LOGINDisclaimer: Don't read this story if you are used to reading all-tell and spoonfed plot stories in the beginning. Broken Bad Boy will only annoy you, but if you are a fan of mysteries and puzzles with backstories, then go ahead. Percie Matthews’s life changed in a heartbeat on one tragic night. The affectionate turned him unloving and cold. The compassionate became egotistic and blunt. That's how Percie is known for. Until a smart, soft-hearted, and gullible Hailey Ward walks into his world. Hailey doesn’t swear, keeps her distance from people, especially a bad boy brooding like Percie. At first look, she knows Percie is trouble. When Hailey is looking for a roommate, he’s shocked to find himself offering her a place. What will happen when cold like him lives together with a kind-hearted Hailey? How will he keep his head straight when she keeps reminding him of someone he lost?
View MoreBocah laki-laki yang usianya sekitar 10 tahun itu sedang berdiri tertegun di depan pintu kamarnya, matanya tidak berkedip sama sekali, dia tidak sedang melihat hal yang menyenangkan di depannya, melainkan dia melihat sesuatu yang membuat kedua lututnya bergetar.
Pyar ...
Terdengar suara pecahan benda yang dilempar, dan bunyinya menggema di seluruh ruangan. Bocah itu masih tidak bergeming berdiri di tempatnya.
“Ayah, Mama, sudah! Jangan bertengkar sepertini, kenapa kalian membuat kita ketakutan?” suara seorang gadis dengan rambut yang di kepang duanya, dia berusaha berada di tengah-tengah pertengkaran kedua orang tuanya.
“Kamu diam saja, Nat!” bentak seorang wanita cantik dengan rambut sebahunya. “Kamu masih kecil dan tidak tau tentang apa yang terjadi di sini. Jadi diamlah!” sekali lagi dia membentak gadis yang usianya masih 18 tahun itu.
“Sandra! Jangan membentak putrimu seenaknya, dia sudah dewasa dan dia berhak tau semuanya,” bentakan seorang pria dengan rambut berwarna blondenya.
“Dia memang harus tau semuanya, semua tentang apa yang sudah kamu lakukan di luar sana, kamu benar-benar menjijikan, aku sudah tidak mau lagi bersama dengan kamu. Dan Noah akan ikut denganku nantinya. Dia tidak akan hidup dengan pria brengsek seperti kamu!” serunya dengan nada tinggi.
“Noah ... Noah, kamu di mana?” Wanita itu berjalan menuju ke dalam kamar putranya. Noah tertegun melihat wajah mamanya yang sudah berderai air mata, wanita itu duduk dengan dua lutut menyangga tubuhnya, kedua tangannya memegang erat kedua lengan tangan Noah. “Noah, kamu akan ikut mama, kamu tidak perlu tinggal di sini lagi.”
Tangan bocah kecil itu terangkat mengusap tetesan air mata yang ada di pipi mamanya. “Mama kenapa?”
“Mama tidak apa-apa, Sayang. Kamu sekarang ambil tas kamu dan kita pergi dari rumah ini.” Wanita itu berdiri dan menyambar tas ransel berwarna hitam yang ada di atas meja belajar, dia memasukkan beberapa baju Noah—putranya ke dalam tas itu dan menggandeng tangan Noah keluar dari kamar itu.
Pria dengan rambut blondenya itu hanya melihat diam ke arah istrinya dan putra kecilnya. “Ma, aku tidak mau mama dan ayah berpisah, aku dan Noah masih membutuhkan kalian. Aku mohon, Ma,” Gadis yang tak lain adalah kakak Noah bahkan sampai memegang erat tangan mamanya agar tidak pergi dari rumah itu.
“Lepaskan, Na!” Wanita itu menghentakkan tangannya dengan kasar. “Kamu sebaiknya ikut dengan ayah kamu, karena mama hanya akan mengajak Noah pergi.”
“Ma, aku tetap bersama Nathali,” ucap Noah lirih.
“Kamu akan pergi dengan mama, Noah. Kita tinggalkan mereka saja, nanti kalau kamu ingin bertemu dengan Nathali, mama bisa mengantarkan.”
Noah dan mamanya berjalan menuju pintu keluar. Saat mamanya akan membuka pintu, terdengar teriakan keras dari ayah Noah. Seketika Noah dan mamanya menoleh ke arah belakang. Di sana mereka tubuh Nathali yang sudah tergeletak di lantai dengan tangan yang bersimbah dara.
“Nat!” teriak mama Noah. Noah pun sekali lagi hanya bisa terdiam di tempatnya, dia benar-benar shock melihat tubuh kakaknya yang tidak bergerak sama sekali saat kedua orang tuanya memanggil- panggil namanya.
Noah hanya bisa melihat ayahnya membawa tubuh kakaknya keluar dan masuk ke dalam mobil, sedang mamanya mencoba berbicara dengan Noah, tapi Noah seolah tidak mendengar jelas apa yang mamanya ucapkan.
“Noah bangun ... bangun Noah!” suara seseorang memanggil Noah, dan seketika Noah membuka kedua matanya dengan keringat bercucuran.
“Dan, ini--?” Noah langsung bangkit dari tidurnya, dia duduk bersebelahan dengan sahabatnya.
“Kamu mimpi buruk lagi? Apa tentang keluarga kamu?”
“Brengsek! Aku ingin sekali melupakan masa lalu itu.” Noah mengusap wajahnya kasar.
“Sudahlah! Kejadian itu sudah berlalu beberapa tahun yang lalu, kamu harus melupakan kejadian itu?” Tangan pria itu menepuk pundak Noah.
Memang kejadian itu sudah sangat lama, bahkan sekarang Noah sudah bukan bocah kecil lagi yang polos dan tampak culun, dia sudah berubah menjadi seorang pria dengan paras yang sangat tampan dan memiliki postur tubuh yang gagah, tapi kenangan masa lalunya benar-benar menjadi mimpi buruk di setiap tidurnya. Kenangan-kenangan itu yang membuat Noah menjadi pribadi yang berbeda.
Noah mengambil napas panjangnya. “Aku memang harus melupakan kejadian itu. Bahkan aku harus melupakan jika aku pernah memiliki keluarga seperti itu.” Noah beranjak dari tempatnya dia menuju lemari pendingin dan mencari minuman yang mengandung alkohol kesukaannya.
“Noah, pagi ini kamu punya rencana apa? Kita tidak punya uang sedikitpun. Apa kita akan pergi ke rumah ayah tiri kamu saja dan seperti biasa, kita akan meminta uang kepadanya?”
“Aku tidak mau, nanti malam saja kita pergi ke arena balap, di sana aku akan menantang Bruno dan Hugo untuk balapan, dan aku yakin, kita akan mendapatkan uang dari sana.”
Daniel sahabat Noah itu membanting tubuhnya di atas kasur. “Lalu pagi ini kita mau berbuat apa?” tanyanya malas.
“Aku mau pergi ke suatu tempat hari ini.”
“Apa? Pergi Ke suatu tempat? Kalau begitu aku ikut.” Dan langsung beranjak dari tempatnya.
“Maaf, Dan, aku tidak bisa mengajak kamu, aku ingin sendirian ke sana, kamu di sini saja.” Noah menyaut jaket hitam miliknya dan kunci motornya yang ada di atas nakas.
“Apa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku Noah?” tanya Dan curiga. “kita sudah lama menjadi sahabat, sejak kamu kabur dari rumah, kita sama-sama memutuskan untuk tinggal bersama seperti saudara, tanpa ada rahasia apapun.”
Dan hanya memberikan seringaiannya dan dia keluar dari kamar itu. Dan, kembali merebahkan tubuhnya, dia sudah tau bagaimana sifat sahabatnya itu.
Noah sudah sampai di tempat yang dia tuju. Noah memarkirkan motornya, dan berjalan perlahan masuk ke arah pemakaman, di sana suasananya sangat sepi, bahkan hanya Noah yang tampak sebagai manusia. Noah berdiri di salah satu pusaran yang tidak terlihat nama di batu nisa itu.
Noah duduk berjongkok di samping pusaran itu. “Maaf, jika aku tidak pernah ke sini. Tapi aku akan tetap mengingatmu.” Noah terdiam sejenak, kenangan masa lalunya seolah kembali tergambar jelas di depannya.
“Kenapa mama selama ini membohongiku? Aku membencimu, bahkan aku ingin melupakan jika aku mempunyai keluarga, kalian benar-benar bukan orang tua yang aku harapkan!”
Tlit ... Tlit ...
Noah tersadar akan lamunannya. Saat ponsel di sakunya berdering, dia melihat nama yang tidak asing baginya pada layar ponselnya.
“Halo.”
“Noah, apa kamu nanti bisa datang ke sini?”
“Besok pagi aku bisa ke sana, saat ini aku belum bisa ke sana. Apa semua baik-baik saja?” tanya Noah dengan raut wajah cemasnya, dia berharap semua akan baik-baik saja.
Salam kenal ya kakak pembaca semua, semoga suka dengan cerita yang aku tulis, salam semoga kakak semua sehat selalu. Aamiin.
HAILEY Six years later… It was Sunday morning, and Percie just came back from his run. It was a part of my daily routine to wake up early since we got married almost three years ago, just right after I graduated from college. “Baby, you came back early.” I kissed him on his lips. He was sweating everywhere. I gave him a towel. “And please, don’t wake them up until Grands and your parents arrive. Mom and Dad are on their way.” “I missed you as soon as left the house.” He smiled, wiping off the sweat on his forehead. I rolled my eyes. “I thought after what we did last night, you won’t miss me until you go on your business trip on Monday.” I suddenly remembered how we made love last night. He never ceased to amaze me. I could guarantee the saying rock your world was so real. He was still hot in bed. The sex was always amazing even if we’d been together as a couple for a
HAILEY Percie’s parents visit turned into a small party. His grandparents, my family, friends, and even Remy came over. It was just a click on Percie’s phone everyone we cared about came over. Mrs. Matthews had been great to me. She squeezed me into a hug when she saw me wearing her son’s engagement ring. She held my hand and looked closely at the ring on my finger. “This is so beautiful.” She smiled. “Beautiful for a beautiful young woman. Please, don’t break my son’s heart.” “Thank you, and I have no intention to.” I did a quick glance at my man chatting with Remy and his father at the corner of the living room.” “Now, I can rest. Percie has just been through a lot to have another heartbreak, but I know he’s in good hands. Thank you, dear.” She kissed me on my cheek. Percie saw us, and he was smiling at me. When his mom left me in the kitchen, I tried my best not to roll my eyes when Victoria, Lexie, and
PERCIE The feel of her tight, warm wet folds around my stiff cock made me moan in pleasure. “Fuck yes.” I looked at her, stark naked, dark eyes staring back at me. My hips flexed of their own will, sending my hard cock even deeper into her heat. My hand encircled around her slender waist, pulling my cock out slowly, and then she began to slide it slowly in, rolling her lips teasingly. She bit the bottom of her lip to stifle her moan. She failed anyway. I cupped her full round tits with my hands and sat up to suck her small bud nipple into my mouth, circling with my tongue. The sound of her moan was like music to my ears. “Percie.” She arched into my mouth, asking for more. I tugged and bit her nipple with my teeth, causing her to gasp. I did it again, sucking alternately. Something about how she called my name in pleasure made me hungrier. I flipped her over on her back. She laid there with her big dark eyes, staring back at me,
PERCIE “Hey.” I moistened my lips. I wanted to say something—anything, but words wouldn’t come out. “Hi.” Surprised, she swallowed. Her gaze dropped to the box in my hand, then glanced back at me. I waited for her to start, but it didn’t come. “Oh, uh.” I looked at the box. “This is not for you.” I went silent, stunned. Then something in her expression caused me excruciating pain. Finally, it came to my senses. “I mean, this is not mine. I mean, it’s mine now. It’s from Emma.” I stopped. I screwed big time. “This is one of a few things she left for me.” “I understand. You don’t have to explain,” she interrupted, eyes glittering. “Anyway, I just come here to take my things.” “What do you mean?” I stalked her to the living room. “Victoria is looking for a roommate. As we agreed before, I’ll leave as soon as I find a new roommate.” “Don’t leave, please?” My voice choked with raw emotions.
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviewsMore