Share

Aibnya El

last update publish date: 2026-03-18 09:53:43

“Ajak ke dalam sana, urusan perempuan. Apa sih, takut sekali Mama apa-apa in?”

Bibir Kiran terlipat mendengar balasan dari Alina. Apalagi Alina menariknya begitu saja meninggalkan Elvano.

Kiran mengikuti langkah Alina tanpa kata, sampai mereka tiba di salah satu ruangan dengan pintu besar yang tertutup rapat.

“Aku mau kasih lihat kamu sesuatu, yang bisa bikin kamu tertawa.”

Kening Kiran berkerut, tetapi dia tetap mengangguk kecil melihat Alina begitu bersemangat.

Alina mengajak Kiran masuk ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
Wida
mama alina suka buka aib dech
goodnovel comment avatar
Adeena
siap2 aja El kamu jadi bulan2an di ledekin Kiran
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Hahahaha ...aduh cakit pipi aku ketawa kakak Ai ,gimana Kiran kasih tau El tentang aibnya haha
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif    Memang Mengganggu

    Mata Elvano melirik ke tas di samping kakinya.Senyumnya terangkat lebar.“Hanya kopi instan dan camilan.” Senyumnya semakin lebar sampai kedua mata Elvano sedikit menyipit.“Ternyata kamu sudah mempersiapkan semuanya, hm? Sengaja sekali mengganggu kebersamaanku dengan Ayah.” Kiran mengambil lagi ikan bakar yang ada di tangan Elvano. “Kamu bawa camilan, sudah makan camilan saja sana.”Elvano tersentak.“Camilan saja tidak cukup, Ki. Bagi ikannya, itu sepertinya enak.” Tangan Elvano terulur ke ikan yang Kiran pegang.Kiran menjauhkan ikannya dari gapaian Elvano. “Tidak bisa, ini milikku.”“Bukannya tadi diberikan padaku? Ayolah jangan pelit, kita makan bersama.”Melihat Elvano memaksa ingin mengambil ikannya, Kiran sampai tertawa.“Baiklah, kita makan bersama.” Kiran kembali mendekatkan ikan bakarnya.Tangan kanannya mengambil potongan kecil daging dari durinya. Kiran mengulurkan ke mulut Elvano.“Makanlah,” kata Kiran dengan tatapan begitu tulus.Dengan senang hati, Elvano membuka mulu

  • Dimanja Mantan Posesif    Alasannya

    Kiran bangun dari kursinya.Matanya menajam ke arah kegelapan.Sampai bola matanya membulat lebar.“El.” Kiran menatap tak percaya sang kekasih ada di area perkemahan, semalam ini.Di saat Kiran dan ayahnya menatap tidak percaya dengan keberadaan Elvano di sana.Pria yang sedang menjadi obyek perhatian ini, baru saja bisa bangun setelah tak sengaja jatuh tersandung tanah yang tidak rata.Elvano tersenyum canggung.Kehadirannya tiba-tiba di sana, malah diawali tragedi yang memalukan.Kiran menghampiri Elvano.“Apa yang kamu lakukan di sini?” Kiran menatap penasaran.Elvano menggaruk kepala tidak gatal.“Aku ada perlu denganmu. Tapi ponselmu tidak bisa dihubungi.”Kiran tersentak.“Mungkin karena malam, jadi sinyalnya sulit.” Kiran menjelaskan, sebelum tatapannya tertuju ke kaki Elvano.“Apa lututmu sakit?” Kiran kembali menatap ke wajah Elvano.“Sepertinya.” Elvano membalas ragu.Kiran mengajak Elvano mendekat ke tenda.Saat tiba di hadapan Surya. Elvano langsung menyapa.“Maaf jika me

  • Dimanja Mantan Posesif    Bahagia

    Sore hari, di area perkemahan.Kiran duduk bersama ayahnya yang sedang menunggu umpan kail disambar ikan.Keduanya duduk dengan damai. Sebagai ayah dan anak yang menikmati hari dengan tenang.“Setelah pulang dari kemah, kita langsung pindah ke kontrakan ya, Yah.” Kiran menoleh pada Surya yang ada di sampingnya.Surya mengangguk-angguk pelan. Tatapannya teralihkan ke Kiran.“Ayah ikut saja apa rencanamu.” Senyum Surya begitu tulus. “Tapi, Ayah mungkin akan ikut kerja, Kiran. Ayah tidak bisa hanya duduk memangku tangan di rumah.” Tatapan Surya kembali tertuju ke air.Hening.Kiran tidak membalas ucapan sang ayah.Surya mengembuskan napas pelan.Dia kembali menoleh ke Kiran.“Ayah tahu kamu mencemaskan kondisi Ayah. Tapi Ayah juga tidak bisa jika harus berdiam diri saja dan hanya bergantung padamu.”“Tapi aku masih sanggup menafkahi Ayah. Uang gajiku dan tunjanganku, lebih dari cukup untuk hidup bersama Ayah.” Kiran menatap sendu. Bagaimana bisa Kiran diam saja melihat pria tua ini beke

  • Dimanja Mantan Posesif    Berdua Dengan Ayah

    Hari berikutnya.Kiran pergi berkemah dengan Surya.Mereka pergi ke tempat yang Surya ingin datangi. Sebuah area perkemahan dengan hamparan kebun teh yang luas.Lalu di dekat tenda tempat mereka berkemah, ada danau yang bisa mereka jadikan spot memancing.[El, aku sudah tiba di lokasi dan baru saja mendirikan tenda.]Kiran mengirimkan nama tempat dia dan ayahnya berkemah, bahkan Kiran mengirim foto tendanya agar Elvano tidak cemas.“Ki, kamu sudah selesai merapikan tendamu?”Suara sang ayah mengalihkan perhatian Kiran dari ponselnya. Kiran menoleh. Bibirnya tersenyum ke sang ayah yang duduk di kursi kecil menghadap ke kompor portable dengan panci kecil di atasnya.Kiran segera menyimpan benda pipihnya ke dalam saku jaket.“Ya, Ayah.” Kiran menghampiri Surya. Duduk di samping sang ayah, Kiran seperti anak kecil yang menunggu makanannya disajikan orang tuanya.“Mienya sudah matang.” Kiran mengangguk.Matanya terus tertuju ke sang ayah yang sedang menyajikan mie di mangkuk.“Hati-hati

  • Dimanja Mantan Posesif    Takut Ditinggal

    Kiran duduk di ruang tunggu lobby.Sampai, Elvano akhirnya tiba di sana.“Sudah luang?” Kiran berdiri menyambut Elvano.“Kenapa tidak naik saja langsung?” Elvano sudah berdiri tepat berhadapan dengan Kiran.Kiran menggeleng. “Tidak enak saja. Aku sedang diskors, tidak nyaman jika berkeliaran di perusahaan.”Melihat Elvano yang diam, Kiran kembali bicara. “Aku bawa makan siang, bagaimana kalau kita makan di taman samping?”Kiran mengangkat paper bag yang dibawanya.Elvano mengangguk pelan. Mana mungkin dia menolak.Mereka pergi ke taman samping.Di bawah pohon rindang, di bangku yang biasa digunakan karyawan melepas penat. Kiran dan Elvano duduk di sana.“Kamu bilang mau pergi dengan ayahmu?” Elvano menatap pada Kiran yang sedang mengeluarkan kotak makanan dari dalam paper bag.“Besok, tadi aku baru saja menemui Kak Mila.” Kiran bicara tanpa menatap Elvano.Kiran sibuk menyiapkan alat makan untuk sang kekasih.“Bagaimana? Apa yang dia mau?”Kiran mengangkat pandangan ke Elvano. Sambil m

  • Dimanja Mantan Posesif    Bantuan Terakhir

    Siang hari.Kiran pamit ke Surya jika mau mengurus sesuatu.Dia pergi ke kafe setelah menghubungi Mila.Di sana, Kiran melihat Mila yang sudah menunggu.“Kamu benar-benar datang.”Melihat senyum semringah Mila. Kiran tetap memasang wajah datar.Kiran duduk berhadapan dengan Mila.“Sudah berapa bulan?” Kiran bicara tanpa ekspresi.Mila menyentuh perutnya. “Baru dua bulan.”Pandangan Mila tertunduk. “Aku juga baru tahu kalau hamil kemarin. Karena itu, aku bingung.”Kiran mengembuskan napas pelan.“Sekarang kamu maunya bagaimana? Aborsi?”Kiran melihat Mila tersentak karena ucapannya.“Aku tidak tahu.”Jawaban Mila membuat Kiran mengembuskan napas pelan.“Dari kejadian ini, apa kamu sudah sadar apa kesalahanmu?” Kiran bicara dengan tegas. Sorot matanya penuh penekanan.Mila memejamkan mata sejenak sebelum mengangkat pandangannya ke Kiran. “Aku tahu.”“Jika melakukan aborsi, dosamu akan semakin besar karena membunuh bayi yang tidak bersalah.” Kiran kembali bicara. “Tapi jika kamu pertahan

  • Dimanja Mantan Posesif    Persaingan

    Suasana mendadak tegang. Apalagi saat Kiran melihat Dania menatap tajam padanya. “Bukan seperti itu maksud saya, Bu. Saya hanya–” “Aku tahu, mungkin kamu sulit percaya pada orang lain, apalagi posisimu sekarang bisa dibilang lebih tinggi dari staff lain di divisi pemasaran.” Dania memotong ucapan

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dimanja Mantan Posesif    Tak Lagi Sama

    Belum juga Kiran bereaksi sama sekali akan keberadaan Elvano di hadapannya, Kiran dibuat terkejut ketika mendengar Elvano bicara. “Sebutkan nama, usia, dan pengalamanmu.” Tubuh Kiran semakin kaku, tatapannya sama sekali tak teralihkan dari wajah pria yang tertunduk ke berkas di meja tak menghadap

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dimanja Mantan Posesif    Tenang Walau Panik

    Kembali ke divisi pemasaran setelah selesai makan siang. Langkah kaki Kiran terhenti di tengah koridor ketika matanya tertuju pada Elvano yang berdiri di depan ruang kerja.Jemari-jemari Kian meremat erat di sisi tubuhnya kalau melihat tatapan Elvano yang tertuju padanya.“Kemari.”Suara Elvano mem

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dimanja Mantan Posesif    Adu Mekanik

    Saat siang hari. Elvano melakukan peninjauan di Radja Mall bersama Dania dan Kiran. Kiran terus berjalan di belakang Elvano, mencatat apa pun yang Elvano komentari tanpa terlewat satu kata pun. Sedang Dania, dia berjalan di samping Elvano layaknya pasangan untuk atasannya ini. “Beberapa toko ko

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status