LOGINOrang jahat adalah orang baik yang tersakiti mungkin kalimat yang tepat untuk menggambarkan Rachel saat ini. Gadis baik dan lugu yang sudah menyandang status yatim piatu dari kecil itu kini terancam mendekam di penjara karena profesinya yang sangat bertentangan dengan hukum. Traumanya di masa lalu yang begitu dalam tak mampu membendung rasa untuk berhenti balas dendam. Kebaikannya yang tak pernah terlihat, pengkhianatan dan segala tekanan, fitnah dan tuduhan tak mendasar di masa lalu membuat Rachel menjadi wanita yang sangat mengerikan. Kematian sangat dekat bagi mereka yang menjadi targetnya. Tak pernah ada kata ampun selain harus pasrah dengan keadaan. Korban terus berjatuhan dalam segala kondisi dan keadaan. Tak jarang polisi kehilangan jejak untuk menangkapnya karena kecerdasan Rachel melarikan diri. Kemampuannya menghilangkan jejak dan menyamar membuat polisi selalu merasa buntu mencari jalan keluar. Hingga muncullah Dafa, polisi berprestasi yang tak pernah gagal dalam menangani berbagai kasus. Dan pertempuran pun dimulai. Dua hati yang pernah terpisah karena ego, kini kembali dipertemukan dalam keadaan harus saling membunuh. Rachel dan Dafa bertengkar hebat. Kemampuan beladiri keduanya yang seimbang tak mampu saling mengalahkan, hingga akhirnya mereka saling menodongkan pistol. Isak tangis keduanya pecah saat melihat gelang couple yang masih menghiasi pergelangan tangan mereka. Genggaman pistol ditangan mereka mulai bergetar meski masih sama-sama kuat. Masih terukir jelas nama keduanya di gelang itu yang kembali mengingatkan mereka dengan masa lalu. Tentang mereka saat pertama kali bertemu hingga saling mencintai di kala itu. Namun kini keadaan sudah berbeda meski isak tangis keduanya masih saling menyisakan rasa. Raut penyesalan juga terlihat jelas di wajah keduanya. Dafa yang masih mencintai Rachel seperti tak sanggup menjalankan tugas berat ini. Cairan bening dimatanya terus mengucur deras, begitupun dengan Rachel yang seperti tak sanggup membunuh laki-laki yang pernah memberi warna dalam hidupnya.
View MoreMasih terasa seperti mimpi baginya bisa keluar dari jeruji besi yang selama ini membelenggu. Napasnya lega, meski jauh di dalam hati tersisa bayangan gelap. Apakah kebebasan ini justru akan menimbulkan masalah baru dengan kehadiran pria misterius yang menjemputnya?Tak berselang lama, mobil itu berhenti di depan sebuah bangunan sederhana. Dari luar, kos itu terlihat apa adanya cat dindingnya pudar dimakan waktu, beberapa bagian bahkan mengelupas, meninggalkan bercak kusam pada tembok yang lembap. Jendela-jendela kecil berjajar tanpa tirai mewah, hanya kain tipis yang sudah kehilangan warna menutupi pandangan dari luar.Halaman sempit di depannya dipenuhi pot bunga plastik dan ember bekas yang dijadikan wadah tanaman. Lantai teras terbuat dari keramik lama yang retak di sana-sini, meninggalkan celah kecil yang ditumbuhi lumut tipis. Pintu kayunya pun berderit ketika terbuka, memperlihatkan lorong sempit dengan dinding kusam yang dipenuhi bekas tempelan poster lama.Rachel menelan ludah
Dalam diam, ia menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan kekuatan. Tapi bayangan malam sebelumnya terus berputar di kepalanya, membuatnya semakin sulit membedakan antara ketakutan dan kenyataan.Di atas pintu besi ruangan itu, terdapat ventilasi kawat kecil yang biasa dipakai untuk sirkulasi udara. Celah itu terlalu tinggi untuk melihat dengan jelas, tapi cukup untuk menangkap sekilas bayangan seseorang yang sedang berbicara serius dengan seorang polisi.Rachel menajamkan pandangan. Sosok itu berdiri tegap, dengan setelan jas gelap yang tampak kontras dengan ruangan lembap di sekelilingnya. Wajahnya hanya terlihat sebagian, tapi Rachel yakin... ia mengenal pria itu.“Tidak mungkin... Apa dia yang kupikirkan?”Namun sebelum ia bisa memastikan, suara bentakan membuyarkan pikirannya.“Hey! Kenapa kau diam saja! Apa kau pikir untuk membersihkan dirimu tidak ada batas waktunya!” Bentak pria berseragam cokelat sembari menatap tajam ke arah Rachel dengan wajah sangar. Rachel menghela nap
Dalam dingin dan gelapnya malam yang mencekam di penjara, Rachel meringkuk di sudut sel. Dinding-dinding lembap memantulkan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Penjara itu tidak menyediakan lampu di setiap sel, hanya bergantung pada kilatan cahaya redup dari lorong utama setiap kali seorang napi melewati jalannya. Rachel, yang ditempatkan di sel paling ujung, merasakan keheningan yang jauh lebih pekat dibandingkan tempat lainnya. Aura gelap menyelimuti ruangan kecil itu, seolah menyembunyikan sesuatu yang tidak kasat mata. Sesekali ia merasa seperti ada bayangan bergerak di sudut pandangnya, membuat bulu kuduknya meremang tanpa alasan. Setiap kali langkah kaki berat terdengar di kejauhan, cahaya lampu lorong menari-nari di jeruji besinya. Namun, alih-alih merasa aman, kilatan itu justru menambah kesan mencekam. “Kenapa aku harus ada di sini?” pikir Rachel, sembari merapatkan tubuhnya pada dinding dingin. Di tengah keheningan itu, suara samar-samar dari sel sebelah mula
Di sela-sela interogasi yang melelahkan, Rachel mulai merasa seperti terjebak di labirin tanpa jalan keluar. Kebenaran yang ia tahu seperti tak berdaya melawan dugaan yang mereka bangun. Tekanan itu membuat tubuhnya gemetar, dan hatinya dipenuhi rasa putus asa. Namun, satu hal yang pasti Rachel tahu ia harus bertahan. Jika ia menyerah sekarang, maka semuanya benar-benar akan berakhir buruk baginya. "Baiklah, untuk sementara ini kamu akan kami tahan sampai ada seseorang yang mampu membuktikan bahwa kamu benar-benar tidak bersalah,” ujar salah seorang polisi dengan nada dingin, tatapannya tajam menusuk ke arah Rachel. Rachel hanya mampu menatap kosong, tubuhnya terasa lemas. Kalimat itu menghantamnya seperti palu godam. Seketika matanya berkaca-kaca, dan air mata yang selama ini ia tahan kini jatuh berlinang tanpa bisa dihentikan. “Bagaimana mungkin ada seseorang yang bisa menolongku?” pikir Rachel dalam hati, rasa putus asa mulai menyelimuti dirinya. Kejadian malam itu hanya mel
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.