بيت / Romansa / Cinta Tulus Istri Pengganti / Bab 229. Rasa Sedih Zara 

مشاركة

Bab 229. Rasa Sedih Zara 

مؤلف: Ucing Ucay
last update تاريخ النشر: 2026-08-20 21:56:43

​"Aku akan mencabut seluruh jaminan keuanganku!" lanjut Gina asli penuh ancaman mematikan. "Aku akan menyuruh dokter menghentikan semua alat bantu medis, mencabut tabung oksigen, dan mengusir nenek tuamu dari ruang perawatan malam ini juga! Kamu tahu kan apa yang terjadi kalau orang sekarat tanpa alat bantu respirator selama lima menit saja?!"

​"Jangan!" jerit Zara histeris namun tertahan, menutupi mulutnya sendiri agar suaranya tidak terdengar sampai ke ruang bawah. Air mata mengucur deras bag
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 231: Tangisan Sean yang Memecah Malam

    ​Gagang pintu kayu mahoni berukir tebal itu terasa dingin saat telapak tangan Zara menyentuhnya. Rasa dingin itu menjalar cepat ke seluruh pembuluh darahnya, seolah menegaskan bahwa masa-masa hangat yang sempat singgah di hidupnya telah benar-benar usai. Dari luar pintu, gemuruh petir berkali-kali menyambar kebun depan, disusul deru hujan lebat yang menghantam kaca-kaca jendela besar dengan suara gemertak yang menakutkan.​Zara memutar gagang pintu perlahan, membiarkan celah udara dingin dari luar berhembus masuk menerpa wajahnya yang basah oleh air mata. Setiap sel di dalam tubuhnya menjerit menyuruhnya bertahan, tetapi bayangan wajah Nenek Ajeng yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan selang oksigen melekat di hidung memaksa kakinya untuk tetap melangkah keluar.​"Mama ...!"​Sebuah teriakan melengking dari arah lorong kamar atas mendadak memotong deru angin malam. Suara langkah kaki mungil yang berlari kencang tanpa alas kaki terdengar berhamburan menunruni anak tan

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 230: Pamitan Paling Memilukan

    ​Langkah kaki Zara menuruni setiap anak tangga terdengar bagaikan ketukan penentu takdir yang amat lambat di dalam mansion megah itu. Pakaian kaos polos yang sudah agak pudar berserta celana kain hitam sederhana melekat di tubuhnya, sangat kontras dengan kemewahan interior sekelilingnya. Tas kain cokelat lusuh yang terselempang di bahu kirinya tampak begitu kusam, menjadi penanda paling nyata bahwa wanita ini telah menanggalkan seluruh kemewahan palsu yang sempat membalut dirinya selama tiga bulan terakhir.​Di lantai bawah, suasana ruang keluarga masih diselimuti ketegangan yang teramat pekat. Pendar lampu sirine polisi dari luar jendela besar kini tak lagi membilas ruangan, berangsur menjauh bersama deru mobil patroli yang bergerak meninggalkan gerbang depan. Lampu gantung kristal di langit-langit memancarkan pendar kuning hangat, namun tidak sanggup mencairkan suasana dingin yang membekukan jiwa orang-orang di dalamnya.​Arham masih berdiri mematung di dekat sofa tengah, tubuh tega

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 229. Rasa Sedih Zara 

    ​"Aku akan mencabut seluruh jaminan keuanganku!" lanjut Gina asli penuh ancaman mematikan. "Aku akan menyuruh dokter menghentikan semua alat bantu medis, mencabut tabung oksigen, dan mengusir nenek tuamu dari ruang perawatan malam ini juga! Kamu tahu kan apa yang terjadi kalau orang sekarat tanpa alat bantu respirator selama lima menit saja?!"​"Jangan!" jerit Zara histeris namun tertahan, menutupi mulutnya sendiri agar suaranya tidak terdengar sampai ke ruang bawah. Air mata mengucur deras bagaikan air bah membasahi pipinya yang pucat. "Jangan bunuh Nenek ... aku mohon, Gina ... aku akan lakukan apa saja ...."​"Bagus kalau kamu paham!" desis Gina asli seraya menarik kembali ponselnya, menyunggingkan senyuman iblis yang amat mengerikan. "Nenekmu bisa tetap bernapas dan mendapat obat mahal di rumah sakit itu selama aku tidak mencabut jaminanku. Tapi syaratnya cuma satu: kamu hilang selamanya dari kota ini! Jangan pernah menampakkan mukamu lagi di depan Arham atau Sean!"​Zara menunduk

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 228: Pengorbanan demi Nenek

    ​Langkah kaki Zara terasa begitu berat saat menaiki setiap anak tangga kayu berlapis karpet tebal yang menghubungkan ruang keluarga dengan lantai dua. Tubuhnya menggigil kencang, menahan gelombang penderitaan yang melahap habis seluruh pertahanan batinnya. Di belakangnya, hening malam di dalam mansion terasa sangat mencekik, meninggalkan Arham dan Ibu Lusi yang masih berdiri membeku di dekat ruang tengah.​Belum sempat Zara mencapai pijakan anak tangga teratas, suara derap langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar menyusul dari arah belakang. Gina asli melangkah lebar, menaiki anak tangga dengan gairah kemarahan yang masih membakar dadanya. Muka wanita itu yang terbungkus perban tipis tampak makin menyeramkan di bawah pendar remang lampu dinding.​"Tunggu dulu, wanita pemungut sampah!" desis Gina asli seraya menyambar pergelangan tangan Zara dengan sangat kencang.​Cengkeraman itu begitu kuat hingga meninggalkan bekas kemerahan di kulit halus Zara. Zara terdorong sedikit ke belakang, m

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 227: Senjata Pamungkas Gina. 

    ​Pintu ganda bagian depan mansion pelan-pelan tertutup merapat saat rombongan polisi berseragam mulai bergerak melangkah mundur ke area pelataran luar. Lampu sirine biru dari mobil patroli yang terparkir di depan pos penjagaan masih terus memantulkan garis-garis pendar tajam menembus kaca jendela besar, membilas lantai marmar ruang keluarga dengan pendar bernuansa tegang. Hawa dingin dari pendingin ruangan lantai satu bertabrakan kaku dengan emosi membara yang memuncak di dalam ruangan.​Gina asli berdiri terpaku tepat di tengah-tengah ruang keluarga yang serba megah itu. Pipinya yang tertutup kasa tipis kian menegang keras, memancarkan urat-urat halus di sekitar rahangnya saat ia melihat para polisi urung memborgol kedua tangan Zara. Tatapan benci yang teramat pekat menyala-nyala dari sepasang matanya, membakar habis sisa rasa takut atau akting kesakitan yang tadi dipamerkannya di hadapan semua orang.​Lusi masih memegang erat pergelangan tangan Zara yang berdiri gontai di samping ku

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 226. Pembelaan Arham. 

    ​"Sandiwara kamu bilang?!" Lusi tertawa sinis dengan suara bergetar. "Apakah ada penipu di dunia ini yang rela mempertaruhkan nyawanya sendiri menembus hujan badai di tengah malam cuma untuk mengantarkan dokumen penting perusahaan Arham yang tertinggal?! Tiga bulan lalu, saat server kantor Arham hampir bangkrut karena proyek utama terbengkalai, wanita inilah yang berlari-lari membawa berkas itu sampai bajunya basah kuyup!"​Arham tersentak kaku di tempatnya berdiri. Memori tentang malam kelam tiga bulan lalu mendadak berputar kencang di dalam pikirannya. Pria itu mengingat jelas bagaimana Zara—yang saat itu masih dikira sebagai Gina—datang ke kantornya dengan tubuh menggigil kencang dan kaki berlumpur demi menyerahkan kilas flashdisk dan berkas fisik penting yang menyelamatkan investasi ratusan miliar milik keluarga Tawfeeq.​"Wanita penipu tidak akan pernah melakukan hal sejauh itu demi orang lain!" seru Lusi seraya menepuk lengan kursi rodanya kencang. "Wanita di sebelahmu ini memba

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 6. Jawaban Sang Nenek 

    ​"Dengarkan Nenek baik-baik, Zara Alfathunisa," ucap Nenek Ajeng dengan nada suara yang ditekan serendah dan setegas mungkin, tangannya yang gemetar bergerak meraih jemari Zara di atas meja. "Menurut mendiang ibumu sebelum dia meninggal dunia, dan menurut ingatan Nenek sendiri yang merawat ibumu saa

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 5. Pertanyaan yang Menggejutkan Sang Nenek. 

    ​"Ini upah ku menyanyi malam ini, Nek. Besok pagi-pagi sekali, aku akan pergi ke apotek depan gang untuk menebus seluruh resep obat nenek yang sempat tertunda kemarin. Sisanya bisa kita gunakan untuk membeli beras dan kebutuhan dapur untuk seminggu ke depan," ucap Zara dengan binar mata penuh kepuas

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 4. Pikiran Yang Mengganggu

    ​"Nenek ... apa yang sebenarnya terjadi?" bisik Zara lirih ke tengah kesunyian malam, suaranya tenggelam bersama deru angin malam dan hantaman hujan yang tidak kunjung menampakkan tanda-tanda akan mereda.​Ia perlahan bangkit berdiri, memunguti tas kainnya yang basah dan memasukkan kartu nama itu ke

  • Cinta Tulus Istri Pengganti   Bab 3. Gina dan Zara. 

    ​Zara mematung dengan mulut sedikit terbuka, matanya melebar sempurna menatap garis wajah wanita di depannya. Hal yang sama juga terjadi pada wanita glamour tersebut; ia menghentikan aktivitas mengibas gaunnya, tangannya membeku di udara dengan pandangan mata yang terkunci rapat pada wajah Zara. Mer

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status