Beranda / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 177 : Ancaman yang Membekukan

Share

BAB 177 : Ancaman yang Membekukan

Penulis: Zakia
last update Tanggal publikasi: 2026-06-14 22:12:17

Siang itu, Adrian dan Saifanny tiba di rumah sakit dengan langkah terburu-buru. Ketegangan yang pekat mengiringi langkah mereka di sepanjang koridor steril, hingga akhirnya mereka sampai di depan ruang rawat intensif.

Ceklek!

Begitu daun pintu diayunkan terbuka, sosok kakek tua yang terbaring lemah di atas bangsal langsung tertangkap oleh netra mereka.

Arkana tampak mengedipkan sepasang kelopak matanya secara perlahan, menyambut kedatangan cucu laki-lakinya.

"Kakek..." panggil Adrian lirih, lal
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 403 : Lapisan Intrik

    Terik matahari siang J-City terasa menyengat, membakar permukaan beton dan besi di area proyek.Marcus berdiri kaku tepat di hadapan gerbang utama laboratorium Manggala Tech yang telah memasuki bulan kedua masa pembangunannya.Di balik kacamata hitam yang bertengger kaku di hidungnya, sepasang mata tajamnya mengedar, menyisir sekeliling dengan intensitas yang mengintimidasi.​Batin Marcus bergolak hebat. Rasa frustrasi dan paranoia merayap perlahan, menggerogoti ketenangannya. Masalah di kehidupannya seolah-olah beruntun menumpuk tanpa muara penyelesaian.Mulai dari keberadaan Ririn yang mendadak lenyap bagai ditelan bumi, merosotnya nilai saham Manggala Tech di pasar bursa, hingga keheningan mendadak dari Saifanny yang sama sekali tak lagi menghubunginya sejak kepulangan mereka dari T-City.​Marcus memalingkan pandangannya, menatap tajam ke arah kompleks bangunan yang berdiri berdampingan di sebelah proyeknya—panti jompo milik Saifanny.​Sebuah kenyataan pahit menghantam kesadarannya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 402 : Air Mata di Meja Makan

    Jovian menatap Dewi dengan pandangan intens yang dipenuhi getaran ketidakpercayaan.Logikanya berontak; sosok wanita yang berdiri di hadapannya adalah istri dari sepupunya sendiri—wanita yang secara resmi dinyatakan telah wafat dan diresmikan pemakamannya oleh seluruh anggota keluarga satu tahun lalu.​Menyadari tatapan intens dan tajam yang terukur dari Jovian, Dewi memundurkan langkah kakinya secara refleks.Pendar ketakutan yang pekat seketika membanjiri dadanya, membangkitkan trauma lama yang mengintai di balik cangkang penderitaannya.​Menangkap keresahan dan ketakutan yang memancar dari raut wajah menantunya, Mawar bergerak cepat. Ia mengulurkan tangan yang bergetar, menjangkau dan menggenggam erat lengan Jovian.​"Jovian, kita bicara di luar... Tante mohon," kata Mawar dengan nada panik, memohon seraya menarik lembut tangan Jovian agar menjauh dari ambang pintu kamar.​Jovian pun terpaksa menurut. Kendati langkah kakinya bergerak mengikut arah tarikan Mawar, benaknya dipenuhi o

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 401 : Ruangan di Ujung Lorong

    kemuiang hari yang cerah di vila tersembunyi membiaskan pantulan pendar air kolam renang yang jernih.Di tepi kolam, Jovian dan Tyas bersandar pada kursi malas. Menampilkan sosok yang anggun sekaligus memikat, Tyas merebahkan tubuhnya dalam balutan bikini putih, kacamata hitam, dan topi pantai bertepi lebar.Kelopak matanya terpejam rapat, menikmati embus angin tenang seolah tak terbebani oleh hiruk-pikuk kota yang ditinggalkannya.​Sementara itu, Jovian duduk terpaku dengan pandangan terlempar kosong ke depan. Pikirannya melayang jauh, mengembara ke tempat lain.Bayang-bayang Andien masih bertakhta erat di dalam benaknya. Pria itu terus bertanya-tanya tentang apa yang sedang dilakukan wanita itu saat ini, mengingat deretan pesan singkat yang dikirimkannya tak lagi mendapat tanggapan sedikit pun.​Jovian menghela napas pasrah, meredam kekecewaan yang menggerogoti dadanya. Ia berpaling melirik meja kecil di samping kursi malasnya.Gelas minuman dinginnya telah kosong. Merasa dahaganya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 400 : Perlombaan Pencarian

    Siang hari yang menyilaukan menembus tirai tipis ruang rawat inap Ghina, membiaskan pendar cahaya putih yang kontras dengan atmosfer tegang di dalam ruangan.Bima dan Bara duduk berhadapan di atas sofa empuk dekat jendela. Wajah kedua pria itu tampak amat serius, mencerminkan kerumitan masalah yang sedang mengurung pikiran mereka.​"Jadi gimana perkembangan pencarian Ririn dan Doni?" Tanya Bima memulai obrolan, memecah hening yang sempat menggantung.​Bara mengedipkan matanya perlahan, menyusun kata-kata agar terdengar setenang mungkin."Untuk saat ini belum ada perkembangan berarti, Pak," Kata Bara tegas, meski riak frustrasi samar terpancar dari sorot matanya.​"Kami sudah mencari di beberapa tempat yang kemungkinan bisa menjadi tempat persembunyian Ririn," Lanjut Bara dengan ketenangan yang dipaksakan demi menjaga profesionalitasnya di hadapan mantan atasannya itu.​Bara menghela napas pendek, meredam keletihan yang merayapi fisiknya, lalu kembali melanjutkan laporan."Tapi Bapak j

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 399 : Perasaan yang Tak Terpulihkan

    ​Tepat tengah malam, sebuah mobil mewah merapat pelan di halaman vila. Jovian dan Tyas melangkah keluar, menyongsong dinginnya udara malam yang menusuk tulang.Jovian melirik bangunan berarsitektur modern yang berdiri terisolasi di balik kegelapan itu dengan perasaan yang berkecamuk dan campur aduk.​"Ini vila Kak Tyas?" Tanya Jovian seraya menoleh, menatap Tyas yang berdiri tenang di sampingnya.Tyas mengangguk pelan. "Iya, tapi secara dokumen bukan. Aku membelinya menggunakan nama orang lain," Ucap Tyas ringan, tanpa ada beban dalam intonasinya.Mata Tyas mengembara sejenak. Ia melirik ke arah jendela kamar Mawar dan Dewi di lantai atas; lampunya telah padam sepenuhnya.Tanpa membuang waktu lebih lama untuk menikmati heningnya malam, Tyas melangkah mantap memasuki area dalam vila.​Tanpa menaruh prasangka atau kecurigaan apa pun, Jovian menyusul langkah wanita itu dari belakang.Kendati demikian, benak Jovian tetap dipenuhi tanda tanya besar: mengapa seorang Tyas harus bersusah paya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 398 : Lelah dan Batas Kesabaran

    Malam hari di sudut elit J-City memancarkan ketenangan yang relatif. Lampu-lampu jalan membiaskan pendar keemasan yang menawan, menerangi deretan arsitektur modern kota yang seolah tak pernah tidur. Namun, kedamaian di luar sana berbanding terbalik dengan kelelahan yang menghimpit dada Tyas. ​Di dalam hunian mewahnya, Tyas mengembuskan napas panjang yang sarat akan keletihan. Energinya terkuras habis usai seharian penuh meladeni agenda klien penting dari luar negeri. Rencana awalnya yang hanya sebatas mengantar dan menyambut mereka hingga ke pintu hotel berubah menjadi pendampingan belanja hingga berburu kuliner malam. ​Tyas melempar tubuhnya yang terasa kaku ke atas sofa ruang tengah yang empuk. Sorot matanya bergulir lirih menuju jam dinding bernuansa minimalis. Jarum jam telah menunjuk tepat ke angka tujuh malam. Menurut perhitungan di kepalanya, bahwa mungkin Mawar seharusnya telah menginjakan kaki di vila persembunyian Dewi dengan selamat. ​Pada mulanya, sempat terselip letu

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status