Teilen

Bab 37

last update Veröffentlichungsdatum: 22.05.2026 23:50:30

Sementara itu, tepat di atas mereka, di antara bayangan rangka besi gudang yang gelap, tubuh Raka sudah bergerak tanpa suara. Ia memanfaatkan perhatian musuh yang sepenuhnya tertarik pada Jefri untuk berpindah posisi tepat di atas unit infiltrasi tersebut. Gerakannya ringan dan nyaris menyatu dengan kegelapan, sementara tatapannya tetap tenang dengan tekanan dingin yang membuat suasana terasa semakin mencekam.

“Gudang Nomor Dua... siap.” Suara Raka terdengar rendah melalui mikrofon komunikasi.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 160

    Kilatan kesal langsung melintas di wajah Hendra. Alih-alih mundur atau memperbaiki pertahanan, ia memilih mengambil risiko. Dengan memanfaatkan jarak yang sangat dekat, tubuhnya melesat maju dan menghantamkan kepala ke arah wajah Raka.Gerakan itu muncul tiba-tiba dan sangat berbahaya. Namun reaksi Raka bahkan lebih cepat. Begitu membaca niat lawannya, ia langsung melepaskan pegangan pada belati, menarik tubuh ke belakang, lalu menghindari benturan tersebut dengan selisih yang sangat tipis.Kesempatan itu langsung dimanfaatkannya. Tubuh Raka melonjak berdiri, sementara tangan kanannya menyambar sebuah pistol yang tergeletak di lumpur tidak jauh dari mereka.Dalam satu gerakan yang bersih dan tanpa keraguan, laras senjata itu terangkat dan berhenti tepat mengarah ke kepala lawannya.Suasana hutan mendadak sunyi.Hanya napas berat dua orang yang baru saja mempertaruhkan segalanya dalam pertarungan tersebut.Pada saat yang sama, hujan yang mengguyur sejak tadi akhirnya berhenti. Tetesan

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 159

    Dengan refleks luar biasa, Hendra segera menarik tubuhnya ke belakang. Ujung belati hanya menyentuh jakunnya dan meninggalkan sensasi dingin sebelum melintas beberapa sentimeter dari kulitnya.Keduanya langsung bertukar serangan.Buk! Buk!Tinju menghantam udara, kaki menyapu tanah berlumpur, sementara kilatan belati terus muncul dan menghilang di tengah hujan yang mulai mereda. Tidak ada gerakan yang sia-sia. Setiap langkah, setiap serangan, dan setiap perubahan posisi dilakukan dengan tujuan yang jelas.Di dalam tenda medis, suasana berubah sunyi.Semua mata terpaku pada layar.Apa yang terjadi di hadapan mereka sudah jauh melampaui batas latihan militer biasa. Pertarungan itu tidak lagi terlihat seperti duel antara instruktur dan mahasiswa baru, melainkan bentrokan dua predator yang sama-sama berusaha mengambil kendali medan tempur.Wajah Reyhan dan Damar berubah pucat. Keduanya hanya bisa menatap layar tanpa berkedip saat menyaksikan bagaimana Raka terus memaksa Hendra bertahan. B

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 158

    Di dalam hutan, situasi mulai berubah secara perlahan.Hendra terpaksa menghentikan pengejaran sejenak untuk membersihkan lumpur yang menempel pada tangannya dan pegangan pistolnya. Waktu yang tampak singkat itu justru menjadi kesempatan emas bagi Raka untuk menghilang lebih jauh ke dalam rimbunnya hutan. Kali ini ia tidak melakukan kesalahan yang sama.Raka sengaja membungkus alas sepatunya menggunakan dedaunan besar agar bekas langkah menjadi samar. Saat bergerak, ia memilih melompati akar pohon, batu besar, dan area yang tidak meninggalkan jejak jelas, sementara hujan yang masih turun membantu menghapus sisa-sisa petunjuk yang mungkin tertinggal.Bahkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, ia beberapa kali berjalan mundur dan mengubah arah secara tiba-tiba. Siapa pun yang mencoba melacaknya hanya akan menemukan jejak palsu yang sengaja dibuat untuk menyesatkan.Ketika Hendra akhirnya selesai membersihkan tangannya dan kembali melanjutkan pengejaran, ekspresinya perlahan berub

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 157

    Saat menerobos semak belukar yang tumbuh rapat di depan, tubuhnya tiba-tiba kehilangan pijakan lalu terjatuh ke dalamnya.Bruk!Mata Hendra langsung berbinar ketika melihat pemandangan itu. Kesempatan yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul setelah pengejaran panjang yang melelahkan.Tanpa membuang waktu, ia melakukan gerakan berguling taktis dan langsung menerjang ke arah semak tersebut. Dalam pikirannya, mahasiswa baru yang sudah berada di ambang batas itu akhirnya melakukan kesalahan fatal.Namun ketika langkahnya hampir mencapai lokasi itu, tanah di bawah kakinya mendadak runtuh.Krek!Lapisan dedaunan dan tanah basah yang menutupi permukaan langsung amblas, memperlihatkan sebuah lubang jebakan yang disamarkan dengan sangat rapi.Refleks Hendra bekerja nyaris seketika. Saat tubuhnya mulai terjatuh, kedua tangannya langsung mencengkeram sisi lubang, sementara otot pinggang dan perutnya berkontraksi kuat untuk memutar tubuh ke atas sebelum akhirnya mendarat kembali tanpa cedera berarti

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 156

    Pria itu menatap Raka tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun, sementara tekanan yang muncul dari sorot matanya semakin tajam."Sekarang permainan ini sudah selesai."Baginya, kejadian barusan tidak lagi sekadar kesalahan, tetapi sebuah penghinaan. Dan penghinaan semacam itu harus dibayar.Tanpa membuang waktu, pria tersebut segera mengeluarkan pistol dari pinggangnya. Setiap gerakannya terlihat cepat dan terlatih ketika melakukan pemeriksaan singkat, memasang magasin, lalu membuka pengaman senjata dalam satu rangkaian yang mengalir sempurna.Klik!Suara mekanis yang renyah terdengar di tengah hujan.Pada saat itu, dia tidak lagi bertindak sebagai penembak jitu yang menjaga jarak. Dia telah berubah menjadi seorang pemburu yang murka dan siap memburu mangsanya secara langsung.***Di dalam tenda medis, suasana berubah hening hingga terasa menyesakkan. Tidak seorang pun menyangka akan menyaksikan rangkaian kejadian seaneh dan segila itu dalam sebuah ujian lapangan.Ketika penembak jitu

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 155

    Di Pusat Komando, salah satu instruktur akhirnya tidak mampu menahan keterkejutannya. Ia menepuk paha dengan keras sebelum berdiri sambil menunjuk layar."Jenius!""Anak itu benar-benar jenius dalam taktik tempur!"“Dia bahkan tidak sedang mencari senjata. Dia menggunakan seluruh bagian gunung sebagai senjatanya!"Arman juga tidak dapat menyembunyikan ekspresinya lagi. Senyum tipis perlahan muncul di wajahnya saat pandangannya tetap tertuju pada sosok Raka di layar."Sepertinya lawannya terlalu meremehkannya. Kalau dibiarkan seperti ini, posisi penembak jitu itu akan berada dalam masalah besar."Sementara itu, di lokasi persembunyian, penembak jitu musuh mulai merasakan sesuatu yang tidak beres.Sudah cukup lama dia kehilangan jejak Raka, bahkan dengan bantuan teropong berdaya pembesaran tinggi yang dimilikinya. Namun beberapa suara aneh terus terdengar samar dari arah atas tebing.Krek… Krrk...Suara gesekan itu hampir tertelan oleh derasnya hujan, tetapi pengalaman panjangnya di med

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 79

    Tak lama berselang, kesunyian ruang observasi dipecah oleh suara derap langkah kaki dan obrolan riuh dari arah pintu masuk.Beberapa instruktur senior Akademi Tempur Garuda mulai berdatangan. Kabar mengenai taruna baru yang dijebloskan ke ruang isolasi oleh Sang Badai Andalas telah menyebar, memicu

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 78

    "Ya," jawab Bhayangkara mutlak."Biarkan saja?" tuntut Arman, memastikan dia tidak salah dengar."Benar."Kebingungan Arman kian meradang. "Apa maksudmu, Bhayangkara? Kau ingin aku duduk diam memangku tangan dan menunggu?"Di seberang sana, Bhayangkara kembali menghela napas panjang, kali ini terde

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 77

    Lalu, tiba-tiba sebuah seruan yang sarat akan ketidakpercayaan meledak di seberang sana."Sialan! Kau rupanya masih hidup, Arman?!"Arman tertawa kecil, ketegangan di wajahnya menyusut. "Kenapa? Kau kecewa?""Omong kosong! Aku hanya tidak menyangka kau masih ingat bagaimana caranya menggunakan tele

  • Bangkitnya Sampah Grade E   Bab 76

    Sementara itu, di ruang pemantauan Markas Komando Akademi Tempur Garuda, atmosfernya justru berbanding terbalik. Beberapa staf medis dan perwira menatap layar monitor utama dengan ekspresi yang kian ganjil.Di layar besar itu, berbagai data biologis Raka diperbarui secara real-time. Detak jantung,

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status