Share

Bab 146 Pencarian

Author: Rose_roshella
last update publish date: 2026-10-18 22:30:22

"Brengsek! Siapa pun yang berani menyentuh Alina, aku akan menguliti mereka hidup-hidup! Tak akan aku biarkan mereka bisa bernapas di muka bumi ini!" raung Marvin seraya melempar ponselnya hingga hancur berkeping-keping di lantai.

Leo menelan ludah kasar, melangkah mundur sedikit. "Tuan Vance, saya akan langsung memimpin tim pencari ke area pelabuhan malam ini juga. Saya akan kerahkan beberapa anak buah saya untuk mencari Nyonya Alina di beberapa titik."

"Aku ikut! Aku akan melakukan pencarian
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 147 Kota Kecil

    "Sialan!" raung Marvin frustrasi, memukul dashboard mobil hingga bunyi dentuman keras bergema di dalam kabin. "Alina salah paham! Dia pasti mengira aku masih berhubungan dengan Lenika! Dari mana dia tahu saat itu aku bertemu dengan Lenika di taman?"Leo yang duduk di kursi penumpang menoleh dengan cemas. "Tuan, jadi maksud Anda Nona Alina pergi karena melihat pertemuan itu? Apa saat itu ada yang menghubungi Nyonya Alina mengenai pertemuan Tuan Marvin dengan Nona Lenika?""Apa katamu? Ada yang menghubungi istriku saat itu? Berarti ada yang mengarahkan dia pergi ke taman saat itu, agar Alina melihatku bersama dengan Lenika?! bentak Marvin dengan mata merah menyala. "Dan setelah dia melihat kami, Alina dalah paham dan memutuskan untuk bersembunyi karena mengira aku mengkhianatinya lagi?! Brengsek, siapa yang berani melakukan itu?!""Maaf, Tuan. Bukan saya menuduh, apa tidak sebaiknya Tuan menanyakan itu padanya?" saran Leo."Tidak mungkin dia. Lenika bahkan tidak tahu Alina aku sembunyik

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 146 Pencarian

    "Brengsek! Siapa pun yang berani menyentuh Alina, aku akan menguliti mereka hidup-hidup! Tak akan aku biarkan mereka bisa bernapas di muka bumi ini!" raung Marvin seraya melempar ponselnya hingga hancur berkeping-keping di lantai.Leo menelan ludah kasar, melangkah mundur sedikit. "Tuan Vance, saya akan langsung memimpin tim pencari ke area pelabuhan malam ini juga. Saya akan kerahkan beberapa anak buah saya untuk mencari Nyonya Alina di beberapa titik.""Aku ikut! Aku akan melakukan pencarian bersama kalian. Aku tidak mau kalian main-main saat melakukan pencarian istriku!" bentak Marvin tajam, menyambar jas hitamnya. "Aku tidak akan tenang sebelum melihat Alina dengan mataku sendiri!"***Sementara itu, di kediaman Julian yang tenang dan terisolasi.Malam semakin larut. Julian melangkah masuk ke kamar tamu membawa segelas susu hangat. Alina tampak duduk bersandar di kepala ranjang, menatap kosong ke arah jendela yang tertutup rapat. Ada sesuatu yang dia pikirkan saat itu."Minumlah i

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 145 Marvin Murka

    "Aku mengerti, Julian," bisik Alina lirih, mengusap air matanya seraya memegang perutnya yang masih rata. "Aku akan menuruti saran mu. Tolong bantu aku menghilang dari kehidupan Marvin Vance selamanya dan jangan biarkan dia tahu aku mengandung anaknya.""Serahkan semuanya padaku, Alina. Rahasia mu akan aman bersamaku," balas Julian tegas. "Rumah ini aman. Pengawal Marvin tidak akan pernah berpikir bahwa kau berada di bawah perlindungan ku. Aku akan melindungi mu."Sementara itu, di sebuah ruang kerja megah yang kini dipenuhi aura kelam dan mencekam.Gebrakan keras menghantam meja jati tebal. Marvin berdiri dengan napas memburu, matanya merah menyala bagai iblis yang kehilangan arah. Puluhan berkas dan foto berserakan di lantai. Wajahnya tampak frustasi saat dirinya dan anak buahnya tidak bisa menemukan Alina."Tiga hari! Tiga hari kalian mencari dan tidak ada satu pun petunjuk? Kalian mencari di mana? Kenapa kalian tidak bisa menemukan di mana keberadaan istriku?!" raung Marvin denga

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 144 Musuh Jadi Teman

    Alina membeku di atas ranjang. Suara itu berulang kali berdengung di kepalanya, menghantam dadanya hingga ia hampir lupa cara bernapas."Hamil? Aku hamil?" bisik Alina dengan bibir gemetar. Matanya menatap kosong ke arah pria di depannya. "Tidak... itu tidak mungkin! Dokter pasti salah! Aku tidak mungkin hamil."Pria itu meletakkan nampan makanan di meja samping ranjang, lalu menatap Alina dengan raut wajah tenang."Dokter tidak salah, Alina. Hasil pemeriksaan medis tidak pernah bohong, bukankah kau harusnya bahagia saat mendengar kabar kehamilan mu ini?" ujarnya datar. "Usia kandungan mu baru memasuki beberapa minggu. Tubuh mu pingsan karena kelelahan hebat dan stres berkepanjangan. Namun, itu wajar bagi orang yang sedang mengalami trimester pertama kehamilan."Alina mencengkeram erat selimut yang menutupi tubuhnya. Air mata yang sempat mengering kini kembali menetes deras membasahi pipinya yang pucat.'Anak Marvin... Di dalam perutku ada anak Marvin? Kenapa aku harus hamil diwaktu

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 143 Hamil

    Marvin: "Bagaimana bisa kau melepaskannya begitu saja, Leo? Seharusnya kau bisa menghentikan nya!" bentak Marvin dengan urat leher menonjol, mencengkeram ponselnya erat-erat di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan raya. "Cari tahu bus apa yang ditumpanginya! Kejar sampai dapat! Aku tidak mau tahu bagaimana caranya!"Leo: "M-maaf, Tuan... Bus itu melaju ke jalur lintas provinsi dan tidak menggunakan identitas asli. Jejaknya hilang di perbatasan, kami akan berusaha melakukan pencarian lagi," jawab Leo dengan suara gemetar di seberang sana.Marvin membanting ponselnya ke dashboard mobil hingga hancur. Napasnya memburu, matanya merah padam menatap jalanan gelap gulita."Alina... Kenapa kau begitu tega meninggalkanku? Kenapa kau membenciku seperti ini? Bukankah aku sudah meminta maaf padamu?" racau Marvin frustrasi, memukul roda kemudi berkali-kali hingga buku-buku jarinya berdarah.Ia menyesal. Penyesalan teramat besar menghujam dadanya, menyadari bahwa kesalahan dan sikapnya yang

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 142 Melarikan diri

    Tiga hari berlalu dalam keheningan yang mencekam. Marvin mengurung Alina dalam pengawasan ketat, namun ia terpaksa melangkah keluar rumah untuk menghadiri rapat darurat direksi yang tidak bisa ditunda."Aku keluar sebentar, Sayang. Aku akan segera pulang." Marvin mengecup pucuk kepala Alina sebelum akhirnya dia pergi.Melihat kesempatan emas itu, Alina bertindak cepat. Saat seorang pelayan kamar melangkah masuk membawa baki makanan, Alina berpura-pura pingsan di lantai."Nyonya Alina! Astaga, Nyonya! Apa yang terjadi dengan mu? Tolong!" jerit pelayan panik, langsung berlari mendekat tanpa mengunci pintu.Dengan sigap, Alina membuka matanya, mendorong pelayan itu hingga tersungkur, lalu berlari kencang keluar kamar. "Nyonya Alina, jangan pergi! Tolong... Nyonya Alina kabur!" teriak pelayan.Alina tak pedulikan teriakan pelayan itu, ia langsung berlari menyusuri lorong rahasia di area belakang mansion. Di sana ada jalur yang biasa digunakan para pekerja dan ia pun berhasil meloloskan

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 4

    Kapal logistik itu membelah ombak di tengah kegelapan malam. Suara mesin kapal yang menderu konstan menjadi satu-satunya musik latar di dek yang dingin itu. Alina masih terduduk di samping Marvin, jemarinya yang gemetar terlihat bersimbah darah oleh darah Marvin.Marvin meringis, kelopak matanya b

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 3

    Marvin mencoba mengatur napasnya yang mulai berat. Darah yang merembes di punggungnya membuat kesadarannya perlahan menipis, namun ia berusaha untuk tidak tumbang di depan Alina. "Dengarkan aku, Nona Sterling," bisik Marvin, suaranya kembali sedingin es meski wajahnya pucat pasi. Alina memusatka

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 2

    Alina merasa dunianya runtuh seketika. Menikah? Di gudang kotor ini? Dengan pria yang selama ini ia anggap sebagai sipir penjara? "Tidak! Kau gila! Aku tidak mau menikah dengannya!" teriak Alina histeris, meronta hingga kursi kayunya berderit keras. "Aku hanya ingin menikah dengan Julian!" Pr

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 1

    "Putuskan hubunganmu dengan pria brengsek itu, Alina! Keluarga Sterling tidak menerima menantu dari putra musuhnya sendiri!"Suara Arthur Sterling menggelegar di ruang kerja mansion yang mewah. Alina hanya bisa menggigit bibir, menatap ayahnya dengan sorot mata penuh pemberontakan."Aku tidak akan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status