LOGINIntan sama sekali tak menyangka, jika dirinya dijadikan istri kedua oleh suaminya-- Ihsan. Menjadi istri kedua, bukanlah hal yang diinginkan oleh Intan. Semua orang menyakahkan nya, dan menganggap nya sebagai perusak rumah tangga orang. Kedua orang tua Intan tak mau mengakuinya sebagai anak, karena mereka malu putri mereka menikah dengan Pria yang sudah beristri. Pertemuan nya dengan Ihsan berlangsung begitu cepat. Hanya butuh waktu 5 bulan saja, Ihsan akhirnya mantap untuk melamar Intan. Sebelumnya, Intan pernah bertanya, apakah Ihsan sudah memiliki istri, tapi Ihsan menjawab dia belum pernah menikah. Intan terpaksa bertahan, dan menghadapi sikap istri pertama Ihsan, yang setiap hari selalu menghina dirinya, bahkan memperlakukan nya seperti pembantu. Aida-- Istri pertama Ihsan. Dia selalu menganggap Intan sebagai saingannya. Berbagai cara dia lakukan, untuk membuat Intan jatuh dimata Ihsan. Ihsan sangat mencintai Intan. Dia tak mudah percaya begitu saja dengan yang dikatakan oleh Aida. Bu Eni-- Ibu Ihsan. Beliau juga sangat menyukai Intan. Hal itu semakin membuat Aida terbakar api cemburu. Puncaknya adalah saat ia membawa lari bayi Intan dan Ihsan, lalu membuangnya begitu saja ke sungai.
View MoreHari ini Intan kembali bekerja, dia berharap hari ini dia tak bertemu dengan Ihsan. Jujur saja, dirinya masih dilanda rasa canggung. Dia berjalan masuk ke ruangannya, ternyata disana sudah ada Ihsan menunggu nya. Rasa canggung ada diantara mereka. Intan mendekati Ihsan dan menanyakan apa yang Ihsan inginkan.Ihsan hanya melihat sekilas pada Intan, lalu beralih pada map berwarna merah itu."Aku ingin kau merevisi lagi surat laporan itu. Sepertinya, Andika membuat kesalahan," titah Ihsan.Andika adalah anak baru, dia mendapatkan tugas dari Pak Ibra untuk membuat laporan. Tapi, sepertinya laporan itu sedikit ada kesalahan. Intan mengangguk dan mengambil map itu. Sementara itu, Ihsan pergi dari ruangan Intan."Surat laporan ini benar dan tidak ada kesalahan. Tapi, mengapa Pak Ihsan memintaku untuk merevisi nya?" tanya Intan dalam hati.Dia beranjak dari kursinya dengan membawa map itu. Dia mengetuk pintu ruangan Ihsan, tap
"Apa maksudmu? Video apa, Andra?" tanya Ara dengan suara bergetar.Rupanya, rencananya berjalan lebih cepat dari yang aku bayangkan. Ku lihat, wajah-wajah panik memenuhi wajah mereka. Aku meletakkan minuman dan camilan untuk tamu. Aku harus memainkan akting ku sekarang."Sudahlah, Ara! Kau tidak perlu membela diri lagi. Aku sudah tau semua kebusukanmu itu!" Andra menunjuk wajah Ara. Sedangkan, yang ditunjuk menunjukkan ekspresi kebingungan.Bagaimana, Bu? Permainan ini sangat seru 'kan? Ini baru permulaannya saja. Aku akan membuat api ini semakin besar."Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu," ujar Ara.Andra mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan video itu kesemua orang. Ibu menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dia lihat, sedangkan Mas Ihsan hanya terdiam.Andra terlihat sangat marah, dan memasukkan ponselnya kedalam saku celananya. Dia memandang wajah Ara dengan merah padam."
04 November 2018Hari ini adalah hari yang berarti untukku. Karena, kandungan ku sudah mencapai usia 7 bulan. Acara 7 bulanan pun dilakukan dengan sangat meriah, banyak tamu yang datang untuk memberikan ucapan selamat padaku dan Mas Ihsan. Semuanya berjalan dengan sangat lancar.Tapi, kebahagiaanku tak bertahan lama. Karena, setelah aku meminum minuman yang diberikan oleh Ibu mertuaku, perutku terasa sangat panas. Aku berteriak karena aku tak bisa menahan rasa sakit ini yang kian menyiksa."Aida!" Mas Ihsan yang tadinya sedang bercengkrama dengan temannya berlari menghampiriku. "Apa yang terjadi? Aida!""Perutku sakit sekali, Mas."Dengan sigap Mas Ihsan mengangkat tubuh mungilku, dan segera membawa kerumah sakit. Mama dan Ara juga ikut. Sesampainya dirumah sakit, aku segera dilarikan keruang IGD, karena mengalami pendarahan yang hebat. Seorang suster menyuntikk
Ara menutup pintu kamar dengan sangat hati-hati. Saat ini, suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana bisa sang Mama memintanya untuk memaafkan Aida, seseorang yang sudah dengan teganya menghancurkan masa depannya itu. Sungguh, jika saja yang memintanya bukanlah sang mama, maka Ara pasti akan menolaknya mentah-mentah.Ara kembali teringat dengan permintaan maaf Andra, Ara kembali menangis. Jujur, dia masih mencintai Andra. Tapi, keputusan Andra yang memilih untuk meninggalkan dirinya karena desakan sang mama, membuat hatinya sangat terluka."Jangan mengujiku lagi, Ya Allah. Aku mohon! Biarkan aku bahagia," lirih Ara dalam hati."Maafkan aku, Ma. Untuk pertama kalinya aku menolak permintaan Mama. Bukan maksudku untuk menyakiti Mama, tapi semua ini berat untukku. Sangat berat!" Air mata kembali mengalir di pipinya. "Tuduhan itu! Hinaan itu! Pengkhianatan itu! Tidak bisa Ara lupakan, Ma. Tidak bisa!"Ara menghapus air matanya de
Intan berjalan menuju ruangan Ihsan, dengan membawa berkas untuk meeting. Sebelum masuk dia terlebih dahulu mengetuk pintu. Ihsan yang sedang menandatangani berkas yang lain hanya meminta nya untuk masuk.Setelah dipersilahkan masuk oleh Ihsan, Intan segera memutar handel
"Untuk apa kau datang kemari?" tanya Ihsan saat dia baru saja masuk kedalam rumah.Aida hanya diam saja. Hal itu, justru memancing amarah Ihsan. Jika saja, saat ini tidak ada mamanya, sudah pasti Ihsan sudah menyeretnya keluar. Tapi, dia terpaksa mengurungkan niatnya."Aid
Disore hari yang cerah ini aku dan Riska memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Sebenarnya, aku sangat lelah. Tapi, melihat wajah Riska yang sangat ingin jalan-jalan membuatku tak tega untuk menolaknya. Saat tengah mengawasi Riska bermain, tanpa sengaja aku melihat Pak Ihsan sedang berdiri sem
Hari ini adalah hari pertama Ara kembali bekerja. Sebenarnya, dia tak tega untuk meninggalkan mamanya seorang diri. Tapi, tuntutan pekerjaan memaksanya untuk meninggalkan mamanya. Meskipun Bi Siti sudah berada dirumah sedari pagi untuk menemani sang mama, tetap saja Ara merasa sangat khawatir.&nb












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews