Beranda / Romansa / Dokter Obgyn itu Suamiku / Bab 46 Pesan Misterius Lagi

Share

Bab 46 Pesan Misterius Lagi

Penulis: Nisa Hikaru
last update Tanggal publikasi: 2026-07-11 00:46:02

Nabila memandang ke arah langit-langit IGD, saat masih dalam tak sadarkan diri tadi, ia seperti mendengar sesuatu yang berbisik ke telinganya. Sebuah kata demi kata yang mendorongnya untuk bangkit, dan menunjukkan yang terbaik di hadapan orang-orang yang tak menyukainya.

"Mas, kita pakai konsep dekorasi dan gaun pilihan Mamah aja, ya," ucap Nabila dengan yakin.

Fahmi menatap Nabila dengan lurus. “Kamu yakin?” tanyanya pelan dan lembut.

Nabila mengangguk yakin. “
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 143 Tertidur

    Jarum jam terus bergerak, mata Nabila masih cukup kuat. Ia duduk di tepi tempat tidur memperhatikan jam dinding yang ada di kamar, waktu operasi caesar tidak begitu lama, namun setidaknya suaminya akan menghabiskan waktu kurang lebih dua jam di luar rumah. Nabila mengecek ponselnya, tak ada pesan dari sang suami, itu menandakan bahwa operasi masih berlangsung. Sendirian di rumah baru ini ternyata cukup membosankan, Nabila bingung mau melakukan apa. Tak ada pekerjaan rumah yang belum terjamah, setiap sudut rumah rapi dan bersih. Mau memasak, tapi mau membuat apa, ia tak ada ide, dan lagi pula ini sudah larut malam.“Mas Fahmi kayaknya masih lama ya…” gumam Nabila sendiri. Kemudian, ia beranjak dari duduk, berjalan keluar kamar menuju ruang keluarga. Tangannya meraih remote televisi. Nabila mengarahkan remote itu pada aplikasi menonton berbayar. Dari beranda muncul berbagai rekomendasi film dan series yang terlihat menarik. Ada juga genre horor dengan post

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 142 Kebaikan yang Dikenang

    “Lanjutkan…” ucap Fahmi. Operasi berjalan dengan lancar, Fahmi telah menyelesaikan tugasnya, sisanya akan diteruskan oleh tim. Ia berjalan keluar dari ruang operasi, melepas sarung tangan, masker, jubah, dan penutup kepala. Ia mencuci tangan di wastafel, dari cermin terdapat pantulan dirinya, Fahmi melihat sekilas, lalu kembali fokus membersihkan tangan hingga ke siku. Koridor rumah sakit pada malam hari terasa lebih sepi, hanya ada satu atau dua orang yang lewat. Fahmi melangkah dengan santai, ia teringat dengan rumor yang biasa terjadi di rumah sakit. Rumor-rumor berbau horor itu juga dialami oleh rumah sakit milik keluarganya, hanya saja mereka tak begitu menanggapi. Bicara soal horor, Fahmi belum tahu apakah istrinya takut atau tidak pada hal semacam itu. Ia melirik jam tangannya, waktu semakin larut, ponselnya juga hening. Tak ada Nabila menghubunginya via pesan atau pun panggilan. Fahmi menghela nafasnya pelan, sepertinya Nabila sudah ti

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 141 Operasi Cito

    Fahmi bersiap meluncur ke rumah sakit malam ini, ia mengenakan kaos berkerah dan celana chino panjang. Sudah berapa pekan ia tidak melakukan operasi cito, karena cuti pernikahan dan memang belum mendapatkan tugas tersebut. Malam ini, malam yang seharusnya dinikmati berdua dengan sang istri, namun harus ia relakan demi keselamatan dua nyawa sekaligus. Fahmi dan timnya akan berjuang melaksanakan operasi caesar seorang ibu yang sudah berjuang untuk persalinan normal secara induksi. Kasus seperti gagal induksi ini sudah sering sekali bagi Fahmi, jalan terakhir untuk menyelamatkan ibu dan janinnya adalah operasi. Di saat malam hari memang tak ada dokter spesialis kandungan yang bertugas, hanya bidan dan dokter IGD saja yang berjaga. Mata Fahmi melirik jam dinding yang terus berjalan menggerus waktu. Ia menoleh pada Nabila yang masih duduk memperhatikannya bersiap-siap berangkat. Senyum tipis terbit di wajah cantik itu. Senyu

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 140 Malam yang Indah?

    Kembali ke dunia kerja setelah melewati peristiwa besar dan penting dalam hidup. Kehidupan terus berjalan seperti biasa, namun tentu dengan rasa yang berbeda. Sudah dua pekan Fahmi dan Nabila bekerja, dalam kurun waktu tersebut seperti berlalu cukup cepat. Kehidupan pernikahan yang dijalani berjalan aman, setiap malam sebelum dan pagi sesudah tidur, Nabila selalu menjumpai suaminya di sebelahnya. Pemandangan indah yang hanya untuk dirinya seorang. Seperti malam ini juga, Nabila sudah mengenakan pakaian tidur berupa terusan selutut dengan motif bunga-bunga lucu yang menggemaskan. Sebelum tidur, ada ritual rutin yang ia lakukan, yaitu memakai produk perawatan wajah. Perawatan yang dilakukan Nabila hanya langkah yang sederhana saja, seperti membersihkan wajah dan memakai krim malam setelahnya. Ah, tak lupa, ia menyemprotkan sedikit parfum dengan aroma super lembut ke tubuhnya. Tidur pun harus dengan persiapan yang baik, namun jika sudah terlalu lelah, bias

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 139 Bihun Kuah

    Hujan masih mengguyur seluruh kota, walaupun sudah tak sederas sore tadi. Dari kaca pintu dapur yang menghadap ke taman, nampak air membasahi pohon dan tanaman-tanaman hijau di sana. Sorot lampu putih memberikan penerangan dan pantulan kilau air hujan yang cantik. Segelas kopi hitam tanpa gula milik Fahmi mengepulkan uap panas serta aroma yang menentramkan. Teh panas milik Nabila juga tak mau kalah, uapnya menari-nari di udara. Beberapa potong kue juga tersaji di atas piring keramik datar. Pasangan suami istri ini duduk berhadapan di meja makan ruang dapur. Keduanya sedang menikmati cuaca dan waktu senggang di malam selepas salat maghrib. Kedua minuman itu memberi hangat pada tubuh, dan kue manis yang tersaji sebagai lawan yang sepadan. “Kamu mau makan yang berat nggak?” tanya Fahmi sembari menaruh gelas kopinya. Nabila belum menjawab, ia baru saja menelan potongan kue ke dalam mulutnya. “Kayaknya nggak deh, Mas. Kue-kuenya ini bikin kenyang j

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 138 Hujan Pertama

    Sore waktu yang dinanti Fahmi sudah tiba, lelaki itu memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit. Setelah menyelesaikan praktik di rumah sakit lain pada siang hari, Fahmi bergegas kembali ke rumah sakit milik keluarganya untuk menjemput pujaan hati. Pesan singkat yang mengabarkan dirinya sudah berada di jalan telah dikirim pada sang istri. Tak perlu menunggu lama, pesan itu dibalas dengan segera. Senyum manis merekah di wajah tampan itu. Sepekan lebih setelah pernikahan, ia mereguk nikmatnya jatuh cinta setelah cukup lama memendam rasa. Nabila membereskan barang bawaannya, ia bersiap menunggu sang suami tiba menjemputnya. Pekerjaannya di hari pertama bekerja setelah menikah hanya berbeda sedikit, yaitu status yang berubah. Data rekam medis yang ia masukkan ke dalam laptop cukup banyak seperti biasa. Laptop dan map berisi dokumen tertulis telah tersimpan rapi di dalam tas ransel. Nabila berdiri, ia memasangkan ransel ke punggungnya, terasa

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 8 Bukan Hari yang Tenang

    Kaget bukan main. Kondisi Nabila saat ini membuatnya menjadi lebih sensitif. Sentuhan seperti tadi tentu membangkitkan rasa takutnya. Nabila menghela napas saat melihat sosok yang ia kenal berada di hadapannya. Kemudian, ia tersadar kunci kartu itu jatuh, lalu segera memungutnya.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 7 Melawan Takut

    Bukan pertanyaan bodoh. Inilah yang ada di kepala Nabila. Ia ingin tahu apa yang menjadi alasan Fahmi menyelematkannya tadi. Fahmi masih menatap Nabila, lalu ia membuangnya pada arah lurus ke depan. “Karena harus ditolong,” jawabnya dengan logis dan tenang. Nabila mengembuskan

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 6 Tolong

    Suara Fahmi terdengar rendah dan sangat dingin, membuat semua orang di dalam lift seketika menoleh ke belakang dengan terkejut.Nabila langsung mencengkeram scrub pria itu erat-erat, jemarinya bergetar hebat. Jantungnya berdetak kacau sampai terasa sakit.Wajah Fahmi terlihat te

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 5 Insiden

    Fahmi bersandar di kursi kerjanya dengan kedua tangan yang terlipat di dada. Wajah tampannya nampak tenang sekali, tapi senyum tipisnya terasa mengintimidasi bagi Nabila. Nabila benar-benar menyesal telah mengeluarkan pertanyaan bodoh itu, namun mau bagaimana lagi, emosinya lebih dulu b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status