Share

Bab 165

Author: Skyy
last update publish date: 2026-02-11 23:35:43

Di aula keluarga Nasution, suasana membeku total. Semua orang terpaku. Mulut mereka terbuka, tetapi tidak ada suara yang keluar.

Kepala keluarga Arkana menghormati Harris Gunawan?

Bahkan mengatakan dirinya tidak layak menjadi temannya?

Bagaimana mungkin?

Dari ujung sambungan telepon, suara Arman kembali terdengar. Nadanya jauh lebih sopan dibanding sebelumnya, bahkan cenderung merendah.

“Saya mendengar bahwa Nona Sera Nasution telah bertunangan dengan Tuan Harris. Hari ini beliau datang berkunj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 233

    Kirana tertegun. “Kau... sudah mempelajarinya?”Kirana terdiam sejenak, lalu menatap Harris dengan ekspresi terkejut. “Secepat itu?”Harris mengangguk santai. “Aku hanya melihatmu mendemonstrasikannya sekali. Tidak terlalu sulit.”Sekali lihat langsung paham?Kirana benar-benar tercengang.Saat pertama kali belajar mengendarai motor, ia harus mencoba ratusan kali sebelum akhirnya bisa menguasainya dengan lancar. Bahkan setelah itu, ia masih dipuji sebagai seorang jenius.Namun Harris? Pria itu hanya menonton sekali, lalu berkata sudah memahaminya.Ini bukan lagi bakat, jelas sesuatu yang tidak masuk akal.“Harris, jangan gegabah.” Kirana mengernyit, nada suaranya dipenuhi kekhawatiran. “Mengamati sekali saja belum cukup. Bagaimana kalau terjadi sesuatu di lintasan?”Namun Harris menatapnya dengan tenang, lalu tersenyum tipis. “Jangan khawatir. Aku benar-benar sudah memahaminya.” Pandangannya turun ke kedua tangan Kirana. “Lagipula, tubuhmu masih sedikit gemetar. Kau masih takut, bukan

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 232

    “Ahhh!”Jeritan melengking menggema di lintasan saat Kirana mencengkeram setang sekuat tenaga, berusaha mengendalikan sepeda motor yang mendadak liar dan sulit ditaklukkan. Namun situasinya jauh dari mudah.Di satu sisi, lonjakan akselerasi yang tiba-tiba membuatnya panik. Dalam keadaan kalut, Kirana kesulitan menjaga keseimbangan kendaraan itu.Di sisi lain, Harris memeluknya erat dari belakang demi menstabilkan posisi mereka. Tubuh pria itu hampir menempel sepenuhnya ke punggungnya, dan Kirana bahkan dapat merasakan dentuman jantungnya yang kuat.Sensasi tersebut membuat wajahnya memanas. Pikirannya seketika kosong.Pada momen itu, seluruh pengalaman dan keahliannya seolah lenyap tanpa bekas.Sementara itu, Harris sama sekali tidak memiliki niat lain.Motor itu melaju oleng seperti orang mabuk, bergoyang ke kiri dan kanan, nyaris terbalik kapan saja. Karena itulah ia menahan tubuh Kirana dengan erat. Ia sedang melindunginya. Jika kendaraan itu benar-benar terjatuh, ia sudah siap men

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 231

    “Harris, jangan pedulikan dia. Kalau kau belum bisa mengendarai motor, aku yang akan mengajarimu.”Melihat keduanya pergi bersama, wajah Nicholas berubah sedingin es. Di balik sorot matanya, sekilas terlintas niat membunuh yang suram.Clarentine dan Felix berpura-pura tidak melihat apa pun.Keduanya mendorong motor masing-masing menuju lintasan, seolah tak ingin ikut campur.Di sisi lain.Setelah membawa Harris berjalan agak jauh, Kirana berhenti. Ia berbalik, lalu menatap pria itu dengan sorot mata yang mengandung rasa bersalah. “Harris, maafkan aku. Aku tidak menyangka Nicholas akan bersikap sebegitu keterlaluan.” Suaranya melunak. “Kalau berada di sini membuatmu tidak nyaman, kita bisa pergi sekarang juga.”Namun tepat pada saat itu, suara Clarentine terdengar dari belakang, bernada geli dan penuh godaan. “Wah... langka sekali. Aku belum pernah melihat Kirana sepeduli ini pada pria mana pun.” Ia menahan tawa. “Jangan-jangan ini cinta sejati. Benar begitu, Felix?”Felix memasang waj

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 230

    Arena balap terbuka itu sangat luas. Di bagian tengah terbentang lintasan melingkar berukuran besar, sementara di sekelilingnya berjajar sepeda motor premium dengan desain agresif dan mengilap.Saat itu, cukup banyak orang sedang memacu kendaraan mereka di lintasan.Deru mesin saling bersahutan.Sorak-sorai penonton menggema dari berbagai sisi, menciptakan atmosfer panas yang sarat adrenalin.Melihat pemandangan semarak tersebut, mata Kirana langsung berbinar. Semangatnya meningkat seketika. “Harris, ayo kita pilih motor!”Tanpa ragu ia meraih lengan pria itu dan menariknya menuju deretan kendaraan.Harris hanya tersenyum tipis, membiarkan dirinya dibawa pergi.Clarentine dan dua temannya jelas sudah sering datang ke tempat ini. Mereka dengan cepat memilih kendaraan yang biasa mereka gunakan, lalu mendorongnya keluar menuju area siap lintasan.Dari seluruh kelompok itu, hanya Harris yang belum memilih apa pun. Ia memang berniat mengamati terlebih dahulu, melihat cara orang lain mengen

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 229

    Setelah itu, ia cepat-cepat mengalihkan topik.“Harris, ini Clarentine, sahabatku.” Kemudian ia menunjuk salah satu pria di sampingnya yang mengenakan pakaian kasual. “Ini Felix, putra sahabat ayahku. Kami sudah berteman sejak kecil.”Lalu ia menunjuk pria terakhir yang mengenakan setelan putih rapi. “Dan ini Nicholas. Dia baru kembali dari luar negeri. Klub ini milik keluarganya.”Harris mengangguk ringan dan menampilkan senyum tipis. “Halo.”Felix langsung menyambut dengan tawa lepas dan sikap akrab. “Haha, kalau kau teman Kirana, berarti kau juga temanku.” Ia menepuk dadanya sendiri. “Teman Felix adalah saudara. Tapi serius, aku tak menyangka gadis secantik Kirana bisa jatuh hati padamu.”Ia mendekat sedikit, lalu berbisik dramatis. “Ada rahasia khusus? Bagi ilmunya pada adikmu ini.”Sikap santainya membuat Harris cukup nyaman.Setidaknya, pria ini jauh lebih menyenangkan daripada kebanyakan anak orang kaya yang pernah ia temui.Sementara itu, Clarentine mengamati Harris dari atas

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 228

    Harris mengangkat sebelah alis dan menatap Kirana dengan sorot mata ganjil. Ia benar-benar tidak menyangka perempuan itu ternyata gemar mencari sensasi.Sejujurnya, sejak kecil hingga dewasa, ia belum pernah sekali pun menyentuh sepeda motor.Saat keluarga Gunawan masih berada di masa jayanya, kendaraan seperti itu tidak pernah mereka butuhkan. Setelah kondisi keluarga jatuh, mereka justru tak lagi mampu membelinya.Karena itu, Harris memang sama sekali tidak tahu cara mengendarai motor. Namun justru karena itulah rasa penasarannya bangkit. Ia ingin mencoba sesuatu yang belum pernah disentuhnya.“Ayo, ikut denganku,” Kirana menyambutnya dengan penuh semangat.Dengan gerakan natural, ia nyaris menggandeng lengan Harris sebelum membawanya masuk ke klub motor.Keduanya terlebih dahulu mendaftar dan menyelesaikan pembayaran.Setelah itu, mereka menuju ruang ganti masing-masing untuk mengenakan perlengkapan balap.Harris selesai lebih dulu. Ia duduk tenang di ruang tunggu tanpa banyak eksp

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 185

    Namun saat itu, telinganya menangkap suara sangat pelan dari arah kamar mandi.Ia tersenyum miring. “Ah… jadi masih ada satu lagi.”Ia menatap Reno dengan mata dingin. “Kalau kau tak patuh, aku akan membunuh orang tuamu. Dan adikmu yang bersembunyi di kamar mandi.”Ia tertawa pelan. “Berapa umurnya

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 184

    Kediaman keluarga Kurniawan.Rumah itu sederhana, Ayah Reno pekerja pabrik dan Ibunya operator jalur perakitan. Hidup mereka pas-pasan namun cukup untuk membesarkan dua anak.Kini aula rumah itu kacau, perabot terbalik dan darah berceceran. Kedua orang tua Reno terbaring tak sadarkan diri di lantai

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 183

    Tak lama kemudian, Harris membantu Keira naik ke lantai atas. Kondisi Kepala keluarga Adhyra ternyata jauh lebih sederhana dibandingkan Fisik Sembilan Bara Primordial milik Keira. Dengan penyaluran energi spiritual yang stabil, pernapasan pria tua itu kembali normal. Wajahnya yang pucat berangsur p

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 182

    Harris meliriknya sekilas, seolah pertanyaan itu tidak relevan.Reynard menggertakkan gigi. “Aku putra sulung keluarga Mahatama dari Kota Mandalajaya… H-hentikan sampai di sini. Aku tak akan melaporkan ini.”“Keluarga Mahatama tak akan mengusikmu.”Baginya, ini hanya langkah mundur sementara. Begit

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status