Share

BAB 124 : Teka-Teki Hati

Penulis: Zakia
last update Tanggal publikasi: 2026-05-19 12:40:11

Malam itu, Bima melangkah masuk ke dalam unit apartemen pribadinya dengan menenteng dua kotak pizza hangat di tangan kanan.

Sepasang matanya langsung mengedar ke seluruh penjuru ruangan, namun ia tidak menemukan keberadaan Andien di ruang tengah.

Detik berikutnya, Bima menyadari ada sesuatu yang berbeda dari atmosfer tempat tinggalnya; ruangan itu terasa jauh lebih rapi, bersih, dan menguar aroma wewangian yang segar.

"Andien...!" teriak Bima, memecah keheningan sembari menoleh ke kanan dan kir
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 291 : Kunjungan di Kamar Rawat

    Bima terduduk di atas peraduan rumah sakit. Manik matanya menatap hampa menerobos beningnya kaca jendela, hanyut dalam pergulatan batin yang tak kunjung mereda.Di sampingnya, Andien sibuk mengupas buah apel dengan gerakan santai, tak henti-hentinya mengoceh menceritakan dinamika pekerjaannya demi mencairkan suasana.Namun, mendapati Bima yang tetap membisu kaku, Andien perlahan menghentikan kegiatannya. Ia mengulurkan tangan, mengusap lembut bahu pria itu."Bima..." Panggil Andien pelan.Bima tersentak, refleks menoleh menatap paras Andien."Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Andien heran.Bima menggelengkan kepalanya pelan, berusaha mengusir bayang-bayang kelam yang merayapi benaknya."Aku ingin menjenguk Saifanny, Andien," ucap Bima singkat, menyuarakan desakan rasa bersalah yang terus menghimpit dadanya.Andien mengangguk paham. Tanpa membuang waktu, ia mengambil kursi roda di sudut ruangan, lalu dengan telaten membantu Bima memindahkan tubuhnya.Namun, baru saja jemari Andien h

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 290 : Transaksi Dua Iblis

    Pagi berganti siang di kediaman megah milik Marcus Manggala. Atmosfer di dalam rumah mewahnya terasa hening namun mencekam.Di ruang tengah, seorang pengawal pribadi berdiri tegak dengan posisi sempurna, siap memberikan laporan perkembangan terbaru mengenai insiden penyekapan dan perburuan terhadap Ririn.Marcus duduk anggun di atas sofa kulit impor sembari mengamati layar iPad miliknya. Jemari kokohnya sesekali menyesap cangkir kopi hitam yang mengepulkan aroma pahit—selaras dengan suasana hatinya."Lapor, Tuan. Seperti yang Anda duga, Bu Ririn gagal total menjalankan seluruh rencananya," mulai pengawal itu dengan nada berhati-hati."Dua mobil pengalih perhatian berhasil tersusul oleh tim pencari hingga mereka langsung diringkus dan diamankan polisi. Di saat yang sama, Bu Saifanny nekat menyusup ke vila hanya didampingi satu pengawal. Bu Ririn mengeksekusi pengawal itu, dan Bu Saifanny pun tertembak hingga mengenai area dadanya."Mendengar nama Saifanny disebut terkena tembakan, pupi

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 289 : Latihan Pagi dan Pendar Kesadaran

    Pagi hari terasa menenangkan di dalam ruang latihan gedung agensi Holy Entertainment. Indra terduduk di lantai kayu yang mengilap, mengatur napasnya yang patah-patah setelah menyelesaikan sesi latihan vokal intensif demi menyongsong pergelaran konser tunggalnya yang kian dekat.Di hadapannya, Nabilla duduk menyilangkan kaki sembari menyodorkan sebuah paper bag berlogo khusus.Di dalamnya tersusun rapi wadah bekal berisi potongan buah segar, dada ayam rebus, dan sebotol air mineral dingin—perpaduan menu diet ketat yang sengaja dirancang Nabilla demi menjaga proporsi tubuh Indra agar tidak tampak berisi di atas panggung.Sejak kemarin, Andien tidak menunjukkan batang hidungnya di apartemen. Indra, yang terbiasa menyantap masakan rumahan wanita itu, terpaksa menikmati sarapannya di kantor agensi.Tekanan jadwal persiapan konser menuntutnya melatih vokal jauh lebih awal dari jam operasional normal.Tanpa banyak bicara, Indra menyambar paper bag tersebut dan mengurai isinya. Ia menyendokka

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 288 : Trauma dalam Pernyataan

    Sore menjelang malam menyelimuti rumah sakit daerah T-City, tepat dua jam setelah operasi Saifanny dinyatakan berjalan lancar.Di salah satu kamar perawatan VIP, Bima baru saja selesai diubah dan dibalut perban lukanya oleh seorang perawat."Terima kasih, Suster," ucap Andien pelan sembari menyunggingkan senyum tipis.Perawat itu mengangguk ramah. Namun, saat jemarinya hendak menarik dan menutup pintu rapat-rahat, suara Bima mendadak memotong dengan getaran samar yang tak mampu disembunyikan."Suster, tolong pintunya jangan ditutup," kata Bima, nada suaranya bergetar tipis akibat rasa trauma yang masih mencengkeram jiwanya.Perawat itu sedikit terkejut, namun dengan sigap memahami kondisi psikologis pasiennya."Baik, Pak." Ia melangkah pergi, membiarkan daun pintu kamar tetap terbuka setengah celah.Andien kembali mendudukkan diri di kursi kayu di samping ranjang."Bagaimana keadaan Saifanny?" Tanya Bima pelan, manik matanya menatap lurus ke arah Andien dengan pendar cemas.Andien ber

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 287 : Sirine Ambulan dan Penyesalan

    ​Suara derum sirine ambulans meraung-raung membelah pagi yang kian terik di T-City. Di dalam kabin medis yang melaju kencang menerobos kemacetan menuju Rumah Sakit Pusat T-City, suasana berubah mencekam. ​Petugas medis bergerak cepat membalut bahu kanan Saifanny yang tak henti-hentinya menumpahkan darah segar. ​Di samping tandu, Bima—dengan tubuh lemas, memar di parasnya, serta bekas jeratan rantai besi yang menghitam di pergelangan kakinya—terduduk bersandar dengan napas memburu. Manik matanya yang membendung air mata tak sanggup berpaling sedikit pun dari paras Saifanny yang kian pucat pasi. Jiwanya dihantam kecemasan hebat, merasa bersalah karena ketidakmampuannya telah mengorbankan keselamatan wanita itu. ​Kepolisian bergerak cepat menyergap vila pesisir pantai bukanlah tanpa alasan. Bara—yang posisinya bersama tim keamanan Utama Group masih terhadang jarak berjam-jam akibat jebakan mobil umpan di B-City—mengambil langkah paling rasional. Begitu menyadari posisi Ririn berada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 286 : Darah yang Mengucur

    Di dalam kamar yang riuh oleh pecahan kaca, Saifanny berbalik menatap Bima dengan cemas. Selagi pengawal tadi belum kembali, rasa tidak aman menggelayuti batinnya.Naluri pertahanan dirinya bergejolak. Saifanny memungut kembali batu besar yang sempat ia jatuhkan, lalu menghantamkannya sekuat tenaga ke arah rantai besi yang menjerat pergelangan kaki Bima.Brak! Brak!"Tidak ada gunanya, Saifanny. Rantainya terlalu tebal," kata Bima lemas, suaranya parau dan tanpa daya melihat usaha sia-sia wanita di hadapannya.DOR!Suara gema tembakan mendadak memecah udara dari arah luar ruangan. Saifanny dan Bima tersentak kaget.Jantung Saifanny berdegup kencang; pertanyaan liar menyeruak di benaknya tentang siapa yang baru saja melepaskan tembakan tersebut."Saifanny, Ririn gak akan nyerah... Dia pasti bakal ngelawan," ucap Bima penuh kekhawatiran yang membakar dadanya.DOR! DOR!Dua tembakan beruntun kembali bergema tajam, memutus hening pagi. Keresahan di hati mereka berdua kian memuncak, meneba

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status