ログイン~ Ketika fajar kebenaran akhirnya menyingsing menembus pekatnya malam, setiap luka dan ujian hidup berubah menjadi mahkota kedamaian yang melingkupi jiwa ~ Sevilla Flovie.Matahari pagi di Kota Singapura menyemburkan pendar cahaya keemasan menembus benteng-benteng kaca pencakar langit di kawasan Financial District. Angin laut bertiup sejuk, menyapu bersih sisa-sisa kecemasan yang sempat mengendap di sepanjang malam. Hari yang baru telah tiba, membawa serta penentuan akhir dari seluruh konspirasi dan prahara yang membelenggu keluarga Delard dan Vane.Di lantai atas Gedung Bank DBS Marina Bay, Johny dan Allen bersama tim hukum independen Delard Corp baru saja menyelesaikan misi krusial mereka. Frans, sang sekretaris senior, berhasil membuka brankas deposit tingkat tinggi milik almarhum Henry Vane. Di dalam brankas berlapis baja itu, tersimpan sebuah unit drive enkripsi perak yang berisi seluruh rekaman percakapan, bukti transfer ilegal, serta manipulasi dokumen yang dilakukan oleh Ri
~ Keberanian bukanlah tentang ketiadaan rasa takut, melainkan tentang keputusan untuk terus berdiri tegak di atas kebenaran saat badai terpekat mencoba merobohkan langkah kita ~ Verrel Delard.Roda pesawat privat Delard Corp mendarat mulus di landasan pacu Bandara Internasional Changi, Singapura, saat malam baru saja melabuhkan pekatnya. Gemerlap lampu-lampu megapolitan The Lion City menyambut kedatangan rombongan keluarga Delard. Namun, di balik kemewahan arsitektur kaca dan baja kota tersebut, atmosfer ketegangan yang dingin langsung menyergap begitu mereka melangkah keluar dari area terminal VIP.Dua unit mobil sedan hitam Mercedes-Maybach berpelat diplomatik privat sudah bersiap di area apron. Frans, pria paruh baya berkacamata tebal yang menjabat sebagai Kepala Sekretariat Vane Group, berdiri menyambut mereka dengan wajah pucat dan raut kecemasan yang tak sanggup disembunyikan."Tuan Mark, Tuan Verrel... Nyonya Sevilla," sapa Frans seraya membungkukkan badannya secara hormat.
~ Takdir tidak berhenti melukis cerita hanya karena ijab kabul telah terucap. Setiap fajar baru membawa warna yang tak pernah kita duga sebelumnya ~ Sevilla Flovie.Tiga bulan setelah kehangatan malam akad nikah di tepi tebing Uluwatu, ritme kehidupan Verrel dan Sevilla berlabuh di sebuah hunian privat kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rumah berarsitektur minimalis tropis dengan pekarangan rumput jepang yang asri itu menjadi tempat mereka merajut rutinitas sebagai pasangan suami istri yang sah.Aroma kopi luwak hangat dan harum oseng danging mentega menyeruak dari arah dapur bersih pagi itu. Sevilla berdiri di depan kompor pulau mengenakan gaun rumah berbahan katun lembut berwarna krem, dengan hijab instan berlarik simpel yang tertutup rapi. Wajahnya yang polos tanpa riasan tebal memancarkan aura keibuan dan kedamaian yang makin matang.Dari arah koridor tangga kayu, Verrel melangkah turun. Ia mengenakan kemeja formal berlengan panjang berwarna abu-abu terang yang baru sepa
~ Bukan tentang seberapa megah majelis yang kita pijak, melainkan tentang seberapa dalam janji suci yang kita ikrarkan di hadapan Allah untuk saling menguatkan hingga akhir waktu ~ Verrel Delard.Enam bulan berlalu sejak prahara di ruang rapat direksi Delard Corp resmi mereda. Bayang-bayang ancaman Yusha Vane serta kerumitan konflik korporasi telah sepenuhnya sirna, berganti dengan babak baru yang tenang dan penuh keberkahan. Jakarta yang biasanya diwarnai oleh kebisingan megapolitan kini menjadi saksi bisu persiapan momen paling sakral dalam perjalanan hidup Verrel Delard dan Sevilla Flovie.Hari Minggu yang cerah di awal bulan Oktober menyapa ibu kota dengan hamparan langit biru bersih tanpa gumpalan awan mendung. Di kawasan elit Uluwatu, Bali. lokasi yang dipilih Verrel dan Sevilla untuk menggelar prosesi akad nikah serta resepsi pernikahan mereka. angin laut berembus selembut sutra, membawa aroma khas bunga jepun dan kesegaran Samudra Hindia yang membentang luas di bawah tebing
~ Badai di luar sana mungkin sanggup mengguncang takhta dan harta, namun selama jemarimu tetap tergenggam di jemariku, tak ada satu pun ancaman yang mampu merobohkan rumah yang kita bangun bersama ~ Verrel Delard.Seminggu setelah perhelatan megah pernikahan Mark dan Willan di Solo, riuk-pikuk kedamaian berubah menjadi atmosfer ketegangan tingkat tinggi. Gedung pencakar langit Delard Tower yang menjulang megah di kawasan bisnis Sudirman, Jakarta Pusat, diselimuti aura dingin. Kaca-kaca kristal gedung memantulkan awan mendung yang berarak rendah di atas ibu kota, seolah menandakan badai baru yang siap menerjang.Di lantai teratas, tepatnya di ruang rapat utama direksi, suasana begitu mencekam. Meja kayu mahoni panjang yang dipoles mengilap dikelilingi oleh jajaran papan komisaris, pengacara senior, serta para pemegang saham utama Delard Corp.Di ujung meja, Mark duduk sebagai Direktur Utama mengenakan setelan jas tiga lapis berwarna abu-abu gelap. Wajahnya tenang namun memancarkan
Bab 81 An Uninvited Shadow~ Ketika masa lalu yang telah lama terkubur kembali menuntut haknya, fondasi cinta terbaik pun akan diuji oleh dinginnya kenyataan ~ Sevilla Flovie.Hari pernikahan Mark dan Willan yang dinantikan akhirnya tiba dengan megah di Ballroom Utama Hotel Royal Surakarta. Karpet merah membentang sepanjang lima puluh meter, dikelilingi oleh dekorasi bunga melati putih segar, mawar pastel, dan ukiran kayu khas Jawa yang memancarkan keanggunan tiada tara. Alunan gending Jawa tradisional yang dimainkan secara live oleh seniman karawitan Solo menyambut kedatangan para tamu undangan dari kalangan pengusaha top dan pejabat daerah.Di sudut area foyer utama, Verrel berdiri tegap mengenakan beskap hitam modern berhias sulaman benang emas yang elegan. Ketampanannya memukau setiap mata yang memandang. Di sampingnya, Sevilla tampak sangat anggun mengenakan kebaya katun halus berwarna krem lembut yang dipadukan dengan kain batik tulis motif sido mukti.Jemari Sevilla yang me
~Banyak wanita yang berekspektasi menjalin hubungan dengannya~ Verrelio delard.*****Dari mobil sport itu, keluarlah sosok pria dengan rambut blonde, hidung mancung serta kulitnya yang putih. pria itu membuka kacamata hitamnya dan menghampiri sevilla yang tengah
~Ada seseorang yang selalu ikut dalam urusan ku, dan sangat mengganggu ku~Verrel.*****Hari ini, seperti biasa verrel dan sevilla pergi ke sekolah bersama. bahkan saat mereka berpisah pun, verrel membelai halus rambutnya."Dia kenapa sih? kok ja
~So weird and I am so confuse about My feel~ Verrelio delard.*****Semenjak kejadian kemarin, sevilla menjadi bahan perbincangan semua teman-temannya.bahkan saat ini, dia sedang di gerumuni teman sekelasnya."Eh vil lo beneran pacaran sama verrel? kok lo g
~Bagaimana bisa manusia normal tinggal serumah dengan manusia salju sepertinya~Sevilla flovie.*****Rumah besar nan luas dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap, membuat sevilla seakan terperangkap dalam mimpi. ia tak menyangka bahwa ia akan menjadi seorang putri untuk ke







