分享

Bab 29

作者: Lalapoo
last update publish date: 2026-05-26 21:46:19

Lereg menatap Laticia cukup lama setelah wanita itu selesai berbicara. Sorot mata biru lelaki tersebut tidak berubah sedikit pun, membuat ruangan terasa semakin sunyi di bawah tatapan itu.

“Jika Anda tidak baik-baik saja,” ucapnya akhirnya pelan, “maka saya rasa pembicaraan ini tidak akan menyelesaikan masalah apa pun.”

Laticia menghela napas kecil. Ia sudah berusaha terlihat setenang mungkin, tetapi ternyata lelaki di depannya tetap menyadarinya.

Laticia terlalu lelah untuk membahas dirinya se
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 29

    Lereg menatap Laticia cukup lama setelah wanita itu selesai berbicara. Sorot mata biru lelaki tersebut tidak berubah sedikit pun, membuat ruangan terasa semakin sunyi di bawah tatapan itu.“Jika Anda tidak baik-baik saja,” ucapnya akhirnya pelan, “maka saya rasa pembicaraan ini tidak akan menyelesaikan masalah apa pun.”Laticia menghela napas kecil. Ia sudah berusaha terlihat setenang mungkin, tetapi ternyata lelaki di depannya tetap menyadarinya.Laticia terlalu lelah untuk membahas dirinya sendiri malam ini.“Yang seharusnya Anda pedulikan adalah wilayah utara,” jawabnya tenang. “Bukan saya, Grand Duke.”Lereg tetap menatapnya dan Laticia juga membalas tatapan itu tanpa menghindar sedikit pun.“Tidak perlu peduli pada sesuatu yang tidak perlu.”Beberapa detik berlalu tanpa suara.Lereg bersandar pelan di kursinya sebelum akhirnya berkata rendah, “Bagaimanapun juga, Anda adalah ratu.”Tatapan matanya tetap lurus pada Laticia.“Pendamping kaisar. Dan jantung kekaisaran ini.”Laticia s

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 28

    Tanpa menunggu lebih lama, Laticia langsung keluar dari ruang kerja kekaisaran itu. Langkahnya terdengar cepat menyusuri lorong istana yang panjang sementara pintu besar di belakangnya perlahan tertutup kembali dengan suara berat yang menggema samar.Ia tidak menoleh sedikit pun, tidak ingin melihat Carsein lagi dan tidak ingin mendengar suaranya. Terlebih lagi, tidak ingin mengingat apa yang baru saja terjadi di dalam ruangan itu.Namun baru beberapa langkah, Laticia melihat Pricilla berdiri tidak jauh dari pintu ruang kerja kekaisaran. Wanita itu tampak membeku sesaat saat melihat dirinya keluar dalam keadaan seperti itu.Tatapan mereka sempat bertemu.Mata Pricilla bergerak cepat memperhatikan bibir Laticia yang memerah, rambutnya yang sedikit berantakan, serta bagian lehernya yang belum sepenuhnya tertutup kerah gaun, apalgi tanda merah itu.Wajah wanita itu langsung berubah pucat.Namun Laticia tidak mengatakan apa pun. Ia terlalu lelah untuk bicara. Wanita itu hanya berjalan mel

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 27

    Carsein menatap Laticia lama setelah percakapan mereka terhenti. Ruang kerja itu terasa begitu sunyi sampai suara napas keduanya terdengar jelas di tengah keheningan. “Aku tidak akan merugikanmu.” Akhirnya Carsein membuka suara.Nada bicaranya rendah dan berat, seolah dirinya sedang menahan sesuatu sejak tadi.“Tapi aku ingin Pricilla melakukan sesuatu untuk kekaisaran,” lanjutnya pelan. “Aku ingin dia memiliki kedudukan yang cukup untuk menjadi lady consort.”Laticia tidak langsung menjawab.Tatapan matanya tetap lurus menatap lelaki di depannya tanpa menunjukkan emosi apa pun. Tidak marah. Tidak juga terkejut.Seolah dirinya memang sudah menduga semua ini sejak awal.“Baik.” Jawaban itu keluar begitu tenang sampai membuat Carsein sedikit mengernyit.Namun sebelum lelaki itu sempat mengatakan apa pun, Laticia kembali melanjutkan dengan suara pelan,“Tapi ada syaratnya.”Ruangan kembali sunyi.Carsein menatapnya beberapa saat sebelum akhirnya berkata rendah,“Katakan.”Laticia melang

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 26

    Carsein berdiri membelakanginya beberapa saat sambil mengatur napasnya yang sedikit kasar. Bahunya naik turun pelan sebelum akhirnya lelaki itu berbalik perlahan. “Apa yang kau lakukan di aula tadi?” Suara itu terdengar rendah dan berat.Laticia mengernyit kecil. Pergelangan tangannya masih terasa nyeri akibat cengkeraman Carsein sebelumnya, namun wanita itu tidak menunjukkannya sedikit pun.“Anda membawa saya ke sini hanya untuk menanyakan itu?”“Jangan menghindari pertanyaanku.”Nada suara Carsein berubah semakin menekan sekarang. Tatapan matanya tidak lepas sedikit pun dari wajah Laticia, seolah berusaha membaca apa yang sebenarnya sedang dipikirkan wanita tersebut.Namun Laticia justru terlihat semakin tenang.“Saya hanya mengatakan apa yang seharusnya saya katakan.”Carsein tertawa kecil pelan, akan tetapi tidak ada sedikit pun humor dalam tawanya.“Kau mempermalukanku di depan semua orang.”Untuk sesaat, Laticia hanya diam menatap lelaki di hadapannya itu. Tatapan matanya terli

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 25

    Carsein menatap Laticia tajam. Tatapan mata biru lelaki itu terasa jauh lebih dingin dibanding sebelumnya, sampai membuat suasana aula perlahan berubah semakin menyesakkan.Tidak ada seorang pun yang berani mengangkat kepala sekarang. Para bangsawan hanya diam sambil menundukkan pandangan, berharap ketegangan di antara pasangan kekaisaran itu tidak menyeret mereka ke dalam masalah.“Kau semakin berani.”Suara Carsein terdengar rendah dan berat memenuhi ruangan besar tersebut.Namun Laticia tidak menjawab.Wanita itu tetap berdiri tegak di tempatnya dengan ekspresi tenang yang justru terasa asing sekarang. Tidak ada lagi emosi yang meledak-ledak seperti dulu. Tidak ada tatapan penuh harap yang selama ini selalu Carsein lihat setiap kali dirinya bersikap dingin.Dan entah kenapa perubahan itu mulai membuat Carsein merasa tidak nyaman.“Entah apa yang terjadi padamu sampai kau menjadi seperti ini, Laticia.”Nada suara lelaki itu terdengar lebih pelan sekarang, tetapi tekanan dalam setiap

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 24

    Pricilla langsung menundukkan kepalanya lebih dalam. Jemarinya yang sejak tadi berada di atas perutnya perlahan mengepal, sementara suasana aula terasa semakin menyesakkan setelah ucapan Laticia barusan.“Maafkan saya, Yang Mulia.”Suaranya terdengar kecil dan hati-hati, jauh berbeda dibanding beberapa saat lalu ketika dirinya masih berani menyela pembicaraan di tengah aula rapat.Tidak ada seorang pun yang benar-benar memedulikan permintaan maaf itu sekarang.Semua perhatian tertuju pada Carsein dan Laticia yang saling menatap dari ujung meja bundar besar tersebut.“Cukup, Laticia.” Akhirnya suara Carsein terdengar memecah keheningan.Nada bicaranya rendah, nyaris datar, tetapi justru itulah yang membuat seluruh ruangan terasa semakin dingin. Beberapa bangsawan bahkan mulai menundukkan kepala lebih dalam karena tahu sang kaisar sedang menahan amarahnya.“Sebenarnya apa yang kau inginkan sampai datang ke tempat ini?”Laticia tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap lelaki itu beberap

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status