LOGIN“Jangan disini, Darel! bagaimana jika istrimu mengetahui hubungan kita?” “Maksudmu, Zola? Kau tenang saja. wanita bodoh itu tidak akan tahu hubungan kita.” Zola mencoba menulikan pendengarannya. Namun tetap saja, suara-suara itu tetap terdengar menyayat hati. tanpa melihat, Zola dapat membayangkan saat ini suaminya tengah menikmati ciuman bibir dengan wanita yang tidak lain adalah wanita masa lalu suaminya. Diguncang fakta perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya tidak lantas menghancurkan dunia Zola. Wanita cantik itu berusaha tetap tegar dibalik rasa trauma masa kecilnya yang tidak mampu diingatnya. “Selamat datang di neraka pernikahan antara aku dan Darrel. kau sukarela menjadi bahan bakarnya, jadi bersiaplah untuk mati terbakar di dalamnya! “ucap Zola pada wanita yang tidak lain adalah selingkuhan suaminya. “Jangan merasa selalu benar. terkadang, kita juga bisa menjadi penyebab luka bagi orang lain. "ucap Edgar Valden, pria yang dulu pernah menolong Zola yang hampir kehilangan nyawa. Mampukah Zola Maharani mempertahankan rumah tangganya dengan Darel Mananta atau Zola justru terjebak cinta yang ditawarkan oleh Edgar Valden?
View Moreคืนวันเสาร์ที่แสนจะวุ่นวายวรัลฌาหรือกวางหญิงสาววัย 22 ปีนักศึกษาคณะบริหารปี 4 กำลังสาละวนอยู่กับการเก็บจานบนโต๊ะในร้านอาหารนานาชาติที่ตั้งอยู่บนโรงแรมหรูหลังจากลูกค้ากลุ่มสุดท้ายเพิ่งเดินออกไป
“เหนื่อยหน่อยนะกวาง” สายสุดาผู้จัดการร้านเดินมาตบบ่าเบาๆ พร้อมช่วยหยิบจานชามตรงหน้า
“ไม่เป็นไรค่ะพี่นุ่น อีกนิดเดียวก็เสร็จแล้วพี่นุ่นไปนั่งพักเถอะกวางทำต่อเองค่ะ วันนี้พี่ก็เหนื่อยมากเหมือนกัน” วรัลฌายิ้มแม้หยาดเหงื่อจะซึมตามไรผม แต่ดวงตากลมโตยังคงเป็นประกายสดใส
“วันนี้พนักงานลาพร้อมกันสองคน กวางเลยต้องรับภาระหนักกว่าเพื่อน แต่ไม่ต้องห่วงนะ วันนี้แขกกระเป๋าหนักทั้งนั้น โดยเฉพาะโต๊ะชาวอเมริกัน เขาฝากทิปไว้ให้กวางโดยเฉพาะเลยนะ”
“แล้วคนอื่นจะไม่ว่าเหรอคะ”
“ใครจะกล้า วันนี้ทุกคนเห็นกันหมดว่ากวางวิ่งรอกดูแลโต๊ะนั้นจนแทบไม่ได้พัก เอาไปเถอะจ้ะ ถือเป็นรางวัลคนเก่ง แขกบอกว่าประทับใจที่กวางบริการดี แถมยังชมไม่ขาดปากว่าพนักงานคนนี้สวยและมารยาทงามมาก”
“ขอบคุณค่ะพี่กวาง”
“คืนวันเสาร์ลูกค้าเราเยอะอยู่แล้วแต่วันนี้พนักงานประจำลาถึงสองคน กวางเลยเหนื่อยกว่าเดิมแต่คนที่ไม่มาก็คงอิจฉาแหละเพราะวันนี้มีแต่ลูกค้าทิปหนัก ๆ ทั้งนั้นเลย เดี๋ยวพี่จะแบ่งให้นะ แต่ของกวางน่าจะได้มากกว่าคนอื่น”
“ขอบคุณนะคะพี่นุ่น แบบนี้กวางทำงานสุดทุ่มตัวเลยค่ะ” หญิงสาวยิ้มหวานแม้จะเหนื่อยมากแต่รายรับที่ได้มันก็คุ้มกับค่าเหนื่อย
วรัลฌาเป็นเด็กต่างจังหวัด เธอเข้ามาเรียนกรุงเทพและทำงานพิเศษไปด้วย
แม้ว่าทางบ้านจะส่งเงินมาให้แต่หญิงสาวก็อยากจะแบ่งเบาภาระของทางบ้าน บิดาของเธอเป็นครูที่กำลังจะเกษียณในอีกไม่กี่ปีข้างหน้า ส่วนมารดาเปิดร้านขายของชำเล็ก ๆ ในตำบลแห่งหนึ่งทางภาคเหนือ
“เลิกงานแล้วให้พี่ไปส่งไหมวันนี้มันดึกกว่าทุกวัน”
“ขอบคุณค่ะพี่นุ่น แต่กวางกลับเองดีกว่าดึกแล้วพี่เองก็จะได้กลับไปพักด้วยค่ะ”
หลังจากเลิกงานและแบ่งเงินค่าทิปแล้ววรัลฌาก็กึ่งวิ่งกึ่งเดินเข้าไปยังซอยเล็ก ๆ ที่อยู่ระหว่างทางเพื่อไปให้ถึงป้ายรถเมล์ให้เร็วที่สุด
หญิงสาวทำงานพิเศษเป็นพนักงานเสริมที่ห้องอาหารของโรงแรมที่นี่มาเกือบสองปีแล้ว ในทุกคืนหลังเลิกงานเธอก็จะเดินไปขึ้นรถเมล์ที่อยู่ไกลออกไปอีกประมาณสองช่วงดึกเพื่อกลับหอพักที่อยู่ใกล้กับมหาวิทยาลัย เธอรู้สึกว่าคืนนี้บรรยากาศมันดูเงียบกว่าทุกคืน วรัลฌาคิดว่าคงเป็นเพราะเธอกลับช้ากว่าปกติ หญิงสาวจึงเร่งฝีเท้าให้เร็วขึ้น
ปั้ง!....
เสียงที่ดังขึ้นทำให้หญิงสาวชะงักฝีเท้า หัวใจเต้นรัวแรงจนแทบหลุดออกมานอกอก เธอรีบกระโจนเข้าหาที่กำบังหลังถังขยะใบใหญ่ทันทีตามสัญชาตญาณ แอบมองผ่านความมืดออกไป ภาพที่เห็นทำให้ตัวเธอเย็นเฉียบยืนนิ่งเพราะกลัวว่าพวกนั้นจะเห็น
ชายหนุ่มในชุดสูทเนื้อดีดูภูมิฐานกำลังถูกชายฉกรรจ์สามคนคลุมศีรษะด้วยหมวกไอ้โม่งสีดำยืนล้อมอยู่ เธอไม่รู้ว่าเขาเป็นใครแต่เมื่อเห็นแบบนี้ก็ไม่อาจปล่อยผ่านไปได้
“ถ้าไม่อยากตายก็ฉีกสัญญาวันนี้ แล้วกูจะไว้ชีวิตมึง” หนึ่งในชายฉกรรจ์ตวาดเสียงดังลั่น
“ฝันไปเถอะ” เสียงตอบแข็งกร้าวแม้จะกำลังจะหมดแรง
“กูให้โอกาสมึงแล้วนะ” ชายตัวสูงยกปืนขึ้นเล็งที่ศีรษะของชายคนนั้น
สัญชาตญาณความกลัวก็พ่ายแพ้ต่อความมีมนุษยธรรม เธอจะปล่อยให้มีการฆ่ากันตายต่อหน้าไม่ได้
วรัลฌาตัดสินใจโทรแจ้งความระหว่างรอตำรวจรับสายเธอก็คว้าขวดแก้วเปล่าใกล้มือขว้างออกไปสุดแรงหวังดึงความสนใจ
เพล้ง!....
“ช่วยด้วย ช่วยด้วยค่ะ มีคนถูกทำร้าย! ในซอยข้างโรงแรมxxxค่ะ” หญิงสาวตะโกนสุดเสียงเมื่อปลายสายกดรับ
“เฮ้ย! ....คนเห็นว่ะ ฆ่ามันปิดปากด้วย” คนร้ายหันขวับมาทางเธอ
หญิงสาวเบิกกว้างด้วยความหวาดกลัว เธอจะวิ่งหนีแต่ก็ช้ากว่ากระสุนกระสุนนัดแรกพุ่งเข้าใส่หน้าท้องอย่างจังจนร่างบางทรุดฮวบลงกับพื้น
ปั้ง!....
“อึก....!”
ในวินาทีนี้หญิงสาวไม่รู้สึกถึงความเจ็บปวด มือยังคงกำโทรศัพท์แล้วกัดฟันมองไปยังชายคนนั้น
มันเดินมาใกล้แล้วถอดหมวกไอ้โม่งที่คลุมอยู่จนหญิงสาวเห็นใบหน้าที่มีเห็นแผลเป็นบริเวณหัวคิ้วอย่างชัดเจน
“แส่นักนะมึง กูจะให้มึงเห็นหน้ากูชัด ๆ ว่าใครเป็นคนส่งมึงไปลงนรก” มือหยาบกร้านบีบปลายคางของหญิงสาว เมื่อเห็นท่าทางหวาดกลัวของวรัลฌามันก็แสยะยิ้มเหี้ยม ก่อนจะจ่อยิงซ้ำเป็นนัดที่สอง
ปั้ง!....
“กรี๊ดดดด!.....”
เสียงปืนลั่นพร้อมกับเสียงกรีดร้องของหญิงสาวก่อนที่ชายพวกนั้นจะรีบหนีไปเพราะเสียงไซเรนจากรถตำรวจที่ดังเข้ามาใกล้
เสียงกรีดร้องขาดห้วงลงพร้อมกับร่างของวรัลฌาที่แน่นิ่งไป เลือดสีแดงค่อย ๆ ไหลซึมลงบนพื้นคอนกรีตที่เย็นเฉียบ พวกมันรีบเผ่นหนีไปทันทีเมื่อเสียงไซเรนรถตำรวจดังใกล้เข้ามา
ชายหนุ่มที่นอนหายใจอ่อนอยู่อีกฝั่งพยายามตะเกียกตะกายเข้ามาใกล้คนที่ช่วยชีวิตเขาไว้
ดวงตาคมกริบเบิกกว้างด้วยความสะเทือนใจ เขาไม่คิดเลยว่าจะมีใครยอมเอาชีวิตมาแลกเพื่อคนแปลกหน้าอย่างเขา
“คุณ....คุณ....” เขาพยายามเรียกและเขย่าตัวแต่หญิงสาวกลับไม่ไหวติง
แล้วเสียงฝีเท้าหนัก ๆ หลายคู่ดังใกล้เข้ามา เขารู้สึกโล่งใจเมื่อเห็นว่าเป็นคนของตนเองที่ตามมาช่วยได้ทันเวลา
“คุณชวินทร์ครับ”
“ช่วยเธอให้ได้ก่อน” ชวินทร์เค้นเสียงสั่งลูกน้องเป็นครั้งสุดท้าย ก่อนที่สติของเขาจะดับวูบลงตามไป
Hari berlalu begitu saja, tidak ada yang menarik bagi Zola kecuali rasa berkecamuk dalam hatinya. walaupun hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh ayahnya, tetap saja Zola merasa sedikit kecewa. sebentar lagi dunia akan tahu, bahwa ayahnya memiliki wanita lain dan tentu saja, buah hati dengan wanita itu. ya, siapa lagi kalau bukan Isa. pria yang sudah ia anggap sebagai sahabat dan kakaknya itu kini justru berubah statusnya sebagai adiknya. pria itu akan menyandang status sebagai seorang anak Joyokusumo.“Sudah siap, sayang?” Zola mendongak, menatap wajah teduh ibunya yang terlihat begitu cantik dalam balutan kebaya berwarna gold.Zola tersenyum tipis, dadanya masih saja sesak walau ia sudah berusaha untuk meyakinkan diri bahwa ia sudah siap dengan semuanya. tanpa menunggu arahan ibunya, Zola bangkit dari tempat duduknya dan berjalan keluar menuju ke tempat Resepsi Pernikahan Isa dan Rumi. Zola memang sengaja tidak menemani Rumi saat acara akad nikah, bukan tanpa alasan. Ia lebi
Zola bersandar pada kursi depan mobil, tepatnya di samping Edgar yang saat ini tengah menyetir. suasana terasa begitu hening sesaat setelah keduanya sampai detik ini tidak ada yang memulai pembicaraan. Zola memejamkan mata, meresapi kejadian yang tadi terekam jelas dalam otaknya, bagaimna telatennya Edgar saat menyuapkan makanan. tanpa Zola sadari, pria di sampingnya terlihat mencuri pandang dan mendapati Zola tersenyum sendiri.“Apa yang sedang kau lamunkan, sayang? kau tersenyum begitu manis dan rasanya tidak adil jika tak kau bagi padaku,” deretan kalimat yang diucapkan oleh Edgar membuat Zola membuka mata dan langsung menatap sang pujaan hati.“Hanya mengingat kejadian yang lucu.” Sahut Zola berusaha untuk tidak mengatakan yang sebenarnya. malu, rasanya jika ia harus jujur pada Edgar soal hal yang baru saja ia lamunkan. jika sampai kekasihnya itu tahu, dapat dipastikan bagaimna Edgar akan berbangga hati dan besar kepala.“Benarkah? tap-”“Sudahlah, jangan diperpanjang!” sela Zola
Zola hanya dapat memandang penuh dengan banyak pertanyaan di kepalanya. saat ini, Zola tidak dapat mengalihkan pandangannya pada Edgar yang terlihat begitu lahap menyantap makanan yang sudah tersedia diatas meja. sesekali Edgar melirik ke arah Zola yang terlihat diam saja dan belum menyentuh makanannya. Edgar tidak terlalu ambil pusing, ia terus saja menikmati makanannya. "Apa kau sering datang ke tempat seperti ini?" akhirnya Zola memutuskan untuk bertanya. ia sudah tidak tahan lagi melihat ekspresi wajah Edgar yang terlalu menikmati makanan. bukan jijik karena berada ditempat warung lesehan seperti ini, lebih ke rasa penasaran karena Zola sendiri belum Pernah makan ditempat seperti ini. apalagi seorang Edgar Valden, seorang pebisnis kaya raya. "tidak sering, hanya saja orang tuaku pernah sesekali mampir ke tempat seperti ini dan jujur saja, aku merasa lidahku cocok untuk makanan seperti ini. apa ini terlihat aneh?" Zola menggeleng, terlihat dipaksakan dan terkesan aneh dengan sen
Rumi tidak memperpanjang perdebatannya dengan Isa. mungkin untuk saat ini, ia harus sedikit mengalah untuk mengesampingkan kepentingan sahabatnya sendiri. walau Rumi tidak tahu pasti, apa yang membuat Isa merubah sifatnya menjadi lebih membenci Zola. Rumi juga tidak ingin munafik, pernikahannya sudah tinggal menghitung hari dan ia tidak ingin pernikahannya hancur berantakan. katakanlah ia egois, tapi Rumi begitu mencintai Isa. *** Zola menatap layar laptopnya sembari menghela napas kasar. pekerjaan yang menumpuk disertai dengan sekelumit permasalahannya membuat tubuh dan pikirannya seperti diperas habis. ingin sekali rasanya pergi ke suatu tempat yang menenangkan diri, tapi Zola terlalu gengsi jika harus menghubungi terlebih dahulu Edgar. Ia ingin agar pria itu berinisiatif untuk menghubungi dirinya terlebih dahulu. “Hai, apa aku mengganggumu?” Zola mengangkat wajah, menatap tak percaya jika pria yang baru saja menghiasi pikirannya, justru kini berdiri di ruangannya. dengan senyu
“Kau belum menjawab pertanyaan ku!” Darel nampak begitu tidak sabar dengan jawaban yang ditunggunya. Doni juga terlihat begitu acuh, pria itu melihat ke arah polisi yang mulai kembali ke meja kerjanya yang tidak terlalu jauh dari meja mereka. tempat ini memang sudah diatur agar bisa diawasi, jadi Do
Edgar langsung mengantar Zola pulang ke rumahnya. wanita cantik itu masih dalam keadaan tertidur saat Edgar menggendongnya masuk ke dalam kamar. mungkin karena kelelahan dari kejadian semalam, membuat Zola begitu tidak mampu menahan rasa kantuknya. Edgar juga sudah mendapat kabar bahwa identitas ora
Tidak ada yang menjamin bahwa pantai menjanjikan hal-hal yang indah.salah satunya, yaitu hal yang dirasa oleh rasa Rossa saat ini. Wanita yang saat ini tengah mengandung anak Darel itu, kini tengah berdiri di bibir pantai, Pandangannya kosong. pantai adalah tempat yang begitu Zola sukai. hal itu Ros
Zola menautkan kedua tangannya, perasaan tak nyaman kembali muncul saat Rabia mulai mengusik rasa yang sebenarnya Zola sendiri belum memahaminya. Kehadiran Edgar yang tiba-tiba, pertengkaran, kejujuran Edgar soal penyelamatan yang pernah ia lakukan dan juga bagaimana Edgar bersikeras untuk menjadika


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews