Teilen

Musuh Kakaknya

last update Veröffentlichungsdatum: 15.08.2026 19:27:39

Bau anyir darah yang pekat beradu dengan aroma menyengat dari rebusan herbal di dalam Kamar Emerald.

Ruangan luas berhiaskan permata hijau tua itu biasanya disediakan bagi tamu-tamu agung kerajaan. Namun sore ini, suasananya berubah mencekam, beralih fungsi menjadi ruang rawat dadakan.

"Anda juga harus diperiksa, Grand Duchess," ucap Mrs. Hargrove dengan wajah yang dipenuhi kecemasan mendalam.

"Aku baik-baik saja."

"Setidaknya, tolong ganti gaun Anda."

Roselyn enggan menjawab. Pandangannya ter
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Musuh Kakaknya

    Bau anyir darah yang pekat beradu dengan aroma menyengat dari rebusan herbal di dalam Kamar Emerald. Ruangan luas berhiaskan permata hijau tua itu biasanya disediakan bagi tamu-tamu agung kerajaan. Namun sore ini, suasananya berubah mencekam, beralih fungsi menjadi ruang rawat dadakan."Anda juga harus diperiksa, Grand Duchess," ucap Mrs. Hargrove dengan wajah yang dipenuhi kecemasan mendalam."Aku baik-baik saja.""Setidaknya, tolong ganti gaun Anda."Roselyn enggan menjawab. Pandangannya terpaku lurus ke depan.Begitu melangkah melewati pintu Kamar Emerald, dadanya seakan berhenti berdetak. Di atas ranjang, Rieta terbaring tengkurap. Kain-kain putih yang digunakan dokter untuk menyeka luka di punggung gadis itu dengan cepat berubah warna menjadi merah kehitaman.Putri Vogard berdiri mematung di dekat tempat tidur. Kedua tangannya bertaut erat, meremas kain gaunnya yang kini dikotori noda tanah dan bercak darah. Meskipun kulitnya sudah diseka dengan air hangat tadi, rasa lengket s

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Seseorang untuk Dibunuh

    Kereta kuda berlogo keluarga Lexcan telah bersiap di pelataran depan Kastil Valthorne. Udara sore itu masih terasa menggigit, membawa embusan angin dingin yang menerbangkan butiran salju tipis di sekitar tangga kastil. Baroness Lexcan yang kondisinya belum sepenuhnya pulih sudah berada di dalam kereta, menyisakan Rieta yang berdiri di luar untuk mengucapkan perpisahan terakhir kepada para penguasa Utara."Terima kasih atas kemurahan hati Anda, Grand Duke," ucap Rieta, suaranya terdengar jernih di tengah deru angin. “Saya tidak akan sambutan hangat kalian.”“Maaf karena tidak bisa menjamu secara langsung selama kalian di sini.”“Tidak masalah, Grand Duke. Sekali lagi maaf atas perbuatan buruk kakak saya.”Kaelus hanya mengangguk kecil. Ia tidak ingin mengatakan sesuatu yang buruk terhadap jiwa yang telah pergi.Di sisi lain, Roselyn berdiri di samping. Setelah ketegangan yang berhasil mereka urai di ruang kerja tadi pagi, kehadiran keduanya kini memancarkan ketenangan, membuat para pe

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Melelehkan Es di Balik Pintu

    Gagang pintu di depan terasa sedingin es saat jemari Roselyn menggapainya. Setelah Rieta berpamitan dan melangkah pergi menyusuri lorong dengan gaun duka, keheningan kembali memenuhi sudut Kastil Valthorne.‘Padahal bukan dia yang salah,’ gumamnya sambil mengingat Rieta yang meminta maaf hingga pundaknya tampak bergetar.Roselyn menunduk, memandangi nampan perak di tangan. Uap hangat dari hidangan sarapan mulai menipis, berpacu dengan udara musim dingin yang merayap dari balik jendela besar.Ia menarik napas panjang, mencoba mengusir rasa bersalah yang sejak semalam menyumbat dadanya. Panggilan formal "Grand Duchess" yang diucapkan Kaelus dengan begitu kaku kemarin masih menyisakan semburat kegitiran Namun, melihat kastil yang goyah pagi ini, Roselyn tahu ia tidak bisa terus bersembunyi di balik tameng trauma. Pemimpin Utara harus kembali rukun demi menjaga wilayah mereka. Mereka tidak boleh terus berjalan dalam ketegangan yang membekukan ini.Tok. Tok.Roselyn mengetuk pintu denga

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Kau yang Di Pikiranku

    Dua belas surat pengunduran diri di meja kerja Kaelus sukses membungkam Kastil Valthorne pagi ini. Tidak ada derap langkah pelayan yang biasanya bersahutan, hanya menyisakan keheningan yang agak mengganggu di sepanjang koridor.“Jadi mereka benar-benar pergi?” bisik seorang kesatria yang tengah berpatroli.“Syut, diam saja. Kudengar mereka tidak akan bisa bekerja di wilayah ini lagi.”“Yah … kalau sampai segitunya, kurasa Tuan sedikit keterlaluan.”“Walau bersikap dingin, hati Tuan sebenarnya lembut. Hanya saja, Beliau bisa jadi kurang rasional kalau menyangkut Grand Duchess.”Rieta ada di sana, berdiri di balik pilar besar saat para penjaga lewat. Ia sama sekali tidak berniat menguping, tetapi rasa penasaran selalu saja terusik tiap kali nama Roselyn disebut.Tanpa mengubah ekspresi datarnya, wanita itu berjalan anggun ke dapur. Sepanjang koridor, ia mengamati beberapa lilin di dinding sengaja tidak dinyalakan. Entah lupa atau memang tidak ada yang bertugas pagi itu. Cahaya matahari

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Aku yang Merindukanmu

    "Atau kau yang ingin jauh dariku," celetuk Roselyn tanpa disertai candaan.Kalimat penuh kejujuran itu sulit untuk dibantah dengan mudah.Kaelus akhirnya menatap sang pujaan hati. Ada lingkar gelap tipis di bawah mata Roselyn.“Kau baik-baik saja, Rose? Tubuhmu butuh istirahat, kenapa bangun sepagi ini.”"Aku bahkan tidak bisa tidur karena menunggumu."Sontak Kaelus tersentak. Perasaan bersalah karena telah menelantarkan istrinya semalaman kembali membuncah di dalam dada.‘Sial. Padahal seharusnya aku merawat dan menenangkannya,’ gerutunya, memaki dirinya sendiri dalam hati."Ayo kita ke kamar dan tidur sekarang," ajak Kaelus, suaranya melunak, mencoba memperbaiki keadaan yang retak."Katakan saja, apa ada pekerjaan wilayah yang bisa kubantu?""Tidak perlu, Rose. Ayo kita ke kamar—"Kalimat Kaelus terputus saat Putri Vogard itu berjalan mendekat, lalu dengan tenang duduk di sudut meja kerja. Jemari Roselyn bergerak cepat meraih lembaran berkas yang terserak, membacanya sekilas, hingg

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Sekat Tanpa Nama

    "Dua belas, Yang Mulia."Kepala pelayan, Mrs. Hargrove, berdiri kaku di ambang ruang kerja, tumpukan kertas digenggam erat di depan dadanya seperti perisai.Kaelus tidak mengangkat kepala dari berkas yang sedang ditandatanganinya. "Dua belas apa?""Surat pengunduran diri."Pena di tangan Kaelus berhenti bergerak.Ia menatap wanita tua itu, mencari tanda bahwa ini hanya lelucon buruk yang terlambat. Tidak ada. Wajah Mrs. Hargrove pucat, matanya menghindar dari tatapan sang majikan.“Sebenarnya sudah banyak pelayan dengan gerak-gerik aneh, tapi baru semalam mereka mulai memberikan surat itu.”"Letakkan saja di meja."

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Gadis Tanpa Keluarga

    Kabin utama kapal itu jauh dari kata sempit. Dinding kayu yang dipoles mengkilap memantulkan cahaya temaram dari lampu gantung yang bergoyang lembut mengikuti irama ombak. Beberapa pria berseragam hitam berjaga di depan pintu tanpa sepatah kata.Sementara itu, Roselyn sudah selesai membersihkan dir

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Fajar di Pelukanmu

    Roselyn menutup pintu kamarnya dengan hati-hati. Ia menahan diri, meski jiwanya menjerit ingin membanting pintu itu sampai hancur.Sarung tangan sutranya ditanggalkan, perhiasan dilepas satu per satu. Mutiara dan permata mahal itu jatuh berserakan di atas meja rias tanpa dipedulikan. Ia duduk sejen

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Salju yang Hangat

    Hening yang mencekam menyelimuti balkon, hanya menyisakan suara napas Roselyn yang masih tersengal dan patah-patah. Di hadapannya, Kaelus berdiri mematung seperti patung es yang tidak tersentuh waktu.Roselyn menunduk, mencoba mengatur detak jantungnya yang masih menggila. "Maaf karena harus memper

  • Duke, Aku Bukan Pengantin Boneka Lagi   Kaelus Valthorne

    Tiga hari dalam kurungan kamar adalah waktu yang cukup bagi memar di tubuh Roselyn untuk berubah warna dari ungu pekat menjadi kuning pudar. Berkat elysium dari sang paman, luka di dahinya hanya menyisakan garis merah tipis.Vogard pun memastikan garis itu tertutup bedak sebelum menyeret putrinya k

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status