공유

BAB 259

작가: Langit Parama
last update 게시일: 2026-07-24 00:05:01

Sasqia baru saja selesai membersihkan diri di suite baru yang disiapkan Kaelix. Begitu keluar dari kamar mandi, ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.

Sunyi. Tak ada sosok suaminya.

“Mas ...?” panggilnya pelan.

Rambut panjangnya masih setengah basah, beberapa helainya menempel di pipi. Bathrobe putih yang dikenakannya membungkus tubuh mungilnya dengan rapi.

Tak lama kemudian pintu suite terbuka.

Kaelix melangkah masuk dengan wajah setenang biasanya.

“Mas dari mana?” tanya Sasqia sam
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Eka Deviana
ada juga ya yg nikah udah berbulan2 tapi gk pernah bahas masalahnya cuma dibiarin terus
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 274

    Sore itu, sebuah mobil sedan putih perlahan memasuki halaman rumah keluarga Valerio. Mesin mobil dimatikan.Seorang wanita berambut panjang bergelombang turun dengan gaun krem sederhana yang membalut tubuh semampainya.Senyum ramah tak pernah lepas dari wajahnya sejak melangkahkan kaki menuju pintu utama.Ding dong.Bel rumah berbunyi. Tak lama kemudian, seorang pelayan membukakan pintu.“Selamat sore, Non.”“Selamat sore.” Yolanda membalas dengan senyum hangat. “Apa Tante Miriam ada di rumah?”“Ada, silakan masuk.”Yolanda mengangguk pelan, lalu mengikuti pelayan menuju ruang tamu.Tak berselang lama, Miriam muncul dari arah ruang keluarga.“Yolanda?” kedua alis wanita paruh baya itu terangkat. “Tumben sekali datang tanpa memberi kabar dulu. Kamu sendirian, di mana Mama kamu?”Yolanda segera bangkit dari duduknya. “Tante. Iya, aku sendirian. Mama lagi sibuk banget jadi gak ikut ke sini.”Miriam tersenyum tipis, lalu meraih kedua tangan gadis itu. “Duduk ... duduk. Gimana kabar kamu,

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 273

    Mobil Kaelix akhirnya memasuki halaman rumah Mahendra. Perjalanan pulang dari mal rupanya begitu melelahkan.Sherly sudah lebih dulu terlelap di pangkuan Kaelix sejak mobil meninggalkan pusat perbelanjaan. Napas bocah itu terdengar teratur, sesekali bibir mungilnya bergerak pelan seperti sedang bermimpi.Di sisi lain, Sasqia pun tak mampu lagi menahan kantuk. Tanpa sadar, kepalanya perlahan bersandar di bahu sang suami.Kaelix menoleh sekilas. Tatapannya jatuh pada wajah istrinya yang terlihat begitu damai dalam tidur. Beberapa helai rambut menutupi pipinya.Tanpa banyak berpikir, pria itu mengangkat tangannya, lalu menyingkirkan anak rambut tersebut dengan gerakan yang nyaris tak terasa.Setelah itu, ia kembali menatap lurus ke depan. “Zidan.”“Iya, Tuan?” Sopir itu segera menoleh melalui kaca spion.“Tolong antar Sherly masuk ke dalam. Saya tidak bisa turun.” Tatapan Kaelix kembali mengarah pada Sasqia yang masih terlelap di bahunya. “Istri saya sedang tidur.”Zidan mengikuti arah p

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 272

    Mobil Kaelix memasuki area parkir sebuah pusat perbelanjaan mewah di kota. Begitu pintu mobil dibuka, Sherly langsung mengulurkan kedua tangannya ke arah Kaelix. “Om, gendong.” Kaelix melirik sebentar. “Kamu capek?” suaranya berat dan tegas. Sherly mengangguk polos. “Capek jalan dari mobil.” Sasqia spontan tertawa kecil. “Padahal baru turun.” Kaelix tidak berkomentar, tidak juga menolak. Ia membungkuk, lalu mengangkat tubuh kecil itu ke dalam gendongannya. “Pegangan yang kuat.” “Iya, Om.” Sherly langsung melingkarkan kedua lengannya di leher Kaelix dengan wajah ceria. Sementara tangan mungilnya sibuk memainkan dasi pria itu. “Om ganteng,” celetuk Sherly, tatapan polos itu terus mengamati wajah tampan di hadapannya. Kaelix menoleh, sudut bibirnya terangkat tipis. “Terima kasih.” “Tapi Papa dulu juga ganteng.” Senyum di bibir Sasqia perlahan memudar. Ia khawatir ucapan polos bocah itu membuat suasana menjadi canggung. Namun Kaelix sama sekali tidak berubah ekspresi. “Setia

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 271

    Raka baru saja tiba di depan sekolah TK putrinya. Sekolah itu jauh berbeda dari yang pernah ia bayangkan. Bangunannya megah, halaman bermainnya luas, dan deretan mobil mewah memenuhi area penjemputan. Ia berdiri beberapa meter dari gerbang, kedua matanya tak lepas mengamati anak-anak yang mulai berhamburan keluar kelas. Entah apa yang ia harapkan dengan datang ke sana. Mungkin hanya ingin melihat putrinya tumbuh, meski dari kejauhan. Atau mungkin, masih ada harapan kecil untuk memperbaiki semua yang telah ia hancurkan. “Itu Sherly ....” gumamnya pelan saat melihat gadis kecil berpita merah keluar sambil menggenggam tas mungilnya. Senyum tipis langsung terukir di bibir Raka. “Sher—“ Belum sempat namanya terucap sempurna, Sherly tiba-tiba berlari kecil melewati dirinya. Raka mengernyit. Tatapannya mengikuti arah lari putrinya hingga berhenti pada sebuah sedan hitam mewah yang baru saja terparkir di depan gerbang sekolah. Pintu belakang terbuka. Seorang pria bertubuh tinggi turu

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 270

    Jevier berdiri di depan jendela ruang kerjanya. Kedua tangannya masuk ke saku jas dokter, sementara tatapannya lurus ke arah gedung lain di seberang rumah sakit. Sudah beberapa hari ini ia tak lagi menerima jadwal kontrol Mahendra. Padahal sebelumnya, pria itu selalu menjadi pasien tetapnya. “Kak Kael ...,” gumamnya pelan. Sudut bibirnya terangkat tipis, tetapi tanpa senyum. “Jadi benar, kamu sengaja memindahkan Pak Mahendra ke dokter lain.” Ia menghembuskan napas panjang. Alasannya memang masuk akal. Mahendra berhak memilih dokter mana pun. Namun entah mengapa, Jevier merasa keputusan itu bukan datang dari sang pasien. “Padahal selama ini lewat Pak Mahendra aku masih bisa sesekali bertemu Sasqia.” Kini kesempatan itu benar-benar hilang. Jevier menyandarkan bahunya pada kaca jendela, tatapannya menerawang jauh. “Kamu benar-benar sedang menutup semua jalan untukku, ya, Kak?” Ia terkekeh pelan, tetapi tawa itu terdengar hambar. “Takut aku mengganggu rumah tangga kalian?” _____

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 269

    “Ada keperluan apa Ibu datang ke sini?” tanya Kaelix seraya berjalan menuju sofa, lalu duduk dengan tenang. Miriam menghembuskan napas pelan sebelum ikut menghampiri. Ia mengambil tempat di samping putra sulungnya. “Ibu datang karena merindukan kamu.” Nada suaranya terdengar lembut. Tangannya perlahan menggenggam tangan Kaelix, seolah takut putranya akan menjauh. “Ibu kadang masih sulit percaya kalau anak pertama Ibu sudah sebesar ini.” Senyumnya mengembang tipis. “Rasanya baru kemarin Ibu mengandung kamu, melahirkan kamu, menggendong kamu ke mana-mana.” Kaelix hanya memandang ibunya tanpa banyak bicara. Miriam kemudian mengangkat sebelah tangannya, mengusap pelan rahang tegas putranya dengan penuh kasih. “Kamu tetap anak kecil Ibu ... meski sekarang sudah menjadi suami orang.” Kaelix menghembuskan napas pelan. Perlahan ia menurunkan tangan sang ibu dari pipinya. Namun alih-alih melepaskannya, pria itu justru menggenggam tangan tersebut dengan kedua tangannya. Tanpa ragu, Kae

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 28

    “Sssh ….” Sasqia meringis pelan ketika Tristan mengoleskan salep pada lututnya yang mulai membiru. “Tahan sedikit. Sebentar lagi selesai,” ujar Tristan lembut. Ia berjongkok di hadapan Sasqia yang duduk di tepi ranjang. Gerakannya hati-hati, nyaris terlalu hati-hati untuk sekadar mengobati luka

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 36

    Sasqia masih menatap layar ponselnya beberapa detik setelah panggilan itu berakhir. Nama Tristan perlahan menghilang dari layar, namun suaranya seolah masih tertinggal di telinganya. Ia menghela napas pelan, lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. “Telepon da

    last update최신 업데이트 : 2026-03-22
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 27

    “Tuan, kita sudah sampai.” Suara sopir membangunkan Tristan yang duduk di kursi belakang. Ia baru saja tiba di vila tempat kakeknya beristirahat. Sejak mendarat di bandara, ia langsung menuju ke sini—bahkan sempat terlelap sebentar di perjalanan. Ia membuka mata perlahan, lalu keluar dari mobi

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 30

    “Apa yang mereka lakukan di dalam?” Kaelix bergumam lirih sambil menatap langit malam yang bertabur bintang. Ia duduk seorang diri di bangku taman vila, diterangi cahaya lampu kekuningan yang temaram. Di antara jemarinya, sebatang rokok menyala redup. Bara merah di ujungnya berkedip setiap kali i

    last update최신 업데이트 : 2026-03-21
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status