MasukLiah Delos Santos lost everything overnight when her father died and left behind crushing debts. Hunted by loan sharks and desperate to survive, her life takes a sudden turn when she meets Ethan Gonzales a rich CEO trapped by family pressure and a secret he cannot reveal. Two strangers. One risky deal. Can they save each other without losing themselves?
Lihat lebih banyakAku menguping obrolan mama dan papa, mereka sedang pusing memikirkan kakakku yang kabur menjelang hari pernikahannya. Papa dan mama saling adu mulut satu sama lain hingga aku takut melihatnya. Wajarlah mereka adu mulut karena anak kesayangannya itu kabur dari rumah, dari dulu kakakku yang paling disayang dan selalu dipuji oleh mama sedangkan aku tampak diperlakukan biasa aja oleh mama. Aku merasa iri tetapi aku tidak bisa berbuat apa apa atas kenyataan ini.
"Cherry sudah terlanjur kabur dari rumah ini tidak ada orang satupun yang tau kemana ia pergi" terang mama pada papa.
Sebenarnya sedari awal mama dan kakak sudah merencanakan ini semua tanpa orang lain tahu. Kakak sudah memesan tiket pesawat dengan pacarnya itu ke Amerika dan mereka akan hidup bersama disana."tidak peduli apa yang terjadi, kau harus membujuk Cherry dan membawanya pulang sebelum pernikahan!!!!!!" ucap papa dengan nada yang penuh amarah
"percuma saja, dari awal Cherry tidak menyukai Farhan, mau dibujuk dengan seribu jurus apapun tidak akan mempan aku sudah pegah dengan sifatnya."
Papa semakin emosi hingga secangkir teh yang ada di genggamannya dilempar ke sembarang arah.
"Patahkan kakinya jika ia menolak, keluarga Charlie tidak boleh hancur ditangan Farhan."
Karena perusahaan keluarga Charlie sudah mendekati titik gulung tikar akhirnya papa membuat kesepakatan kerja sama pada Farhan dengan imbalan ia boleh menikahi salah satu anak perempuan dari keluarga Charlie dengan syarat ia harus mengembalikan kondisi perusahaan Charlie agar tidak gulung tikar.
Aku ketakutan mendengarkan obrolan mereka.
Di luar sana tampak mobil mewah berhenti di depan pintu masuk, keluarlah seorang pria tampan yang menggunakan setelan jas berwarna abu-abu tua dengan warna dasi yang senada melangkahkan kaki menuju rumah. Saking takutnya aku mendengar obrolan orang tuaku, aku tidak sadar bahwa prai itu berjalan menuju arahku dan berkata "apa yang kamu lakukan?"
"ssstttt...diam kau jangan bicara nanti aku bisa ketauan!!! "
Pria itu tampak senyum tipis dan tidak lama kemudian dia menggendongku dan masuk kedalam ruangan diamana papa dan mama sedang mengobrol.
"hei...apa apaan kau ini, turunkan aku cepat!"
Pria itu langsung melemparkanku ke atas karpet, untung saja karpetnya tidak begitu keras."Aku dengar calon pengantinku kabur dan kawin lari dengan laki laki lain"
"ahh itu tidak benar, Cherry hanya sedang pergi berlibur dengan sahabatnya."
"benarkah? Kelihatannya Cherry sangat menikmati liburanya" ucap Farhan sambil menunjukkan foto Cherry bersama pria lain.
Mama dan papa bingung mau berkata apa pada Farhan karena mereka tertangkap basah oleh Farhan yang membawa barang bukti bahwa kakakku kabur bersama pria lain.
"Tapi kami belum mengatakan anak perempuan mana yang akan kamu nikahi, kami punya anak perempuan yang lain... "
Apakah yang dimaksud mama,anak perempuan lain itu aku? Aku rasa hal buruk akan menimpaku, Farhan melirikku setelah mendengar ucapan mama.
"apakah aku yang akan menggantikan kakak dipernikahannya? Aku tidak mau!!!!" ucapku
"Luna tenanglah, kau harus menuruti perintah papamu kau harus berfikir dewasa disituasi seperti ini"
"ohh...apakah kamu menggunakan perempuan ini yang diambil dari suatu tempat untuk mempermainkanku? Kamu pikir bisa semudah itu mempermainkanku?"
Ia berkata sambil menghamiriku lalu menyentuh daguku dan memandang wajahku.
"aku bukan anak adopsi!!! Aku adalah nona kedua dari keluarga charlie!!!!!"
Lalu ia bangkit dan mengeluarkan sapu tangan dari kantong jasnya dan mengelap tangannya bekas menyentuh daguku, apakah aku semenjijikan itu hingga ia mengelap tangannya???
"baiklah, jadi kamu orangnya. Lagi lupa semua orang harus menepati janjinya dan jika ia melanggar janjinya maka harus siap membayarnya."Lalu ia bangkit dari duduknya lalu pergi begitu saja bersama asistennya.
Suasana diruangan ini tampak tidak nyaman, papa hanya duduk dan diam terlihat jelas dari raut wajahnya kalau papa sedang berpikir keras, sedangkan mama duduk dengan raut wajah yang pasrah oleh keadaan."pa, pokoknya aku ngga mau nikah dengan pria gila itu"
"kau tahu kan kondisi perusahaan kita sedang tidak stabil?sudahlah kau patuh pada papa dan mama saja, kakakku itu tidak peduli dengan kondisi keluarganya sendiri hanya kau satu satunya harapan keluarga Charlie."
"ikuti saja apa kata papa, sekarang kau harus mempersiapkan dirimu untuk besok di hari pernikahanmu, jangan sampai kamu membuat nama keluarga ini tercoreng"
"ayo kita makan malam aja" lanjut mama
"aku tidak berselera makan, aku mau ke kamar saja!"
"LUUNAAAA!!!"
Aku berjalan menuju kamar dan menghiraukan panggilan dari papa, aku merasa sangat sedih mengapa harus aku yang berada diposisi seperti ini.
*****
Setelah sampai dikamar aku baringkan tubuhku diatas kasur yang empuk dan nyaman itu, aku meraih bantal untukku peluk dan tanpa sadar air mataku jatuh membasahi pipiku. Jika waktu bisa diputar, aku berharap tidak mengatakan apapun walau satu kata pada pria gila itu.
*****
Hari ini adalah hari pernikahanku dengan Farhan, kami melangsungkan pernikahan di kediaman Farhan. Diluar sudah banyak wartawan menggu pernikahan berlangsung, aku dan mama masih duduk terdiam didalam mobil.
"Jangan kotori gaun itu, jika Cherry yang menggunakan gaun itu pasti dia tampak sangat cantik di dunia ini."
Sudah tidak heran mendengar ucapan mama yang selalu membela kakakku daripada aku, karena kakakku sangat merawat tubuhnya sedangkan aku cuek terhadap penampilan. Dengan berat hati aku menyunggingkan senyum dan keluar dari mobil yang disambut oleh papa untuk berjalan menuju altar. Saat aku turun dari mobil semua tamu undangan dan wartawan terkejut melihatku bahwa calon pengantinnya adalah aku bukan nona pertama dari kerluarga Charlie, aku tidak kaget karena sebelum pernikahan berlangsung keluarga Farhan dan keluargaku sudah mengumumkan pernikahan kakak dan Farhan. Saat sedang berjalan menuju altar aku tergelincir oleh sepatu hak tinggi sialan yang aku kenakan,dan semua mata tertuju padaku.
"Pengantin wanitanya bukan nona Cherry, lalu siapa dia?" ucap salah satu wartawan.Aku memang tidak terlalu populer seperti kakak, makannya tidak ada yang mengenaliku.
"apakah dia wanita gila yang ingin menjadi istri tuan Farhan?" ungkap dari salah satu tamu undangan
"maaf, aku adalah nona kedua dari keluarga Charlie aku bukan wanita gila. Aku tidak tahu tentang ini semua" terangku
"ternyata dia nona kedua keluarga Charlie, mengapa kau menggantikan nona Cherry sebagai pengantin?"
Aku sangat tertekan dan sialnya aku tidak bisa berdiri karena kakiku terkilir, aku hanya bisa pasrah dan berharap bahwa ini hanyalah mimpi dan aku akan terbangun dari tidurku.Aku terus memejamkan mataku hingga seseorang berjalan dan menghampiriku sambil berkata
"apa yang kalian lalukan?!"Ternyata itu Farhan, dia membubarkan kerumunan wartawan yang sedari tadi mengambil gambarku untuk dimuat diberita. "masih tidak mau berdiri?" ucap Farhan."kakiku sakit."
Lalu ia berlutut didepanku dan berkata
"jangan bergerak"
tanpa permisi ia langsung menggendongku dan berjalan menuju altar.
"umm... Kakak ipar apa yang mau kau lakukan?cepat turunkan aku!!!"
"aku bukan kakak iparmu tetapi suamimu"
Sambil digendongnya kita menuju altar dan menyelesaikan upacara pernikahan kita. Disana sudah ada pendeta yang sudah menanti kita.
Sesampainya di depan pendeta kita melangsungkan pernikahan dan mengucapkan janji suci dan berjanji untuk membangun bahtera rumah tangga penuh kasih dan sayang. Setelah selesai saatnya mempelai pria mencium istrinya untuk membuktikan kasih sayang dan cintanya terhadap istrinya, saat ia mendekatkan wajahnya ke arahku jantungku semakin berdetak tidak beraturan. Pada akhirnya dia mendaratkan bibirnya tepat di bibirku dan dia langsung melumat bibirku, anehnya kenapa aku menikmatinya hingga aku memejamkan mataku, tidak lama kemudian rasanya aku seperti kekurangan oksigen dan aku kehilangan keseimbangan tubuhku hingga akhirnya aku tak sadarkan diri.Luciella POVTahimik akong naglalakad palabas ng building, steady ang hakbang kahit nararamdaman ko pa ang bahagyang inis dahil sa natapon ang malamig na tubig sa akin. Hindi iyon ang masakit.Ang masakit ay ang pagtawa.Ang pagtawa ni Ethan.Hindi siya malakas. Hindi siya obvious. Pero kilala ko siya. Alam ko ang bawat expression niya. At kanina, sa gitna ng kahihiyan ko, nakita ko ang amusement sa mga mata niya.And that was unacceptable.Pagpasok ko sa kotse ko, saka lang ako napapikit. Pinahinga ko ang ulo ko sa headrest at inalala ang bawat detalye ng nangyari.Mas maaga siyang dumating.Nasa mini refrigerator na ang tray.Handa na ang tea.Hindi iyon coincidence.Paano niya nalaman ang plano ko.Napangiti ako nang bahagya.So hindi ka pala ganoon ka-simple, Liah.Interesting.Akala ko isa ka lang probinsyanang desperado sa sahod. Tahimik. Masunurin. Madaling mapressure.Pero mali ako.Nangangagat ka pabalik.Mariin kong hinawakan ang manibela.Hindi ako galit dahil tinabunan niy
Ethan POV Pumunta si mama sa office, ineexpect ko na si Liah ay pupunta pa ng pantry para magprepare. Nagulat ako ng lahat ng need niya ihanda ay nasa mini refrigerator na ng office ko. Inilalapag na ni liah sa table ang snacks at tea ng dumating ang isang staff, kasunod ni Luciella na may dala dala na tray, yung tea at snack na nasa tray ni Luciella ay kapareho ng inihanda ni Liah. Napansin ko ang masamang tingin at pagkadismasya ni Luciella ng makita niya si Liah na nagserve ng food, napansin ko naman ang pangasar na ngiti ni Liah pabalik na para bang sinasabi niya “I win” sa mga mata niya. Medyo nalilito ako sa mga nangyayari, “ano ba ang ginagawa ng mga baklang ito?” Tanong ko pero sa isip ko lang sinabi. Nagulat lang ako ng ibigay ni luciella ang tea at idinura ito ni mama, naaanghangan, sobrang chaotic isabay pa ang pagbigay ni Liah ng tubig pero sinadyang pagkatapilok para maibuhos ito kay Luciella. Habang nagoobserve, ngayun ko lang narealize na para bang ako lang ang wa
LIAH POV Nalimutan ko na ang lahat ng gabing yun, nakatulog pala ako. Paggising ko tinignan ko agad ang desk ko na nasa harapan ko. Ifairness ah nakapatay ng maayos ang PC, malinis ang lamesa at wala narin ang mga basura. "Malinis siya sa bahay ah" sabi ko sa isip ko. Hindi ko nadin siya naabutan, maaga aga siyang umalis, pag-tingin ko sa orasan ay nasa 6am palang. Nag-handa na akong magalmusal at maligo para makapag-prepare na sa pag-pasok sa work. "Ito nanaman ako, oh god, anong kaartehan nanaman ng Luciella nayun ang gagawin niya?" Sabi ko sa sarili ko na para bang pagod na agad kahit hindi pa ako nagsisimula sa trabaho. Lumabas na ako para makapasok na sa trabaho, as usual medyo matraffic na agad ng konti kahit maaga pa, pinas nga naman lalo na kapag papuntang BGC. Pagdating ko sa building ng company hindi yata ako napansin ng dalawang taong naguusap, nagtago ako at sumilip ng bahagya. "Si Luciella at isang employee sa team namin" sabi ko sa isip ko na may halong curios
LIAH POV"Kung hindi ako nagkakamali Liah right? Sa pagkakaalala ko?" Tanong ni LuciellaKinakabahan ako sa presensya ng babaeng ito, ayoko talaga sa kanya to be honest. Parang siya yung klase ng babae na elegante man sa itsura ay hindi papayag na hindi makuha ang gusto."Ah oo, tama ka ako nga pala si Liah Delos Santos, yes nagkita na tayo sa restaurant, kahapon lang." sagot ko sa tanong niya."Sino nagpapasok sayo?" Tanong ni Ethan habang nakataas ang isang kilay."Excuse me ano paba? Ako ang bagong Director ng company, mama mo ang nagpasok sa akin dito." Sagot naman ni Luciella sa tanong ni Ethan,"at isa pa mukhang gusto ng mama mo na ako ang makatuluyan mo, hindi lang basta kung sino sino jan sa tabi tabi." Sabi ni Luciella habang pataray na nakatitig sakin, yung tipong ang titig niya ay may ibig sabihin."Whatever, I don't like you." Mariin na sabi ni Ethan sa kanya."Kahapon mo palang naman ako nakita, of course hindi mo ko magugustuhan sa












Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.