แชร์

Cintanya Telah Habis di Orang Lama
Cintanya Telah Habis di Orang Lama
ผู้แต่ง: Eleven

Bab 1

ผู้เขียน: Eleven
Efisiensi orang tuaku sangat tinggi. Belum sempat keluar dari rumah sakit, mereka sudah mengirimkan puluhan foto dan data para pria, serta belasan set rencana pernikahan. Rencana paling awal bahkan dibuat beberapa tahun lalu.

Terakhir, ada satu pesan dari ibu untukku.

[ Anakku, Ibu sudah melewati semua ini. Ibu tahu seperti apa rasanya mencintai seseorang. Kalau Leo benar-benar mencintaimu, dia nggak akan tega membiarkanmu menunggu selama ini. ]

[ Keputusanmu meninggalkannya sekarang itu benar. Ibu selalu memperhatikanmu, bahkan rencana pernikahan sudah Ibu siapkan sejak lama. Pernikahan putri Ibu pasti yang terbaik. ]

Ternyata fakta bahwa Leo tidak mencintaiku, begitu jelas di mata orang lain. Hanya aku yang menipu diri sendiri, tenggelam dalam mimpi indah penuh celah yang dirajut Leo sampai enggan terbangun.

[ Terima kasih, Ibu. Pernikahannya sederhana saja nggak apa-apa. Orangnya Ibu yang tentukan, aku ikut saja. ]

[ Putra sulung Keluarga Tanata sangat unggul, pilih dia saja. Pernikahannya ditetapkan lima hari lagi. Kamu hanya perlu pulang. Urusan lain Ibu yang atur. ]

"Kalian sedang bahas pernikahan apa?"

Leo baru saja kembali dari luar. Aku tidak ingin dia tahu, jadi aku mematikan layar ponsel dan menggenggamnya terbalik di tanganku. Saat dia mengulurkan tangan hendak mengambil ponselku, nada dering ponselnya berbunyi.

Malam hari memang sunyi. Suara dari seberang telepon terdengar jelas olehku. Suara seorang perempuan, bergetar dan bercampur isak tangis. "Leo, begitu kamu pergi, mantan suamiku datang. Dia mengamuk dan menghantam pintuku seperti orang gila. Aku sangat takut."

Begitu mendengar isak tangis perempuan itu, Leo langsung mengerutkan alis. "Raisa, jangan buka pintu. Masuk ke kamar tidur, kunci pintunya, lalu lapor polisi. Jangan takut, aku segera ke sana."

Belum selesai berbicara, dia sudah berbalik dan berlari ke luar, hanya meninggalkan punggungnya untukku, bahkan tak sempat menutup pintu.

Untuk kesekian kalinya, dia meninggalkanku sendirian di bawah tirai malam. Kupikir aku akan sedih seperti sebelumnya, tetapi kali ini hatiku sama sekali tak beriak. Sambil menunduk membuka ponsel, aku mengirim pesan kepada kakakku.

[ Aku akan menikah. ]

Dibanding orang tua, yang sebenarnya paling peduli padaku adalah kakakku. Sejak orang tua kami pergi ke luar negeri untuk bekerja, aku selalu tinggal bersama kakakku. Juga karena ikut kakakku pindah ke kota ini, aku bertemu Leo.

Di kota asing, aku pernah diikuti gelandangan. Di saat genting itu, Leo berlari keluar dan memukul gelandangan itu untuk melindungiku. Sejak saat itu, Leo menjadi seberkas cahaya di masa mudaku.

Kemudian, kakakku akan menikah dan aku tidak ingin terus menjadi beban baginya. Leo membeli sebuah rumah di kompleks yang sama dan berkata dia bisa merawatku. Aku pun mengabaikan nasihat kakakku dan pindah keluar untuk tinggal bersama Leo.

Tak disangka, sudah sembilan tahun aku tinggal bersamanya.

Begitu kakakku melihat pesanku tentang pernikahan, dia langsung melakukan panggilan video. "Kalian akhirnya akan nikah! Kamu dan Leo sudah lama sekali pacaran, sampai sembilan tahun! Akhirnya kalian sampai di garis akhir!"

"Bukan pernikahanku dengan Leo. Ini pernikahanku dengan putra sulung Keluarga Tanata. Aku bahkan belum tahu namanya. Ibu bilang dia sangat unggul."

Kakakku terdiam sejenak. Dia menatapku. Di matanya tersimpan rasa sayang dan penyesalan yang tak bisa disembunyikan.

"Kamu sudah memutuskannya? Kalian sudah bersama sembilan tahun. Kamu sangat menyukainya. Kenapa tiba-tiba jadi begini?"

Aku menggeleng, lalu memberi kakakku sebuah senyuman menenangkan.

"Nggak apa-apa, Kak. Bagaimanapun, kami memang nggak pernah benar-benar bersama. Dibilang tinggal bersama sembilan tahun, paling-paling hanya sebatas hubungan tanpa status. Dia nggak pernah berniat menjalin hubungan resmi denganku. Aku sudah lelah."

Kakakku tidak menyangka, aku dan Leo tinggal bersama dalam hubungan tanpa status selama sembilan tahun, tetapi tak pernah mendapatkan satu pun hubungan cinta yang resmi. Dia sama sekali tidak lagi menyebut Leo dan mengatakan akan mendukung keputusanku.

Setelah menutup panggilan video, sebuah notifikasi muncul. Pembelian tiket pesawat berhasil. Aku sudah membeli tiket untuk berangkat lima hari lagi.

Keesokan harinya, aku membawa beberapa pot sukulen yang tak bisa kubawa pergi denganku nanti, lalu pergi ke mal dekat rumah kakak. Kami sepakat bertemu di sana.

Begitu masuk mal, kakakku menarikku ke area perlengkapan rumah. Katanya ingin membelikanku satu set selimut pengantin sebagai hadiah pernikahan.

Namun tak disangka, di area perlengkapan tempat tidur, kami justru bertemu Leo dan mantan pacarnya.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Cintanya Telah Habis di Orang Lama   Bab 11

    "Irish, maafkan aku, aku salah. Tolong kembalikan Leo padaku. Aku nggak bisa hidup tanpa Leo. Mantan suamiku menemukanku lagi, dia bilang akan datang menjemputku. Aku nggak bisa hidup tanpa Leo, aku mohon padamu!""Cincin ini aku yang diam-diam ambil. Leo nggak tahu. Aku kembalikan padamu. Ke depannya aku nggak akan muncul lagi di hadapanmu. Tolong buatkan surat pencabutan tuntutan untuk Leo, biarkan dia keluar."Kakakku ingin menarik Raisa, tetapi Raisa tidak bergerak. Dengan keras kepala, dia tetap berlutut di depan mobil. Aku agak tidak tega melihatnya. Aku hanya ingin semuanya cepat berakhir.Aku memberikan surat pencabutan tuntutan itu padanya. Raisa membungkuk memberi hormat padaku. Aku pun menaikkan kaca mobil dan pergi.Di lokasi pernikahan, Ayah meletakkan tanganku ke tangan Luigi, lalu menepuknya pelan. Aku hampir menangis.Ini adalah pernikahan yang sudah berkali-kali kuimpikan, hanya saja pengantinnya bukan lagi Leo. Menatap Luigi di depanku, aku merasa ke depannya aku akan

  • Cintanya Telah Habis di Orang Lama   Bab 10

    Aku menatap matanya, lalu menggeleng."Irish, kamu masih marah padaku? Semua ini salahku, maafkan aku ya. Bukankah kita sudah berjanji untuk menua bersama?""Kalau kamu ingin nikah, kita nikah besok! Sekarang aku melamarmu! Menikahlah denganku, Irish!"Sambil berkata demikian, Leo mengeluarkan sebuah cincin, lalu berlutut dengan satu kaki di lantai. Dia berlutut di atas pecahan kaca yang berserakan, tetapi seperti tidak merasakan apa pun."Irish!" Luigi datang.Begitu melihat Luigi muncul, Leo semakin seperti orang gila, hendak menyerbu untuk menarikku."Jauhkan dirimu darinya!" Luigi menarikku ke belakangnya dan berdiri di depanku."Irish, kita sudah bersama sembilan tahun! Kita pernah begitu bahagia, punya begitu banyak harapan dan janji tentang masa depan. Apa hanya karena dia kamu jadi membuangku? Irish, kamu nggak boleh memperlakukanku seperti ini!" kata Leo.Aku tertawa dingin. Jelas-jelas dialah yang membawa Raisa dan menghancurkan hidupku, tetapi sekarang dia justru terus-mener

  • Cintanya Telah Habis di Orang Lama   Bab 9

    Keesokan harinya, mataku yang merah dan bengkak membuat perias pengantin di butik terkejut. Butuh waktu lama mengompres dengan es sebelum bengkaknya turun.Gaun pengantin itu sudah lama Ibu minta orang untuk mendesainnya. Terlihat seperti mimpi, indah dan memukau.Luigi bahkan menatapku sampai terpesona. Kakak mendorongnya sedikit, barulah dia tersadar dan berulang kali mengatakan kalau aku terlihat cantik.Kakak tak sabar memotretku, lalu mengunggahnya ke media sosial.[ Tanpa filter, jepretan langsung! Sehari dibuat terpana oleh kecantikan adikku! ]Menikah benar-benar bukan hal yang mudah. Hanya mencoba gaun pengantin saja sudah membuatku kelelahan.Saat aku pusing berganti-ganti pakaian, tiba-tiba terdengar suara dari pintu. "Permisi, siapa di sini yang namanya Bu Riri? Ada pesanan makanan.""Aku," jawabku refleks.Kurir menyerahkan pesanannya, mengambil foto, lalu pergi.Setelah orangnya pergi, aku bertanya ke sana sini, tetapi tidak ada yang tahu siapa yang memesan. Ini membuatku

  • Cintanya Telah Habis di Orang Lama   Bab 8

    "Kita mau ke mana?" tanyaku setelah beberapa saat."Pergi cari anabul lucu yang bisa menyembuhkanmu," sahut Luigi.Luigi membawaku ke tempat penampungan hewan terlantar miliknya. Dia meletakkan satu kantong makanan kucing ke tanganku. Sudah waktunya memberi makan malam.Hewan-hewan di sini sama sekali tidak terlihat seperti hewan liar atau yang ditelantarkan. Semuanya sangat bersih dan setiap ekor sangat menyukai Luigi.Melihat Luigi kewalahan menurunkan seekor anak kucing yang berusaha memanjat ke punggungnya, aku tak bisa menahan tawa.Suasana hatiku jauh lebih rileks. Aku duduk di bangku panjang. Ada kucing yang cukup berani. Dia mendekat, lalu menyusup ke dalam pelukanku, mengeluarkan dengkuran nyaman.Luigi juga duduk di sampingku. Kami bersama-sama menatap bulan purnama di langit."Tante sudah menceritakan semua tentangmu kepadaku. Kamu menyesal meninggalkannya?" tanya Luigi."Nggak." Suaraku pelan, tetapi sangat tegas."Kalau begitu, aku nggak akan melepaskanmu. Aku nggak akan m

  • Cintanya Telah Habis di Orang Lama   Bab 7

    "Aduh, saking senangnya sampai lupa. Irish, ini putra sulung Keluarga Tanata yang Ibu ceritakan padamu, Luigi. Pria baik dan unggul. Ibu sudah menyelidikinya dengan jelas.""Nggak punya kebiasaan buruk, nggak punya hubungan yang nggak pantas. Ibunya juga kenalan Ibu, orangnya baik sekali. Ke depannya pasti nggak akan ada masalah antara mertua dan menantu."Sambil berkata begitu, Ibu mendorong Luigi sedikit ke arahku.Tinggi Luigi sekilas sekitar 1,9 meter, lebih tinggi satu kepala dariku, membuatku harus mendongak untuk menatapnya. Kenapa orang ini terasa begitu familier?Luigi tersenyum ke arahku. Senyuman itu membuatnya terlihat semakin tampan. Dia menyerahkan buket sukulen yang ada di tangannya sambil berkata, "Aku ingat kamu alergi serbuk sari, 'kan? Dulu kamu juga pernah iri melihat orang lain menerima buket bunga. Ini buket sukulen yang kupesan khusus untukmu."Aku menerimanya dengan agak linglung, lalu tiba-tiba teringat siapa dia. "Kamu ... dokter yang mengoperasi Bobo.""Kamu

  • Cintanya Telah Habis di Orang Lama   Bab 6

    Pada akhirnya, seorang pelayan restoran yang menolongku naik ke darat.Dengan tubuh gemetar, aku pulang ke rumah. Aku mengisi bak mandi dengan air panas dan berendam lama sekali, sampai jari-jariku mengerut. Uap panas membuat pipiku memerah, tetapi tetap tidak mampu menghangatkan hatiku yang sudah dingin.Setelah beres dan keluar dari kamar mandi, langit di kejauhan sudah mulai memutih. Aku menatap rumah yang telah kami tinggali selama sembilan tahun itu untuk terakhir kalinya. Kenangan masa lalu berkelebat di benakku, lalu berhenti pada momen tadi, saat Leo mendorongku ke dalam air.Aku meletakkan kunci dan cincin di atas rak sepatu di dekat pintu, lalu menyeret koper dan meninggalkan tempat itu.Di pesawat, sebelum pengumuman meminta mematikan ponsel, aku mengirimkan pesan terakhir kepada Leo.[ Aku pergi. Ke depannya jangan hubungi aku lagi. Jangan ganggu aku. Aku nggak menginginkanmu lagi. ]Sembilan tahun masa mudaku berakhir di sini. Aku akan melangkah maju.Empat jam kemudian, p

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status