Teilen

Bab 174

last update Veröffentlichungsdatum: 29.06.2026 21:46:55

Kevin segera menoleh ke arah Celine sambil mengangkat suaranya. "Celine, jangan takut!" Ia menunjuk Raka dengan wajah penuh keyakinan. "Laki-laki mana yang tidak menghabiskan uang demi perempuan yang disukainya?"

Kevin mendengus sinis, tatapannya semakin tajam. "Dia cuma kesal karena gagal mendapatkanmu. Sekarang dia sengaja mempermalukanmu sebagai pelampiasan."

"Orang seperti itu bahkan tidak pantas disebut laki-laki."

Ucapan Kevin kembali membangkitkan keberanian Celine yang tadi sempat runtu
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 204

    Saat itulah Komandna Arman bergerak.Di bawah tatapan semua orang yang dipenuhi keterkejutan, dia mengeluarkan pistol dari pinggangnya dengan gerakan yang tenang.Klik.Suara logam yang tajam membuat bulu kuduk semua orang berdiri. Namun, alih-alih mengarahkan moncong senjata itu kepada Raka, Komandan Arman justru melangkah maju dan menyodorkannya. Tatapannya tetap dingin tanpa sedikit pun emosi."Kau yang melakukannya sendiri… atau aku yang melakukannya untukmu?"Kalimat itu menghantam seluruh kantin jauh lebih keras daripada perintah ‘tembak pelakunya’ sebelumnya.Semua orang benar-benar terpaku.Apa pelakunya bahkan diberi kesempatan melakukannya sendiri? Komandan Unit ini benar-benar bertindak di luar dugaan.Tidakkah beliau khawatir Raka yang sudah berada di ujung tanduk akan kehilangan akal, merebut pistol itu, lalu mengamuk di dalam kantin?Bukankah adegan seperti itu sering muncul dalam film, ketika seseorang yang sudah putus asa memilih menyeret orang lain bersamanya?Ketika

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 203

    Bisik-bisik langsung memenuhi kantin.Para kadet memandang Raka dengan sorot mata penuh simpati. Selesai sudah, kali ini Raka benar-benar tamat.Senyum di wajah Kevin dan Celine semakin lebar. Mereka bahkan sudah membayangkan Raka dibawa pergi di depan semua orang, dipermalukan habis-habisan, lalu menjalani hukuman yang berat.Itulah akibatnya jika berani menentang kelompok mereka. Sekalipun sekarang Raka berlutut dan memohon ampun, semuanya sudah terlambat.Namun, pada detik berikutnya, tatapan Komandan Arman berubah semakin dingin. "Lalu, bagaimana dengan orang yang sengaja memutarbalikkan fakta, membuat tuduhan palsu, dan berusaha menyesatkan publik?"Komandan Hendra menarik napas dalam sebelum menjawab dengan suara yang bergema di seluruh kantin. "Lapor, Komandan Unit! Pada masa perang, tindakan tersebut termasuk pelanggaran yang sangat berat. Perbuatan itu setara dengan pengkhianatan dan merupakan kejahatan yang tidak dapat diampuni!"Komandan Arman mengangguk pelan. Kemudian, de

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 202

    Melihat Raka sama sekali tidak menunjukkan rasa takut, bahkan masih bisa tersenyum, kemarahan Celine semakin membuncah. Dia merasa wibawanya sedang diabaikan. Tanpa berkata apa-apa, dia melirik Kevin.Kevin langsung memahami maksudnya. Dia melangkah mendekat, lalu berbisik dengan nada mengancam. "Raka, jangan keras kepala! Kalau Komandan Unit Arman tahu kau memukulku dan membuat keributan di kantin, menurutmu kau masih bisa lolos?"Dia menyeringai sinis. "Apalagi kalau nanti aku menambahkan sedikit bumbu pada ceritanya. Itu sudah cukup untuk membuatmu menerima hukuman berkali-kali."Kevin kemudian menunjuk ke arah Celine. "Celine sudah memberimu jalan keluar. Itu satu-satunya kesempatanmu untuk selamat. Cepat berlutut, minta maaf kepada kami, lalu penuhi semua syaratnya. Kalau tidak, bahkan dewa pun tidak akan bisa menyelamatkanmu.""Begitukah?" Senyum Raka justru berubah semakin dingin.Di bawah tatapan semua orang, dia sama sekali tidak terlihat panik. Sebaliknya, dia dengan tenang

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 201

    Ketika suasana di kantin membeku dan semua orang menunggu bagaimana para instruktur akan menangani keributan itu, sebuah tekanan yang jauh lebih besar tiba-tiba menyelimuti ruangan."Sudah cukup membuat keributan?"Suara itu tidak terdengar keras, tetapi wibawanya langsung membungkam seluruh kantin.Semua orang spontan menoleh ke arah pintu.Di sana berdiri sosok pria, tatapannya yang setajam elang menyapu setiap sudut ruangan tanpa melewatkan seorang pun. Tekanan tak kasatmata langsung memenuhi udara hingga suasana di dalam kantin terasa beberapa derajat lebih dingin."Komandan Unit!"Ekspresi Komandan Hendra beserta para instruktur lainnya langsung berubah. Hampir secara refleks mereka menegakkan badan dan memberi hormat militer dengan sikap sempurna.Orang yang baru datang adalah Komandan Arman Halim.Para kadet yang semula masih berkerumun langsung ketakutan oleh aura pria itu. Mereka buru-buru mundur dan membuka jalan.Beberapa mahasiswa senior yang belum memahami situasi hanya b

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 200

    Kekuatan pukulannya begitu besar hingga kepala Kevin terlempar ke samping dan darah langsung muncul di sudut bibirnya.Suasana mendadak membeku.Para kadet yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi langsung tercengang.Di mata mereka, Kevin baru saja berlari ke depan, lalu terdengar suara tamparan keras.Sesaat kemudian, dia sudah jatuh ke lantai.Inilah momen yang dia tunggu-tunggu.Kevin menutupi wajahnya dan mengerang kesakitan. Kemampuan aktingnya benar-benar pantas mendapat penghargaan."Ada yang dipukul! Raka Mahendra memukul orang!"Dia berguling-guling di lantai sambil berteriak sekuat tenaga."Instruktur! Instruktur, tolong saya! Raka memukul orang di depan umum! Tolong beri saya keadilan!"Benar-benar contoh sempurna seorang pelaku yang lebih dulu menuduh korbannya."Sial!"Bara dan yang lain melihat semuanya dengan jelas dan langsung meledak marah."Kau bohong! Kau yang memukul dirimu sendiri!"Bara begitu marah hingga seluruh tubuhnya gemetar. Dia menunjuk Kevin ya

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 199

    "Aku akan mengatakannya sekali lagi. Kembalikan uang tiga ratus juta itu hari ini. Kalau tidak...""Kalau tidak apa?"Melihat begitu banyak orang berada di pihaknya, Kevin kembali dipenuhi rasa percaya diri dan langsung memotong ucapan Raka. "Apa? Kau mau memukulku?""Raka Mahendra, kuberitahu sesuatu. Ini lingkungan militer! Di sini ada para kadet yang sedang menjalani pelatihan, sama seperti kita."Dia menunjuk ke arah orang-orang di belakangnya, lalu menyapu pandangan ke sekeliling dengan ekspresi sombong. "Hari ini, coba saja sentuh aku sekali. Begitu banyak mata yang melihat. Mereka semua adalah saksi!"Melihat Raka tetap diam, Kevin mengira lawannya tidak berani bertindak. Kepercayaan dirinya langsung melonjak. Dia bahkan melangkah maju beberapa langkah dan mengangkat dagunya dengan angkuh."Ayo! Pukul aku!""Ayo…! Pukul aku kalau berani!"Serangkaian tindakan aneh Kevin membuat seluruh kantin tercengang. Ekspresi percaya dirinya yang berlebihan, ditambah ucapan yang begitu prov

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 1

    Langit sore di atas Akademi Tempur Garuda tertutup awan kelabu pekat. Gumpalan mendung menggantung rendah, seolah menekan seluruh kompleks akademi dengan beban tak kasatmata.Di plaza utama, ribuan peserta berdiri dalam barisan panjang menghadap panggung ujian raksasa. Layar hologram, menara sensor

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 88

    Jenderal tua itu mengetuk-ngetuk lembar laporan di depannya dengan ujung jari. "Profil psikologis anak ini bersih total tanpa noda. Tidak ada rekam jejak trauma, tidak ada anomali temperamen.""Bukankah itu indikator yang bagus, Jenderal?""Justru itulah letak masalah terbesarnya," tatapan mata san

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 8

    “SEMUA DIAM!”Tiba-tiba, suara menggelegar meledak di tengah arena, langsung menarik perhatian seluruh siswa baru.Seorang pria bertubuh tegap berdiri di depan barisan. Kulitnya gelap, rahangnya keras, dan sorot matanya tajam seperti bilah pisau yang menyapu kerumunan tanpa jeda. Namanya Arman Hali

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 2

    Senja tenggelam perlahan di balik menara Akademi Tempur Garuda.Sorak-sorai plaza ujian sudah lama padam, digantikan suara langkah para peserta yang dibagi menuju gedung masing-masing. Mereka yang berbakat dibawa ke asrama utama. Mereka yang memiliki koneksi dijemput kendaraan keluarga.Dan mereka

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status