แชร์

Alasan yang sama

ผู้เขียน: Ceeri
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-08 22:57:46

Kafe Paman Beno terlihat maki ramai setelah dia yakin memutuskan untuk tetap membuka kafe miliknya.

Hujan yang sempat turun menjelang senja justru membuat banyak pengunjung memilih berteduh sambil menikmati secangkir kopi hangat. Percakapan ringan bercampur denting peralatan makan, membentuk suasana nan akrab.

Tahu-tahu Juna Janendra mendorong pintu kaca dan melangkah masuk. Salah seorang pelayan lama yang cukup mengenalnya langsung menyambut.

"Malam, Pak Juna."

"Malam."

"Seperti biasa?"

Pria i
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Peran yang tergantikan

    Pagi itu Jakarta diguyur gerimis tipis.Jihan duduk di dekat jendela kamar sambil memangku secangkir teh hangat. Setelah sidang berakhir, rutinitasnya mendadak berubah. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dia membuka mata tanpa dihantui daftar revisi ataupun jadwal bimbingan.Rasanya begitu lengang. Dia mengembuskan napas perlahan-lahan, sebelum mengambil ponsel yang sejak tadi tergeletak di samping bantal. Layarnya dipenuhi pemberitahuan. Sebagian merupakan ucapan selamat dari teman-teman di grub angkatan, beberapa dari kerabat jauh. Dan Jihan membalas mereka seperlunya.Sampai akhirnya dia berhenti di satu ruang percakapan. Juna. Dia menatapnya beberapa detik, masih teringat jelas bagaimana pria itu datang ke kampus hanya demi membawa kue sederhana sebagai simbol perayaan atas kelulusannya. Jihan juga tidak bisa berhenti mengulang momen ketika mereka menghabiskan waktu dengan santai. Masa-masa yang baru terjadi itu membuat sudut bibir Jihan ikut terangkat, "Aku kenapa, sih?"

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Perayaan kecil dan kepolosan yang paling murni

    "Kenapa harus restoran?"Pertanyaan sekian membuat Juna menghentikan langkahnya. Mereka baru saja keluar dari kampus ketika Jihan tiba-tiba mengemukakan keberatan."Bukankah biasanya orang merayakan kelulusan dengan makan di tempat bagus?""Aku setuju.""Nah, sudah kuduga.""Tapi tidak harus di restoran," sangkal Jihan lagi. Argumennya menyebabkan Juna menyipitkan mata. "Lalu?"Jihan tersenyum sepintas, senyum yang akhir-akhir ini semakin sering dia tunjukkan di hadapan pria tersebut, "Datanglah ke rumahku. Kita bisa membeli dulu makanan apapun yang kita mau.""Rumahmu?" Juna berkedip."Iya.""Jihan--""Apa?""Kau baru saja mengundang seorang pria ke rumahmu.""Kau bukan orang asing, Direktur." Jawaban sekian keluar begitu cepat. Sangat spontanitas, sehingga membuat keduanya sama-sama terdiam pada sekian detik.Namun, tak berselang lama Jihan berdeham. Sedan

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Ucapan selamat terbaik

    Jadwal sidang ditentukan lebih cepat dari perkiraan Jihan. Barangkali akibat selama beberapa minggu terakhir dirinya sudah terlalu sering bergulat dengan revisi naskah skripsi, hingga nyaris hafal isi dari setiap halaman yang ditulis. Kelelahan parah pun telah mengalahkan rasa gugupnya. Apa pun alasannya, semua berakhir ketika dosen penguji saling bertukar pandang sebelum salah seorang dari mereka menutup map di hadapannya."Selamat, Saudari Jihan Pitaloka."Detik itu pula dunia seakan berhenti. Jihan berkedip lambat, berulang-ulang sembari benaknya melayang ke banyak hal yang dia alami akhir-akhir ini. Bahkan penggalan kalimat yang terdengar lagi menjadi samar. Di antaranya mengenai revisi akhir, penjelasan soal administrasi, serta pesan-pesan yang semestinya dia simak dengan saksama. Namun, jantungnya telanjur berdetak terlalu cepat. Akhirnya dia lulus, setelah sekian bulan dikejar tenggat. Puluhan malam dia habiskan bersama laptop dengan berk

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Roda telah berputar jauh; segalanya berubah

    Pola yang berganti, adakalanya datang bersama dentuman keras. Lainnya merangkak dalam sunyi, serta hampir tidak terdengar maupun terlihat. Sampai suatu hari menengok ke belakang dan menyadari bahwa dirinya telah berjalan sangat jauh.Juna Janendra kini bisa pulang dengan wajah lapang. Hal tersebut bahkan mulai disadari pegawai-pegawai terdekatnya. Pria yang dahulu tenggelam dalam pekerjaan kini sesekali ditemukan berdiri di dekat jendela ruang kerjanya sambil menatap layar ponsel dengan sudut bibir terangkat. Tidak segitu mencolok memang, namun dengan intensitas yang sering. "Pak Direktur lagi senang.""Kelihatan banget, ya. Syukurlah, daripada dingin kayak kemarin-kemarin.""Kira-kira karena apa?""Entahlah, enggak ada yang tahu."Mereka hanya berani bergosip ketika sosok yang dibicarakan sedang tidak berada di ruangan. Sedang, orang yang menjadi sumber pembahasan sama sekali tidak menangkap sinyal ini. Atau mungkin berpura-pur

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Kenapa sekarang justru dia?

    Tertundanya penyelesaian skripsi itu seakan menjadi penyebab hari-hari Jihan berjalan buruk sejak pagi. Dia bahkan tidak perlu menunggu sampai malam untuk menyimpulkannya. Semua sudah terasa kacau setiap dia membuka mata.Dosen pembimbing mengembalikan berkas revisi yang menurutnya hampir rampung. Ternyata tidak, masih ada catatan baru dan bagian yang harus diperbaiki. Pembahasannya perlu diperluas, dan beberapa halaman disusun ulang, agar lebih sistematis katanya. Jihan menatap lembaran tersebut cukup lama, mendengkus keras sembari memijat pelipisnya."Oh Tuhan. Aku benar-benar diuji ..." Jihan merasa seperti berlari jauh hanya untuk kembali ke garis awal. Lagi dan lagi dia belum juga selesai. Keadaan tidak membaik setelahnya. Menjelang sore, Amelia menghampirinya. Semula gadis itu terlihat baik-baik saja. Dia tersenyum dan enak diajak mengobrol. Namun, suasananya berubah ketika tanpa sengaja seseorang menyebut nama Dave. Luka yang mulai mengering kembali tersayat, menyebabkan Amel

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Jejak pertama

    Kediaman Janendra selalu tampak megah dengan luas yang pula tak main-main. Interiornya dipenuhi kemewahan yang bertahun-tahun telah menjadi impian Siska Admaji. Mimpi itu tidak akan sempurna selagi dia masih merasakan kegelisahan. Apalagi situasi saat ini sungguh mengganggu ketenangannya. Ada sesuatu yang tidak terlihat langsung. Sedikit sulit menjelaskannya, meski cukup ampuh mengusik hidup damai yang telah dia rancang. Wanita paruh baya itu menurunkan cangkir tehnya. Tatapannya tertuju pada ruang makan yang kini hanya ditempati dirinya seorang. Nayla, putrinya seperti sengaja menghindari dia. Tidak pernah turun ataupun keluar dari kamar jika dia berada di situ. Menantunya sudah berangkat sejak pagi-pagi buta. Kerap demikian saat Siska Admaji memutuskan pindah ke kediaman Janendra sembari mengajak kembali putrinya. Seluruh runtut itulah yang menyebabkan pikirannya semakin sibuk. Berawal dari insiden buruk, perselingkuhan yang dilakukan putrinya menjadi akar dari semua permasalahan

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Kebiasaan yang kini semakin nyaman

    Juna Janendra sudah menunggu hampir lima belas menit lamanya. Pria itu berdiri di dekat trotoar seberang kampus, sesekali memeriksa jam tangan sebelum mengangkat wajah ke arah gerbang utama.Mahasiswa lalu-lalang memenuhi area sekitar. Di antaranya tergesa mengejar kelas berikutnya.bSebagian berger

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Langkah pertama untuk perlawanan

    Pagi ini kembali dimulai dengan suasana yang bikin gerah. Nayla Indira baru saja menuruni tangga ketika suara ibunya terdengar dari ruang makan."Kau mau ke mana?""Keluar sebentar, Bu.""Sudah menghubungi Juna. Kemarin ada ketemu tidak?"Langkah Nayla sontak terhenti. Pertanyaan serupa, dengan nad

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Hari yang melelahkan

    Sejak pagi hari, Jihan Pitaloka nyaris tidak memiliki kesempatan untuk bernapas lega.Presentasi mata kuliah dimulai pukul delapan. Setelah itu dia harus menemui dosen pembimbing yang kembali memberikan beberapa catatan revisi. Belum selesai sampai di sana, Amelia menghubunginya menjelang siang kar

  • Cinta ke Dua Pak Direktur   Di antara rutinitas

    Daniel Wilman baru selesai menandatangani beberapa dokumen ketika ponselnya bergetar di atas meja kerja. Itu merupakan sebuah pesan masuk dari rekan sesama pengacara.Perkara baru. Nilainya besar pula. Durasi penanganannya pun diperkirakan cukup panjang. Daniel membaca rincian

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status