共有

Bab 41. Jahil

作者: Astika Buana
last update 最終更新日: 2025-12-30 22:55:05

Puas rasanya balik menjahili sang majikan. Cahya langsung mengamit Komang untuk segera berlalu. Kalau tidak, bisa berjilid-jilid lelaki itu mengerjai dia.

“Baru kali ini melihat Bos Ethan kepo urusan karyawan. Biasanya yang diomong tentang kerja dan kerja,” guman Komang sambil berjalan.

Dalam hati Cahya tertawa. Entah bagaimana tanggapan Ethan diberi nama seunik itu. Wagiman Sontoloyo.

Sementara itu, Ethan bergemin sambil mengernyitkan dahi. Galang yang permisi untuk duluan, pun hanya dijawab anggukan kecil.

“Wagiman Sontoloyo?” guman Ethan kemudian melangkahkan kaki.

Sampai di dalam ruangan, Ethan masih berguman nama yang asing di telinganya. Sambil menatap layar ponsel yang menunjukkan fotonya, dia berbicara sendiri.

“Orang sekeren ini dikasih nama Wagiman Sontoloyo?” Gambar dia ketika menjadi sampul majalah bisnis. Saat itu dia dinobatkan menjadi pengusaha muda berbakat.

“Awas kamu Cahya. Nikmati saja pembalasanku nanti,” ucap Ethan setelah mencari tahu arti nama unik itu.

Saat Eth
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 51. Bangkit

    [Aya, saya masih ada meeting di luar. Jangan ke restoran kalau saya tidak ke sana] Cahya membaca pesan dari Ethan, kemudian memasukkan ponsel ke dalam tas tanpa membalas.Ini sudah sekian pesan yang masuk setelah Pak Sopir memberikan nomor telponnya kepada majikan, setelah dia enggan mengangkat telpon. Setelah mengantarkan anak sang majikan ke sekolah, dia langsung berangkat kerja.Setelah turun dari mobil, langkah kaki Cahya melambat ragu ketika mendapati mobil merah parkir di areal khusus direksi. Dia berhenti sejenak untuk mengambil napas dalam-dalam. Seperti akan memasuki medan perang, dia harus menyiapkan semua kemungkinan yang terjadi.“Aku harus menghadapinya. Kalau aku tidak masuk kerja, sama saja menguatkan pemikiran Erika,” ucap Cahya dalam hati sebelum melanjutkan langkahnya.Tubuhnya ditegapkan dengan pandangan lurus ke depan. Seperti biasa dia mengulas senyum dan sapaan kepada teman kerja yang berpapasan dengannya. Namun, yang membuatnya heran, kenapa sorot mata mereka me

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 50. Pengasuh Anak atau Pengasuh Bapak?

    Pintu mobil berwarna merah itu terbuka. Kaki jenjang menggunakan sepatu hak tinggi berwarna merah, menunjukkan siapa yang datang. Wanita bergaya sosialita dengan baju terusan berwarna hitam dengan jaket kulit hitam yang dibagian leher dihiasi bulu-bulu.Jantung Cahya berdenyut lebih kencang. Dia melepaskan genggaman tangan Keira, kemudian dia memundurkan langkah di belakang Ethan. Lelaki itu pun mengerti, seakan menjadi tameng dia menegakkan diri.Sedangkan si kecil Keira justru berteriak senang.“Hai, Aunty Erika!”Erika menekuk kaki sambil merentangkan kedua tangan. Dia menyambut sang ponakan yang berlari ke arahnya.“Hmm…. Aunty kangen banget. Bagaimana kabarmu, Cantik?”“Senang, Aunty.”“Maaf, ya. Aunty lama tidak kesini.”“Tidak apa-apa. Keira tahu, pasti Aunty sibuk. Tidak usah kawatir karena Keira sudah ada yang menemani.” Gadis itu tersenyum lebar“Siapa?”“Ibu__”“Keira! Ayo berangkat sekolah. Nanti terlambat.” Ethan memotong ucapan Keira. Dia memberi tanda ke arah sopir untu

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan    Bab 49. Janji

    Sepulang kerja, Ethan langsung ke kamar anaknya-Keira.Dia mengedarkan pandangan. Tidak terlihat seseorang yang dicarinya. Hanya ada Keira dan Mbak Pengasuh. Seketika ketakutan mendera. Jangan-jangan ….“Papi…!” teriak Keira berlari memeluknya. Dia meloncat ke gendongan dan mengalungkan ke leher ayahnya.“Keira kok sendiri. Adik Satria mana?”“Adik tidur.”“Tumben. Biasanya menemani Keira belajar.”“Ibu Aya capek dan Adik Satria diajak tidur.”“Oh, gitu,” ucap Ethan sambil menurunkan anaknya.Lelaki itu menelan kekecewaan. Kemudian meninggalkan kamar Keira setelah mencium anaknya itu.Dengan kedua tangan masuk ke saku celana, Ethan berjalan dengan dahi berkerut dalam. Dalam pikirannya berputar tentang wanitanya. Apa yang terjadi kepada Cahya? Apa dia benar-benar marah?Ingin rasanya menemui Cahya yang meluruskan semuanya.Huuft!Wanita itu memang makhluk complicated!Ethan meneruskan langkah ke kamarnya. Dia melepas kasar kemeja dan menghempaskan diri ke ranjang. Dia berusaha mengoson

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 48. Ternyata Hanya Pemuas

    Seketika dunia seakan berhenti berputar. Sesuatu rahasia yang digenggam rapat-rapat ternyata ada yang mengetahui. Cahya tidak bisa berkata-kata, sampai tangan pengasuh itu menyentuh lengannya.“Tidak usah sungkan, Mbak Cahya. Semua yang di sini mengerti dan itu tidak buruk.”“S-semua?” Mata Cahya melebar.Pengasuh itu mengangguk sambil tersenyum.“Termasuk Pak Chef?”“Iya.”Tak sadar kedua tangan Cahya meremat. Seperti pencuri yang ketahuan dan tidak tahu harus berbuat apa. Ada yang dia takutkan berikutnya.“Hmm… Bu Hanum?” tanya Cahya takut-takut. Dia menatap lekat Mbak Pengasuh. Menunggu jawaban.“Nah, kalau itu saya tidak tahu, Mbak. Dan kami pun tidak akan ikut campur kehidupan pribadi Tuan dan Mbak Cahya. Itu hal wajar, kok. Toh kalian sama-sama lajang. Dan kata Pak Chef__”“Ha? Jadi kalian membicarakan kami?”Dalam hati, Cahya mulai malu. Pak Chef adalah orang yang di-tua-kan di sini setelah Bu Hanum. Selain sudah lama kerja dengan keluarga William, dia juga terkenal orang yang

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 47. Teman Wanita di Ranjang

    Mendadak kepala Ethan pening. Dengan satu tangan dia memijit pelipis berulang kali. Tangan kanannya meremat kemudi.Masih terngiang ucapan Cahya, “S-saya bukan wanita yang bisa 'dipakai', Tuan."Hatinya mencelos tatkala mata wanita itu berkaca-kaca dan kemudian mengaliri pipi.“Apakah aku sebegitu jahatnya kepada dia? Sungguh, aku tidak pernah menganggapkan wanita jalang,” ucapnya dalam hati.Bahkan ketika dia memberikan uang cash dan kartu yang dulu Cahya tolak, wanita itu tetap menggeleng. Padahal, Ethan tahu betul kalau Cahya tidak membawa apapun termasuk uang dan ponsel.“Aya, please. Jangan over thingking. Apapun keadaannya, kamu adalah wanitaku. Kamu tidak percaya dengan tanda ini dan ini?” Ethan menunjuk perhiasan yang dipakai Cahya.Kemudian lelaki itu menghela napas panjang. “Aku tidak pernah memberi seperti ini kepada wanita. Termasuk kepada mantan istriku. Hanya kamu wanitaku, Aya.”Wanita itu tersenyum miris. Tertawa kecil seakan mentertawakan dirinya sendiri. “Iya benar.

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 46. Ingin Tidak Mau

    “Ada apa Galang?”“Tuan Alberto mendadak akan singgah ke kantor. Bos Ethan dimana? Saya jemput?”Ethan melihat ke arah dirinya sendiri. Hanya handuk melilit di pinggang dan belum berpakaian.“Tidak usah dijemput. Aku mempunyai waktu berapa lama?” Tubuhnya mencondong ke arah cermin. Dia menyunggar rambut. Meskipun wajahnya terlihat segar, tetapi rambutnya masih benar-benar basah. Bisa memicu pertanyaan kalau siang bolong dia muncul dengan wajah seperti ini.“Sekitar dua jam. Tuan Alberto masih makan siang di Ubud.”“Good! Satu setengah jam aku sampai ke kantor,” jawab Ethan kemudian menutup sambungan telpon.Kemudian dia memeriksa laci. Mungkin saja ada pengering rambut. Nihil. Ini hanya villa untuk singgah saja tanpa ada perlengkapan keseharian. Yang tersedia hanya perlengkapan mandi dan tidur saja.“Belikan saya hair dryer. Sekarang juga. Saya kasih waktu lima menit!” perintah Ethan ke pak penjaga.Sebentar lagi dia menemui investor lama sekaligus sahabat orang tuanya. Dia tidak bole

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status