Home / Romansa / Forbidden Desire / 24. Harus Mati

Share

24. Harus Mati

Author: Yuyun Batalia
last update publish date: 2026-06-20 09:42:23

Tetes air mata Luvella jatuh ke lengan Diello. Detik selanjutnya, kelopak mata Diello berkibar. Cahaya putih menyilaukan Diello sejenak.

Luvella segera menghapus air matanya saat ia menyadari Diello sudah sadarkan diri.

“Diello, kau sudah sadar.”

“Kenapa kau menangis?” Diello melihat ke mata Luvella yang basah. “Apakah kau takut menjadi janda di usia muda?”

“Hentikan omong kosongmu. Aku akan memanggil dokter.” Luvella segera menekan tombol memanggil dokter.

“Bagaimana keadaanmu?” Diello memper
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Forbidden Desire   35. Kartu Memori

    Hiro telah menemukan lukisan bunga Lily yang dimaksud oleh Diello. Ada sebuah kartu memori di sana. Setelah mendapatkannya, Hiro segera pergi ke rumah sakit.Diello segera keluar dari ruangan setelah dihubungi oleh Hiro yang telah sampai di rumah sakit.“Tuan, kartu memori ini ditemukan di belakang lukisan bunga Lily.”“Buka kartu memori itu!”Hiro membawa laptop bersamanya, pria itu segera menjalankan perintah Diello.Di dalam kartu memori itu hanya ada satu video, Hiro segera membuka video itu. Sekarang yang tampil di layar adalah video sebuah jalanan yang sepi lalu kemudian sebuah mobil melintas dengan kecepatan sedang, detik selanjutnya sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju dan menabrak mobil lainnya.Diello masih menonton video itu dengan seksama, sampai akhirnya dia melihat pelaku penabrakan keluar dari mobil, dan itu adalah Jena.Mata Diello segera melihat ke tanggal pengambilan video itu. Wajah pria itu tampak kaku. Sekarang ia tahu siapa yang ada di dalam mobil y

  • Forbidden Desire   34. Lukisan Bunga Lily

    “Ada apa?” Gael bertanya pada sopirnya saat ia merasakan mobilnya melaju tidak biasa.“Tuan, ada yang salah dengan mobil ini. Remnya tidak berfungsi.” Pria itu berkata dengan sedikit kepanikan, ia masih mencoba untuk menginjak pedal rem, tapi mobil tetap melaju dengan kencang.Gael tidak takut pada kematian, sebelumnya jika ia tidak memikirkan Diello, dia mungkin sudah mengejar Lora ke akhirat. Jika kematiannya saat ini memang sudah dekat, maka tidak ada yang perlu ia khawatirkan lagi.Putra kesayangannya telah membangun kekuatannya sendiri. Dengan memiliki seseorang yang ingin ia lindungi, Diello akan menjadi semakin kuat. Selain itu, ada juga Luvella yang menemani Diello. Putranya tidak akan kesepian.Namun, ada satu hal penting yang harus Gael sampaikan pada Diello sebagai tambahan untuk melindungi nyawanya sendiri.Gael menghubungi Diello, panggilan itu segera terhubung.“Ya, Ayah?”“Ingat ini baik-baik, penthouseku, lukisan bunga Lily.” Setelahnya Gael hendak menutup panggilan it

  • Forbidden Desire   33. Satu-Satunya

    Saat ini sebuah siaran langsung sedang berjalan. Di dalam layar ada Diello dan juga Amy -seorang reporter yang sedang naik daun.“L Security diambil dari inisial nama dua wanita yang sangat saya cintai. Lora -ibu saya dan Luvella -istri saya.”“Tuan Diello, apakah Anda bersedia membahas mengenai kehidupan pribadi Anda?” Karena Diello telah menyebutkan tentang nama istrinya, reporter Amy mencoba menanyakan mengenai kehidupan pribadi Diello.Wanita ini telah menghubungi asisten pribadi Diello beberapa kali untuk mewawancarai pemimpin L Security, tapi selalu ditolak. Sekarang memiliki kesempatan ini, Amy tentu saja tidak akan menyia-nyiakannya. Wanita ini telah menyusun begitu banyak pertanyaan untuk Diello.“Ya.”“Saya mendengar bahwa Tuan Diello sudah menikah, apakah itu benar?”“Ya, itu benar.”“Apakah istri Anda adalah mantan tunangan saudara Anda sendiri?”“Ya, itu benar.”“Tuan Diello, siapa yang memulai di hubungan Anda dan istri Anda?”“Sebelum menjawab pertanyaan Anda, saya aka

  • Forbidden Desire   32. Aku Pasti Akan Baik-Baik Saja

    Pagi ini Luvella menerima panggilan dari Luna, sahabatnya itu mengabarkan bahwa Arlo tewas semalam karena berkelahi dengan penghuni baru di sel yang sama dengan Arlo.Bagi Luna, kematian Arlo ini cukup janggal. Luna telah menyelidiki, sesudah bertemu dengan Luvella, Arlo menghubungi asisten pribadi Jena. Luna yakin bahwa kematian Arlo pasti ada hubungannya dengan Jena.Luvella mengepalkan kedua tangannya. Bahkan Jena juga menyingkirkan orang yang telah menggantikannya di penjara. Jena benar-benar keji.Untuk memastikan tidak ada yang membongkar kejahatannya, dia membunuh satu-satunya saksi kunci atas kematian kedua orangtuanya.Jika ia tidak mengirim Jena ke penjara dan membuka topeng busuk Jena, maka ia akan sangat berdosa pada orangtuanya.“Jena, kau benar-benar iblis!” Luvella menggeram marah.Satu-satunya cara untuk membuat Jena di penjara adalah dengan memancing wanita itu. Namun, ia harus membicarakan tentang hal ini dulu dengan Diello. Ia tidak bisa memprediksi apa yang akan t

  • Forbidden Desire   31. Alasan

    Acara inti perjamuan itu sudah dimulai, saat ini di depan Bouvier memberikan kata sambutan.“Hari ini saya ingin memperkenalkan seseorang pada kalian semua.” Bouvier mengarahkan pandangannya pada Diello. “Tuan Diello Alterion, pemilik sekaligus pemimpin L Security.”Diello berdiri dari tempat duduknya, tatapan semua orang yang ada di ruangan itu kini tertuju pada Diello, termasuk teman-teman Carver yang tadi ikut mengejek Diello.Seperti tiga pria yang pertama berkenalan dengan Diello, orang-orang yang menatap Diello saat ini juga tidak percaya bahwa Diello adalah pemimpin dari L Security yang sedang banyak diperbincangkan oleh para pengusaha.Lexion mengepalkan kedua tangannya, kapan tepatnya Diello membangun kekuatannya sendiri. Ia benar-benar telah meremehkan Diello, Diello sengaja menunjukan sisi buruknya agar orang lain tidak waspada terhadapnya. Diello, pria ini benar-benar memperhitungkan semuanya dengan baik. Ia benar-benar salah mengira Diello sebagai pria tidak berguna.Kedu

  • Forbidden Desire   30. Dipetik Oleh Orang Lain

    Perjamuan bisnis itu diadakan di sebuah aula hotel mewah, Diello menunjukan undangan yang diberikan padanya.Pintu besar di depannya terbuka, pria itu kemudian melangkah di atas karpet merah bersama dengan Luvella yang menggandeng lengannya.Di dalam aula megah itu, terdapat banyak orang yang semuanya adalah orang-orang berpengaruh negara itu. Beberapa di antara mereka identitasnya diketahui oleh Luvella.“Lihat siapa yang ada di sini.” Seorang pria menatap Diello mengejek. Pria ini adalah salah satu yang pernah dipukuli oleh Diello ketika mereka remaja, permusuhan mereka masih berlangsung hingga saat ini.Diello menatap pria di depannya dingin. Bukan tanpa alasan ia memukuli pria ini dulu. Carver adalah salah satu dari sekian banyak penjilat Lexion. Setelah ia masuk ke sekolah yang sama dengan Lexion, ia selalu mendapatkan perundungan entah itu dari anak laki-laki ataupun perempuan.Awalnya Diello mencoba mengabaikan mereka, tapi beberapa di antaranya telah menyentuh batas bawahnya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status