แชร์

Bab 19

ผู้เขียน: diahara
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-28 21:34:40

Lily mengedipkan mata berkali-kali karena merasa tidak yakin dengan apa yang diucapkan Dimitri. Baru saja pria tampan itu mengatakan jika ia tidak suka istrinya berpenampilan terbuka di depan umum.

Ia langsung sadar beberapa saat kemudian. Itu bukan berarti karena Dimitri memiliki perasaan dengannya. Melainkan memang terlalu berpenampilan terbuka di kalangan keluarga elit seperti ini adalah sesuatu yang tidak pantas.

Apalagi ia yakin sekali di acara ulang tahun salah satu teman Dimitri nanti pa
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dari Pengganti Jadi Kesayangan   Bab 20

    "Ada apa ini? Siapa tadi yang datang ke sini?"Lily baru saja hendak naik ke kamarnya ketika ia sudah mendengar suara seseorang yang pastinya ia kenal.Rose masuk ke dalam rumah dengan tatapan menginterogasi semua orang. Lily masih diam."Itu ada desainer yang sudah dipesan oleh Tuan Dimitri, Nyonya Rose. Sengaja didatangkan ke sjni agar Nyonya Rose bisa mencoba beberapa baju."Lily melihat ekspresi wajah Rose yang langsung berubah menjadi sangat tidak suka. "Memanggil desainer segala untuk apa? Memangnya untuk acara apa?""Untuk acara pesta ulang tahun salah satu teman Dimitri."Kali ini Lily yang menjawab. Ia tidak ingin disangka tidak sopan."Oh jadi kamu memang sengaja memanfaatkan momen ini untuk menjadi pusat perhatian di sana?"Suara Rose begitu tajam seperti sebelum-sebelumnya."Ini semua atas perintah Dimitri juga," jawab Lily masih mencoba tenang.Rudi menatap keduanya seperti sedang melihat bagaimana situasi bekerja. Lily tidak tahu apa yang dipikirkan orang kepercayaan su

  • Dari Pengganti Jadi Kesayangan   Bab 19

    Lily mengedipkan mata berkali-kali karena merasa tidak yakin dengan apa yang diucapkan Dimitri. Baru saja pria tampan itu mengatakan jika ia tidak suka istrinya berpenampilan terbuka di depan umum.Ia langsung sadar beberapa saat kemudian. Itu bukan berarti karena Dimitri memiliki perasaan dengannya. Melainkan memang terlalu berpenampilan terbuka di kalangan keluarga elit seperti ini adalah sesuatu yang tidak pantas.Apalagi ia yakin sekali di acara ulang tahun salah satu teman Dimitri nanti pasti akan hadir banyak orang."Lily? Apa kamu dengar apa yang saya katakan?"Seolah menuntut jawaban, Dimitri kembali berbicara."Iya, ma-maaf. Saya akan coba pakaian lain kalau begitu."Lily menatap gaun yang ia kenakan sekali lagi. Rasanya sayang sekali jika memang harus melepaskan ini. Ia suka sekali dengan warnanya. Begitu unik dan jarang sekali ada orang yang memakai warna seperti ini."Kamu suka sekali dengan gaun yang itu?"Dimitri kembali mengajukan sebuah pertanyaan yang menurut Lily har

  • Dari Pengganti Jadi Kesayangan   Bab 18

    Lily sedang duduk menikmati udara segar di taman pagi ini ketika Rudi menghampirinya mengatakan jika ada desainer yang datang membawakan baju-baju untuknya. Lily agak terkejut. Pasalnya ini baru jam sembilan pagi. “Kenapa pagi sekali seperti ini?” tanya Lily pada Rudi. Mereka menghampiri desainer di dalam. Rudi mencoba untuk berjalan di belakang Lily. Lily menganggapnya sebagai salah satu bagian dari bentuk kesopanan dan rasa hormat untuk istri majikannya tersebut. “Ini semua sesuai dengan permintaan Tuan Dimitri, Nyonya. Tuan berpesan jika lebih baik desainer itu datang lebih awal. Sehingga jika ada yang tidak cocok, maka nanti Nyonya bisa langsung dibuatkan gaun yang lebih cantik dan bagus.”Lily menoleh agak ke belakang untuk menatap Rudi. Ia kira orang kepercayaan Dimitri itu hanya bercanda. Namun, sejak kapan di rumah ini ada yang gemar bercanda? Apalagi wajah serius Rudi semakin mempertebal keyakinannya jika memang mungkin saja ini semua adalah yang diharapkan Dimitri. Lily

  • Dari Pengganti Jadi Kesayangan   Bab 17

    Lily akhirnya melakukan apa yang diminta oleh Dimitri dalam waktu cepat. Kemudian ia buru-buru mengirimkan bukti kepada suaminya kembali. Ia tidak tahu apa alasan pasti sampai pria itu memintanya melakukan itu. Namun, satu hal yang pasti adalah jika ia tidak memenuhi apa yang diminta Dimitri, mungkin itu nanti akan menjadi masalah baginya. Sebuah panggilan telpon langsung masuk. Kontak “My Husband” yang menghubunginya sebagai penanda jika itu adalah Dimitri dan bukan orang lain.“Halo?” Lily akhirnya membuka suara.“Bagus.”Itu adalah kata pertama yang diucapkan Dimitri. Lily masih mengerutkan kening. “Maksudnya?” “Akhirnya kamu simpan nomor saya. Jadi kalau nanti saya menghubungi kamu lagi, kamu sudah tahu jika itu saja. Tidak ada alasan lagi untuk kamu menolak panggilan saya.”“Iya,” jawab Lily setelah ada jeda beberapa saat di sana. Ia memang masih bingung. Akan tetapi, ia juga seperti tidak memiliki opsi untuk bertanya saat ini. “Ada apa? Kenapa tiba-tiba menghubungi saya?” t

  • Dari Pengganti Jadi Kesayangan   Bab 16

    Lily memasuki kamar dengan langkah yang lesu. Ia sama sekali tak bertenaga kali ini. Ia sudah melewati hari yang panjang. Bahkan ia juga tidak bisa merasa lebih baik di kamar Dimitri yang begitu megah ini. Bagaimana bisa kedua orang tuanya menambah beban di pundaknya. Ia tidak bisa membayangkan jika ia tidak memiliki keberanian seperti tadi lantas bagaimana hari esok yang harus ia lalui. Apakah ia bisa meminta uang lagi untuk Dimitri?Dimitri memang memberikannya uang. Namun, bukan berarti ia bisa menggunakan uang itu dengan sembarangan bukan? Karena lelah ia mencoba untuk berbaring di ranjang. Baru beberapa saat ponselnya bergetar. Lily menoleh dan tidak ada nama di sana. Ia tidak mengenal nomor tersebut. Ia menghela napas. Mungkin saja itu hanya orang iseng atau orang yang ingin menawarkan barang jasa. Merasa ia tidak punya banyak energi untuk menjawab panggilan telpon tersebut, Lily hanya mengabaikannya tanpa menekan tombol tolak di sana. Nomor itu terus menghubunginya sampai ti

  • Dari Pengganti Jadi Kesayangan   Bab 15

    “Ada apa, Ma Pa?” ulang Lily lagi.Tomi akhirnya angkat bicara.“Hubungan kamu dengan Dimitri bagaimana? Apa baik-baik saja? Maksudnya meskipun kamu hanya pengganti, dia tidak mengabaikan kamu sepenuhnya, bukan?” Lily mengerutkan kening. Terlihat jika ia sedang berpikir saat ini. “Mama tahu kalau kamu tidak terlihat menarik di mata banyak orang, tapi setidaknya jika di depan Dimitri kamu bisa berdandan lebih, bukan? Apalagi sekarang Mama lihat kamu juga ada peningkatan dalam hal penampilan. Kalau dulu mana bisa kamu berdandan seperti ini? Mungkin malah lebih mirip dengan badut saat kamu dipoles dengan riasan.”Ada nada mengejek di sana. Lily bisa merasakan kepalanya pening. Belum selesai dirinya diinjak harga dirinya oleh teman-teman suaminya, kini justru kedua orang tuanya yang berulah. “Jadi tujuan Mama dan Papa datang ke sini hanya untuk mengatakan hal semacam itu? Kalau memang ita lebih baik Mama dan Papa pergi saja sekarang.”Lily sudah hendak berdiri dan mengambil kruknya, na

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status