INICIAR SESIÓNNiat hati ingin menyusul tunangannya, Melinda dikejutkan dengan hal yang tak terduga. Sang tunangan-Bimantara terjatuh dari lantai tujuh tepat di depannya dan dinyatakan meninggal. Gerald Abiyasa selaku Sekretaris Athena Holding yang memberi tugas pun bertanggung jawab dengan membiayai prosesi pemakaman dan biaya rumah sakit. Demi kepentingan pribadi, Gerald menjadikan Melinda istri kedua lewat pernikahan kontrak dengan izin istri pertamanya, Naura Sabela. Naura yang terlihat baik, diam-diam menyusun rencana untuk menghancurkan sekaligus memanfaatkan Melinda. Namun, kebenaran tentang kematian Bima yang mulai terungkap, membuat kehidupan ketiganya menjadi kacau. Bagaimanakah nasib Melinda setelah menjadi ‘orang ketiga’ dalam kehidupan Naura dan Gerald? Serta, ada rahasia apa di balik jatuhnya Bima hingga membuat Melinda terpaksa menjadi istri kedua?
Ver másMelinda dan Gerald berdiri menatap Lily Hotel di depannya yang sudah beroperasi beberapa bulan terakhir. Hotel baru yang langsung menjadi pusat perhatian dan populer di berbagai kalangan. Keduanya melangkah sambil memasuki tempat itu dengan senyuman. Para karyawan kompak menyambut kedatangan mereka yang sudah dikabari sejak beberapa hari lalu. Setelah pernikahan ulang dilaksanakan, Melinda dan sang suami semakin mesra. Ke mana-mana selalu bersama. Kali ini mereka datang untuk menikmati fasilitas hotel yang ada. Layaknya pasangan muda-mudi yang bulan madu. “Pokoknya aku mau lima ronde!” kata Gerald, memasuki salah satu kamar VVIP. “Ingat umur, Mas! Mana bisa tenagamu mengimbangiku?” ledek Melinda, menutup pintu dan menguncinya. “Jangan remehkan aku. Sebelum ke sini, Mama Zaskia sudah membuatkan aku jamu kuat. Dia bilang, aku akan sanggup sampai lima ronde sekali pun!” Geral
“Mama?” Baru saja kata itu terucap, seorang wanita mengeluarkan pistol dari dalam tas, lalu mengarahkannya kepada mereka. Melinda menganga, terkejut melihat kehadiran Zaskia tiba-tiba. “Kau pikir aku akan diam saja? Aku akan menuntut balas. Aku tak bisa datang saat kematian Naura, tapi aku datang saat kematian kalian.” Zaskia mengarahkan pistol kepada Gerald. Segera Melinda berdiri di depannya, menghalangi. “Sebelum kau membunuhnya, bunuh aku lebih dulu. Aku tak bisa hidup tanpa suamiku,” ujar Melinda. “Tidak! Bunuh aku saja. Mama pasti marah dan benci karena aku memilih Melinda, kan? Kalau begitu, bunuh saja aku, jangan dia.” Gerald mendorong Melinda ke samping. Berganti menjadi pelindung bagi sang istri. Melinda menggeleng. Digenggamnya tangan sang suami. Jika harus mati, maka dia lebih memilih mati bersama daripada harus kehilangan.
Pagi yang sepi. Ditemani semilir angin dan dedaunan yang berguguran. Hujan baru saja reda saat pemakaman Naura dilangsungkan. Melinda, Gerald, Jiddan, serta lainnya menyempatkan diri untuk datang. Menyaksikan bagaimana tubuh fana itu mulai ditutupi tanah yang lumayan berlumpur. Kabar kematiannya yang benar-benar mengenaskan baru terdengar menjelang pagi. Polisi mengatakan kematiannya karena bunuh diri. Overdosis obat penghilang cemas. Tubuhnya yang lemah, tak mampu menahan. “Seminggu lagi dia akan dieksekusi mati, tapi ternyata memilih mengakhiri hidup.” Begitulah yang Gerald dengar dari polisi yang datang untuk mengabari. “Kami menemukan surat di dalam kantong celananya. Mungkin Tuan berkenan menerimanya.” Polisi menyerahkan selembar kertas yang dilipat pada Gerald yang terkejut dengan kabar buruk itu. Tangannya bergetar saat menerima surat itu. "Di
“Di mana otakmu, hah? Kau ingin membakar anak kecil demi memuaskan egomu? Kau benar-benar sudah tidak waras!” Gerald merasa dadanya mulai bergetar, saking amarahnya tak bisa dibendung. “Aku tak peduli! Biar dia mati sekalian. Kalau dia mati, kau akan menderita bersama wanita itu. Aku akan tertawa sepuas hati,” jawab Naura, tersenyum lebar. Dilihatnya Melinda mengusap wajah Lily yang basah karena bensin. Rasanya Naura sudah gelap mata. Dia ingin hari ini juga, ada yang mati di antara mereka. Siapa pun itu, pokoknya hanya ada satu yang bisa tenang, dan itu adalah dirinya. “Kau sangat mencintai mereka, kan? Itulah kenapa kau menceraikan aku,” kata Naura, perlahan melangkah ke samping, di mana korek api yang terlempar tadi berada di rumput. “Itu semua karena kesalahanmu! Kau serakah! Kau egois! Kau penjahat yang hanya bisa menghancurkan hidup orang lain!” kecam Gerald, menunjuk wajah Naura. Tak jauh darinya,
Melinda memasuki rumah bersama yang lain sepulang dari dokter kandungan. Bayi dalam kandungannya dinyatakan perempuan. “Kau pasti ingin anak laki-laki sebagai penerusmu, kan?” tanya Melinda, mengerucutkan bibirnya. Merasa tak enak hati karena ternyata dia hamil anak perempuan.
Melinda tengah berjalan bersama Sasa. Malam belum larut saat ia memilih menenangkan pikiran dengan menelusuri jalanan bersama sang sahabat. “Kau baik-baik saja?” tanya Sasa. “Hm.” Melinda memeluk tubuh. Merasakan hawa dingin yang mulai menjalari tulang.
“Katakan padaku, bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa kau bisa membiarkan suamimu menikah lagi? Kau juga! Di mana otakmu sampai kau berani menduakan Anakku!” Mamanya Naura melampiaskan amarah. Mondar-mandir di depan Gerald, Naura, juga Melinda yang tertunduk. Kedatangan tiba-t
Kenan menatap kepergian mobil Gerald. Ia tersenyum lebar. “Aku merasa seperti ada hal tak beres di antara mereka,” lirihnya. Setelah beberapa saat ia menjadi saksi bagaimana Melinda diolok-olok, tatapan sang suami seperti ingin menerkamnya. Kenan yakin hubungan keduanya tak












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reseñas