Compartilhar

BAB 182 : Tabrakan Takdir

Autor: Zakia
last update Data de publicação: 2026-06-17 11:21:50

Sore itu, di dalam kafe yang terletak tepat di samping gedung apartemen Bima, Adrian dan Bima masih melanjutkan obrolan serius mereka.

Bima mengulurkan tangannya, mengambil sepotong roti yang tersaji di hadapannya.

"Jadi, apa alasanmu kemari? Aku yakin kamu datang bukan hanya untuk membangunkanku saja, kan?" ucap Bima tanpa basa-basi, langsung menusuk ke inti tujuan sang sahabat.

Adrian menatap lekat manik mata sahabatnya dengan intensitas yang dalam. Ia tahu betul bahwa otak jenius Bima pasti
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 184 : Retak Rahasia Anak

    Satu bulan telah berlalu sejak cetak biru arsitektur panti jompo resmi direvisi di meja rapat Utama Group.J-City kini bergerak kian cepat, selaras dengan kesibukan Saifanny yang meningkat drastis.Sebagai ketua yayasan, satu bulan terakhir ini waktunya habis tersedot di lahan proyek, mengawasi mobilisasi alat berat dan instalasi awal pipa vertikal untuk jaringan medis Manggala Tech.Kesibukan fisik yang menguras energi itu memaksa Saifanny mengambil keputusan tegas terhadap aktivitas sehari-hari Syahdan, setelah Adrian melayangkan inisiatifnya satu bulan lalu."Fanny, setelah ini kau pasti akan semakin sibuk memantau perkembangan di lahan proyek. Bagaimana kalau urusan menjemput Syahdan dan mengantarnya pergi les biar aku saja yang melakukannya setiap hari?"Adrian benar-benar membuktikannya. Selama empat minggu terakhir, mobil mewah Adrian-lah yang selalu setia terparkir di depan gerbang sekolah dasar J-City setiap siang, menggantikan posisi Saifanny.Inisiatif itu tidak hanya memot

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 183 : Hadiah Mewah dan Gairah Malam

    Malam itu, setelah makan malam keluarga yang hangat selesai, mereka memutuskan untuk menginap di kamar hotel mewah karena Syahdan sudah didera kantuk yang berat."Ma, aku tidur duluan ya," ucap Syahdan dengan suara parau, menutup pintu kamar dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuk.Saifanny mengangguk pelan. Langkah kakinya yang semula bergeming di depan pintu, mendadak ditarik dengan sentakan lembut oleh jemari Adrian, menuntunnya melangkah masuk ke dalam kamar tidur yang bersebelahan.Adrian akhirnya menghentikan langkah tepat di tengah kamar tidur yang luas dan remang-remang.Kamar itu begitu sunyi, privat, dan dilingkupi atmosfer intim yang pekat, berbanding terbalik dengan keceriaan yang baru saja mereka lalui bersama Syahdan di restoran bawah.Adrian memutar tubuhnya, menatap lekat sepasang manik mata wanita yang malam ini telah menguras seluruh fokus isi kepalanya.Tanpa mengeluarkan suara, ia menuntun telapak tangan Saifanny mendekati sebuah meja kayu ek di sampi

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 182 : Tabrakan Takdir

    Sore itu, di dalam kafe yang terletak tepat di samping gedung apartemen Bima, Adrian dan Bima masih melanjutkan obrolan serius mereka.Bima mengulurkan tangannya, mengambil sepotong roti yang tersaji di hadapannya."Jadi, apa alasanmu kemari? Aku yakin kamu datang bukan hanya untuk membangunkanku saja, kan?" ucap Bima tanpa basa-basi, langsung menusuk ke inti tujuan sang sahabat.Adrian menatap lekat manik mata sahabatnya dengan intensitas yang dalam. Ia tahu betul bahwa otak jenius Bima pasti akan langsung menangkap maksud lain yang disembunyikannya."Manggala Tech. Aku menaruh kecurigaan yang terhadap pergerakan CEO mereka, Marcus Manggala," mulai Adrian dengan nada suara yang memberat.Bima sedikit memiringkan kepalanya sejenak. Ia tentu tahu persis mengenai kredibilitas Manggala Tech—salah satu korporasi raksasa di bidang teknologi dan elektronik terbesar di negeri ini."Dia... adalah mantan pacar Fanny di masa kuliah dulu. Dan sekarang, dia sedang membantu Fanny menangani proyek

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 181 : Ruang yang Kehilangan Nyawa

    Sore itu, setelah pembahasan teknis yang melelahkan selesai dieksekusi, Marcus pamit pulang lebih dulu.Pria itu bangkit berdiri dari posisinya sembari mengulas senyuman manis yang tampak teramat ramah."Terima kasih atas kerja samanya, Pak Adrian. Anda memang rekan kerja yang sangat berbakat. Kalau begitu, saya izin pamit lebih dulu," ucap Marcus sembari menjabat erat tangan Adrian dan melambaikan tangan hangat pada Saifanny, sebelum akhirnya melangkah membuka pintu dan pergi meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan.Adrian mengembuskan napas panjang, meluapkan beban yang sejak tadi menumpuk di dadanya.Jemarinya bergerak taktis menata kembali semua lembaran dokumen arsitektur yang berserakan di atas meja kaca."Terima kasih sudah bekerja sama dengan baik bersama Marcus," ucap Saifanny pelan, sepasang matanya menatap lekat pergerakan Adrian yang berada di hadapannya.Adrian menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan rasa lelah, lalu bangkit berdiri dari kursi kebesarannya."Aku

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 180 : Singgungan Tiga Sudut

    Pagi itu, di kediamannya, Nabilla memasukkan semua pakaian Catlin ke dalam koper besar dengan gerakan kasar. Riak amarah yang tertahan membuat napasnya memburu cepat."Hari ini kamu kembali ke asrama, apa pun yang terjadi!" ucap Nabilla ketat, menahan luapan emosi yang nyaris membakar dadanya.Catlin yang berdiri di sebelahnya mencoba sekuat tenaga menghentikan gerakan tangan ibunya."Nggak mau! Aku nggak mau kembali ke asrama!" teriak Catlin sembari berusaha keras menarik paksa gagang koper miliknya dari cengkeraman Nabilla.Namun, karena memiliki postur tubuh dan tenaga yang jauh lebih kecil, Catlin kalah telak.Nabilla menyentak tubuh gadis itu hingga terdorong dan terduduk pasrah di atas permukaan kasur."Kenapa Mama tega sama aku? Apa yang udah Indra bilang ke Mama?!" tanya Catlin dengan sepasang mata yang mulai berkaca-kaca, didera rasa sakit hati yang teramat luar biasa.Nabilla seketika menatap tajam ke arah putri tunggalnya itu."Kau masih nanya? Kau yang sudah berani berkata

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 179 : Kecurigaan yang Tersisa

    Saifanny menarik napas dalam-dalam saat langkah kakinya menapak di kawasan pelataran rumah mewah milik Marcus. Satu telapak tangannya bergerak lembut meraih jemari mungil Mabelle, sementara tangan yang lain merangkul pelan bahu tegap Syahdan. Mereka berjalan beriringan dengan langkah teratur menuju pintu utama. Ting nong! Saifanny menekan tombol bel pintu yang terpasang di dinding. Tidak berselang lama, terdengar langkah kaki yang bergerak terburu-buru dari arah dalam rumah. Begitu daun pintu diayunkan terbuka, sosok Marcus langsung menyambut presensi mereka. Raut wajah pria itu tampak lelah, lengkap dengan tatanan rambut kemerahannya yang acak-acakan serta gurat lingkaran kantung mata hitam yang membayang jelas di bawah kelopak matanya. Meski didera keletihan yang kentara, Marcus tetap memaksakan seulas senyuman ramah untuk menyapa Saifanny. "Masuklah..." ucap Marcus sembari menggeser tubuhnya, mempersilakan mereka semua untuk melangkah masuk. Saifanny melangkah melintasi amb

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status