/ Mafia / DI ATAS RANJANG MAFIA / 136. Obsesi Di Atas Kanvas

공유

136. Obsesi Di Atas Kanvas

작가: Dewa Amour
last update 게시일: 2026-03-18 22:16:46

Kastil Riciteli, Roma – Hari Natal, Pukul 11.00 Siang.

Matahari musim dingin menggantung pucat di langit Roma, namun sinarnya cukup untuk membuat cat biru metalik pada Bugatti Veyron itu berkilau layaknya berlian mentah.

Mobil itu merambat pelan, membelah jalanan setapak yang dipayungi pohon-pohon cemara yang berselimut salju tipis, menuju pelataran luas Kastil Keluarga Riciteli.

Bangunan tiga lantai itu berdiri megah, sebuah monumen kekuasaan yang telah bertahan selama ratusan tahun, menjaga
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    138. Ambisi Sang Predator

    Kegelapan musim dingin di puncak pegunungan menyelimuti asrama para tentara bayaran layaknya kain kafan yang dingin. Namun, di tengah lapangan beton di belakang gedung utama, sebuah api unggun raksasa menyala, mengirimkan lidah-lidah api yang menari ke langit malam yang pekat. Suara gemeretak kayu terbakar beradu dengan tawa kasar para tentara yang sedang merayakan Natal dengan cara paling primitif yang mereka tahu: memanggang daging liar dan menenggak anggur murah. Di sudut lain, petikan gitar yang sumbang melantunkan nada-nada rindu yang terdistorsi oleh dinginnya udara.Dari jendela lantai tiga yang terbuka lebar, Bella Austin Castaro berdiri mematung. Angin malam menyapu wajahnya, namun ia tak bergeming. Matanya menatap kosong ke arah pesta kecil di bawah, sebuah pemandangan yang biasanya ia abaikan, namun malam ini terasa begitu menyakitkan.Di belakangnya, Elena duduk di tepi ranjang dengan wajah pucat. Bella baru saja menumpahkan segalanya—tentang misinya yang gagal, tentan

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    137. Antara Cinta Dan Pengabdian

    Markas Besar Organisasi EXO, Perbukitan Milan – Hari Natal, Pukul 13.00 Siang.Angin pegunungan yang menggigit tulang menyapu pelataran markas EXO, sebuah benteng beton yang tersembunyi di antara tebing-tebing kapur yang menjulang tinggi. Di sini, Natal hanyalah sebuah tanggal di kalender; tidak ada pohon cemara yang dihias, tidak ada nyanyian damai, yang ada hanyalah aroma minyak senjata dan dinginnya disiplin militer.Bella Austin Castaro melangkah menyusuri koridor panjang yang diterangi lampu neon pucat. Setiap langkah pantofel taktisnya bergema di lantai granit, menciptakan irama yang kontras dengan kekacauan di dalam dadanya. Pikirannya masih tertinggal di atas ranjang kapal The Black Siren, tertinggal pada sentuhan George yang masih terasa membekas di kulitnya."Bella! Kau kembali!"Sebuah pekikan senang memecah kesunyian koridor. Elena, rekan satu tim sekaligus satu-satunya orang yang Bella anggap teman di tempat terkutuk ini, berlari menghampiri. Mereka berpelukan singkat—s

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    136. Obsesi Di Atas Kanvas

    Kastil Riciteli, Roma – Hari Natal, Pukul 11.00 Siang.Matahari musim dingin menggantung pucat di langit Roma, namun sinarnya cukup untuk membuat cat biru metalik pada Bugatti Veyron itu berkilau layaknya berlian mentah. Mobil itu merambat pelan, membelah jalanan setapak yang dipayungi pohon-pohon cemara yang berselimut salju tipis, menuju pelataran luas Kastil Keluarga Riciteli. Bangunan tiga lantai itu berdiri megah, sebuah monumen kekuasaan yang telah bertahan selama ratusan tahun, menjaga rahasia-rahasia berdarah di balik dinding batunya yang kokoh.Di pelataran, barisan bodyguard berpakaian jas hitam berdiri kaku bak patung prajurit Romawi. Mereka membungkuk serempak saat pintu Bugatti terangkat ke atas dengan suara hidrolik yang halus. George Lazaro Riciteli keluar. Sang Putra Mahkota, sang predator dengan garis wajah yang dipahat sempurna oleh ketampanan dan kekejaman, melangkah dengan acuh tak acuh. Mantel wol hitamnya berkibar ditiup angin dingin, sementara Luca mengikuti

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    135. Puncak Gairah Terlarang

    Pesta telah usai, menyisakan keheningan yang mencekam di lorong-lorong kapal pesiar mewah itu. Para tamu undangan, yang sebagian besar adalah sisa-sisa penguasa bawah tanah, telah kembali ke bilik mereka masing-masing, terbuai oleh alkohol dan janji-janji kekuasaan. Dua orang penjaga berseragam hitam membungkuk hormat saat Dante Cosla melintasi pintu kamar Bella. Dante, sang arsitek dendam yang kini mulai dimakan usia, tidak menaruh kecurigaan sedikit pun. Ia hanya melihat pintu yang tertutup rapat, mengira senjata rahasianya—Bella—sedang beristirahat setelah berhasil menjerat Marques Jonas.Malam di Mediterania terasa begitu tenang, dingin, dan sunyi. Dua bodyguard yang berjaga di depan pintu Bella mulai memejamkan mata, bersandar pada dinding kayu yang dingin, membiarkan kantuk menguasai mereka di bawah pengaruh sisa sampanye pesta.Namun, di balik pintu kamar nomor 202, suasana temaram itu meledak oleh frekuensi gairah yang memburu. Cahaya bulan yang masuk melalui celah gorden pe

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    134. Kau Milikku Bella

    Dek Dua Kapal The Black Siren – Satu malam sebelum Natal.Gemerlap lampu kristal memantul di atas gelas-gelas sampanye yang berdenting, menciptakan simfoni kemewahan yang palsu di tengah lautan. Suasana pesta mencapai puncaknya saat para penari salsa undur diri dengan gerakan dramatis, digantikan oleh seorang pianis ternama yang mulai menekan tuts-tuts gading piano. Alunan melodi yang keluar begitu lembut, romantis, dan melankolis, seolah-olah berusaha mencuci noda darah yang melekat pada tangan para tamu undangan.Namun, bagi Bella Austin Castaro, setiap dentingan piano itu tidak membawa kedamaian. Nada-nada itu justru terasa seperti sembilu yang mengiris hatinya. Setiap oktaf mengingatkannya pada tatapan manik biru George Riciteli yang tajam sekaligus teduh; setiap harmoni membangkitkan bayangan senyuman sang Raja Mafia yang memabukkan namun mematikan.Dan puncaknya, setiap nada rendah mengingatkannya pada ciuman mereka yang brutal—sebuah tabrakan emosi yang menghancurkan dinding

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    133. Getaran Cinta

    Ciuman itu bukan lagi sekadar pertarungan kekuasaan; itu telah bermutasi menjadi badai yang merusak sirkuit logika di otak Bella. Di bawah temaram lampu kristal yang bergetar karena mesin kapal, Bella merasa dunianya seolah terbalik. Ia, sang predator dari Unit 002 EXO yang dilatih untuk tidak memiliki nurani, kini justru tampak pasrah, tenggelam dalam kungkungan protektif sang Raja Mafia. Bella tahu ini adalah dosa besar. Setiap sel dalam tubuhnya seharusnya berteriak untuk meraih pisau di balik paha atau mencekik pria di atasnya, namun ciuman George memiliki daya hancur yang lebih mematikan daripada peluru kaliber .50.Sensasi aneh mulai menjalar—kenyamanan yang tidak pada tempatnya, kelembutan yang menyakitkan, dan rasa dimiliki yang sangat asing bagi seorang yatim piatu yang dibesarkan di jalanan. Bella memejamkan matanya rapat-rapat, mencoba memanggil kembali kewarasannya yang telah hanyut dibawa ombak. Dia adalah targetmu, Bella! Dia adalah klan yang menghancurkan keluargamu

  • DI ATAS RANJANG MAFIA    55. Cinta Yang Tragis

    "Meghan?"Jose dan Alando yang baru tiba sangat terkejut melihat Meghan yang sedang bergelantungan. Mereka bergegas maju untuk menolong Meghan, tapi Dante menghadang."Berhenti atau aku akan menembak kalian!" hardik Dante. Ia bersiap untuk menarik pelatuk pistolnya. Per-set-an para polisi itu tewas

    last update최신 업데이트 : 2026-03-24
  • DI ATAS RANJANG MAFIA    57. Masih Menunggunya

    Petang yang dingin. Langit mendung dan angin yang mulai kencang dibarengi titik-titik gerimis. Meghan keluar dari mobil taksi yang mengantarnya sampai ke depan gedung apartemen di mana ia tinggal.Hujan mulai turun, Meghan bergegas membuka payung hitam yang dibawanya. Kemudian dia menggiring seoran

    last update최신 업데이트 : 2026-03-24
  • DI ATAS RANJANG MAFIA    58. Dia Belum Mati

    Musim panas di Roma. Cuaca terang bak lampu-lampu ratusan wat yang tergantung di langit.Tembok putih St. Angelo Bridge terlihat usang dan kering karena terpaan sinar ganas sang mentari setiap harinya.Meghan berjalan-jalan seorang diri di sekitar jembatan. Matanya memindai ke sekeliling.Dilihatny

    last update최신 업데이트 : 2026-03-24
  • DI ATAS RANJANG MAFIA    60. Cinta Yang Pahit

    "Mengapa kau pergi ke Roma tanpa ijinku? Katakan, kau menginap di hotel mana dan dengan siapa?!" Jose bicara lewat sambungan ponselnya dengan Meghan.Dia sangat terkejut saat mendapat pesan singkat dari adik perempuannya itu. Meghan pergi ke Italia seorang diri?Jose nyaris menyusulnya hari itu jug

    last update최신 업데이트 : 2026-03-24
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status