MasukDiandra dijodohkan oleh Sang Ayah dengan gadis yang kekayaannya setara dengan keluarganya. Tapi lelaki itu tidak setuju dengan gadis pilihan Ayahnya sehingga Diandra meminta salah satu staff baru diperusahaannya untuk menjadi pacar sekaligus istri pura-puranya dalam sebuah perjanjian kontrak. Apakah dengan begitu Ayahnya akan percaya dan membatalkan perjodohan itu?
Lihat lebih banyakDiandra dan Esther sudah sampai di Bali untuk memulai bulan madu mereka. Keduanya menaiki pesawat dengan kelas bisnis supaya lebih cepat sampai di Bali dengan tenang, aman, dan nyaman. Baru sampai di hotel, Esther sangat lelah karena ini pertama kalinya Ia menaiki pesawat."Hah... akhirnya sampai juga!" Pekiknya sembari membanting tubuhnya di kasur empuk yang sudah dihias dengan rapi dan ada dua handuk yang dibentuk seperti kepala angsa yang berbentuk love. Esther mengingat jika ada yang aneh disini, kemudian Ia menanyakannya pada Diandra."Kenapa kau hanya memesan satu kamar kali ini?" Keluh Esther."Ya karena kita sedang honeymoon. Mana ada seorang suami istri honeymoon di beda kamar?" Tanya Balik Diandra yang mulai menata baju-baju dan diletakkan di lemari hotel."Hehehehe, ya siapa tahu ada. Kau itu contoh orangnya,""Kenapa jadi aku? Gak ada!""Kau pasti mengajakku kesini karena ingin menghindari Nicole kan?" Pertanyaan itu membuat Diandra menghentikan acara menata bajunya."Nah
Seorang gadis dengan dress yang panjangnya hanya sepaha, juga tas branded dengan bahan dasar rantai untuk talinya itu berjalan menuju ruangan Diandra. Dia adalah Nicole. Langsung masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu seakan perusahaan tersebut seperti miliknya sendiri."Kau sangat tampan jika sedang tidur.""Tapi sayangnya sifat angkuhmu itu membuatku sakit hati. Apalagi kau yang mulai bertunangan dengan gadis miskin itu. Aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk menikah dengannya, Diandra! Itu artinya, aku masih ada kesempatan untuk mendekatimu kan?" Sebuah senyuman terpatri di sudut bibir Nicole.Entah ada paksaan dari dalam dirinya atau bagaimana, tiba-tiba satu ide terlintas di pikirannya. Didekatkannya wajahnya pada pipi Diandra hingga seakan seperti mencium Diandra. Disaat yang bersamaan, Sekretarisnya yang bernama Bella itu masuk ke ruangan Diandra."Pak, ini berkas yang harus ditanda..." baru saja akan sampai pada meja bosnya, tiba-tiba Ia melihat Nicole yang akan mencium Diand
Malam ini, Diandra tidak pulang ke apartemen karena menghindari ocehan dari Istrinya yang masih tidak terima dengan malam pertama mereka. Ia sekarang pulang ke rumah Ayahnya sekalian untuk mengambil pakaian yang akan dibawanya ke apartemen dan akan tinggal dengan Esther di apartemen pribadinya. Baru saja memasuki gedung megah tersebut, suara Sang Ayah mengejutkannya hingga membuatnya menghentikan langkahnya."Ceraikan gadis miskin itu, Diandra!" Tiba-tiba, Ayahnya membahas tentang Esther yang sekarang sudah resmi menjadi Istrinya."Apakah yang Ayah maksud ialah Esther?""Ya, segera ceraikan dia kalau kau tidak ingin melihat Ayahmu ini mati karena kebangkrutan di perusahaan yang akan terjadi karena ulahmu karena tidak mau menikah dengan Nicole!" Ancaman sang Ayah tidak main-main. Begitu tegas dan membuat Diandra berpikir. Namun tak lama kemudian lelaki itu seakan menatapnya dengan senyuman mengejek."Kau takut perusahaan itu bangkrut jika aku tidak menikah dengan Nicole, bukan? Aku bisa
Beberapa jam kemudian, di kamar mewah tersebut, Esther sudah bersiap akan menutup matanya namun tidak bisa. Ia sudah mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur yaitu kaos pendek dan celana panjang. Seketika Ia menatap cincin dengan harga puluhan juta yang Ia pakai sekarang. Pikirannya tertuju pada kejadian tadi di restaurant Heaven."Gila, kata dia cincin ini seharga puluhan juta. Terbuat dari berlian asli luar negeri. Benarkah begitu? Setahuku cincin emas saja hanya sekitar 5 juta paling mahal, kenapa ini sampai puluhan juta. Tapi kapau dipikir-pikir, kan dia orang kaya, ya terserah dia lah, bukan urusanku. Meskipun aku harus kenapa tamparan tadi." Esther memegangi pipinya.Flashback"Apa ini, Pak Hamid? Kau mengundang kami hanya untik menyaksikan bahwa Diandra sudah punya tunangan?" Pak Aldrin yang tidak terima itu mengajukan protesnya pada Pak Hamid."Tidak, ini pasti salah paham. Selama ini Diandra...""Halah... gak usah mengelak lagi deh, Pak Hamid. Itu buktinya dia membawa tunang












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.