprovokasi. "Kamu benar juga Tina." Namun tuan besar menyela, ia yang sejak tadi hanya diam sekarang ikut berbicara. "Sudahlah, ma. Masalah kaya gini gausah di besar-besarin. Naren itu belum bisa berkata jelas jadi apa yang dia ucapin terdengar seolah manggil mama." "Bukankah ini bagus, artinya pertumbuhan Naren bagus di tangan Kania," lanjutnya. Mendengar itu Helena langsung bungkam. Sedangkan Kania merasa lega karena setidaknya tuan Mahendra sudah menjadi penengah yang bisa menjelaskan pada nyonya Helena. Wajah Helena berubah masam karena kesal suaminya terkesan membela Kania. "Kamu juga Tina, jangan memprovokasi orang." Sorot mata tuan Mahendra beralih pada Tina. Wanita itu kemudian terdiam. Hingga suasana sore itu senyap sekejap. Kania pun menghela napas, dalam hati ia bersyukur karena di rumah ini masih ada orang yang mau memihaknya. Sesaat suasana hening. Tina kembali memulai percakapan setelah jeda panjang, "Frisca kan udah ajukan cerai sama Bag

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 10

    Kania kemudian mendekati mobil hitam itu. Ia segera masuk ke dalam dan langsung bertatapan dengan Bagas. Kania tidak menyangka jika Bagas akan ikut menjemputnya. Keduanya saling bertatapan, tapi cukup sebentar sampai akhirnya perintah Bagas mengembalikan fokus Kania. "Pangku Naren." Akhirnya Kania mengambil alih tubuh mungil Naren ke dalam pangkuannya. "Setelah ini saya akan antarin kamu dulu baru saya akan langsung ke kantor." Kania mengangguk. Bagas tidak banyak bicara lagi sampai akhirnya mobil itu menjauh. *** Setelah Bagas bekerja sepanjang hari, ia akhirnya bisa melakukan peregangan pada kedua tangannya. Ia baru saja selesai memeriksa beberapa dokumen, dan setidaknya kini ia memiliki waktu untuk istirahat. Bersamaan dengan itu ia melihat Bastian masuk ke dalam ruangannya. Kemudian sebuah map biru yang dia bawa di serahkan kepada Bagas. Tanpa bertanya lagi Bagas langsung mengambilnya dan membaca dengan seksama. Ia kembali mengenakan kacamata bacanya, dan membaca dokum

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 9

    Tak lama Kania muncul dengan wajah yang terlihat segar. Kaus milik Bagas yang ia kenakan terlihat kedodoran, menutup sampai ke lututnya."Tuan," sapa Kania.Bagas berbalik. Seolah tahu apa yang sedang Kania nantikan saat ini.Pria itu berjalan memasuki kamar masih dengan menggendong Naren. Kemudian membuka brangkas yang ada di dalam lemarinya.Di sana ia mengambil sejumlah uang yang Kania butuhkan, lalu memasukannya ke dalam koper kecil."Ini 600 juta lebih. Lebihannya buat kamu."Kania segera menerima koper itu dan mengamankannya. "Aku juga mau minta izin buat kasihin uang ini ke bibi aku yang lagi jaga masku di rumah sakit.""Masmu itu sebenarnya masih muda atau udah tua?" tanyanya dengan alis terangkat. "Sepertinya seumuran tuan," jawab Kania.Bagas tak membalas lagi. Dia hanya mengangguk karena informasi lanjutannya sedang di cari oleh Bastian."Kamu boleh antar uang itu ke rumah sakit, tapi setelah urusannya selesai kembali lagi. Sementara saya akan jaga Naren di rumah.""Baik,

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 8

    Kania tak mau membuat Bagas ragu hingga ia tak jadi mendapatkan 600 juta malam ini. "Tuan, bisa keluarin di luar." Bagas tersenyum sinis jelas semakin tidak bisa menahan diri. Akhirnya ia tetap melanjutkannya. Dia kembali menekan dirinya. "Saya juga ga bakal tanggung jawab kalau kamu kesakitan dan besok ga bisa jalan." Kania mengerjap. Dan tidak lama rasa sakit itu benar-benar menghampirinya. Bagian Bagas baru ujungnya yang masuk namun ini sudah begitu nyeri. Sampai akhirnya hentakan yang kuat itu terjadi dan membuat benda Bagas membenam penuh di dalam Kania. Gadis itu meremas seprai menahan nyeri dengan wajah yang mengetat dan mata yang memejam. Bagas tidak tahu seperti apa rasanya, karena ini adalah pengalaman yang pertama setelah dulu di bohongi oleh mantan istrinya. Tapi tanda merah nampak mengalir cukup banyak dari sela-sela itu. Bagas tersenyum, kemudian mencium Kania. Dan mulai menggerakan pinggulnya keluar masuk dari sana. Pria itu menatap wajah Kania yang mem

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 7

    Kania menelan ludah. Tubuhnya terasa panas. Namun ia merasa tak bisa melewatkan kesempatan ini. Akhirnya ia tidak punya pilihan lain selain menyetujui. "Baik, aku setuju. Aku janji ga bakal bilang sama siapa-siapa." Bagas menatap Kania dalam. Sorotnya tak melembut sama sekali. "Saya ga akan tanggung jawab kalau nanti kamu baper sama saya. Kamu setuju dengan keputusan ini karena kamu sadar bukan karena paksaan saya." Kania mengangguk mantab walau terselip sedikit keraguan. "Aku yakin ga akan baper dan aku bisa pastiin itu." Bagas mendekati bibir Kania dan langsung membungkamnya dengan ciuman, tak hanya itu Bagas juga melumatnya. Kania terkesiap karena ini terlalu cepat. Tubuhnya langsung berdesir. Ciuman ini adalah hal yang pertama kali ia lakukan, ia belum pernah berciuman bahkan dengan kekasihnya sekalipun. Namun apa yang pria itu lakukan seolah mengajaknya terhanyut ke dalam sensasi yang lebih jauh, yang lebih nikmat. Bibir pria itu basah, dan juga terasa lembut. Kan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status