공유

139

작가: Rentya Karin
last update 게시일: 2026-10-26 11:08:35

Hari itu berjalan jauh lebih baik daripada yang Clarissa bayangkan.

Ia mengikuti kelas. Mencatat. Berbicara dengan beberapa teman lama. Bahkan tertawa ketika salah satu temannya menceritakan kejadian lucu di kelas.

Untuk beberapa jam, Clarissa benar-benar lupa bahwa hidupnya pernah dipenuhi ketakutan.

Saat jam istirahat, ia duduk sendirian di kantin. Seorang perempuan menghampirinya.

"Kamu Clarissa, kan?"

Clarissa mengangkat wajah. "Iya."

"Aku duduk di sini boleh?"

Clarissa tersenyum. "Tentu."

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dalam Kuasa Tuan Mafia   140

    Pagi itu, Clarissa terbangun saat merasakan seseorang mengusap rambutnya dengan lembut.Ia membuka mata perlahan. Hal pertama yang dilihatnya adalah Leo yang sudah berpakaian rapi, duduk di sisi ranjang sambil menatapnya.Clarissa mengerjapkan mata beberapa kali."Kamu belum tidur?"Leo menggeleng kecil. "Sudah.""Bohong."Alis Leo terangkat. "Kenapa?""Karena kalau kamu sudah tidur, biasanya kamu nggak duduk di sini sambil menatapku seperti itu."Leo terdiam sesaat, lalu menarik selimut yang sedikit melorot dari bahu Clarissa."Aku sedang memastikan kamu tidur dengan nyaman."Clarissa langsung tersenyum geli. "Alasan.""Memangnya kamu mau aku mengaku kalau aku menghabiskan malam untuk memikirkan sesuatu?"Senyum Clarissa perlahan memudar. Ini pasti Tentang Daniel. Tentang kartu kecil yang diberikan laki-laki itu. Dan tentang alamat rumah lama yang ternyata dikenali Leo.Clarissa bangkit, kemudian bersandar pada kepala ranjang."Leo.""Hm?""Aku mau bertemu Mama dan Papa hari ini."Ta

  • Dalam Kuasa Tuan Mafia   139

    Hari itu berjalan jauh lebih baik daripada yang Clarissa bayangkan.Ia mengikuti kelas. Mencatat. Berbicara dengan beberapa teman lama. Bahkan tertawa ketika salah satu temannya menceritakan kejadian lucu di kelas.Untuk beberapa jam, Clarissa benar-benar lupa bahwa hidupnya pernah dipenuhi ketakutan.Saat jam istirahat, ia duduk sendirian di kantin. Seorang perempuan menghampirinya."Kamu Clarissa, kan?"Clarissa mengangkat wajah. "Iya.""Aku duduk di sini boleh?"Clarissa tersenyum. "Tentu."Perempuan itu duduk di depannya. "Aku Naya.""Clarissa.""Aku tahu."Clarissa tertawa kecil. "Kok kamu tahu?""Karena kamu dulu sering dibicarakan di kampus."Clarissa mengerutkan kening. "Sering dibicarakan?"Naya mengangguk. "Tapi jangan khawatir. Bukan hal buruk."Clarissa tersenyum. Mereka berbicara cukup lama.Tentang kuliah. Tentang dosen. Tentang tugas. Hal-hal sederhana yang selama ini tidak bisa dilakukan Clarissa.Namun ketika Naya tiba-tiba bertanya, "Kamu sekarang tinggal sama keluar

  • Dalam Kuasa Tuan Mafia   138

    Pagi berikutnya datang tanpa membawa ancaman.Matahari bersinar cukup cerah, membuat rumah keluarga Clarissa terasa jauh lebih hangat daripada hari-hari sebelumnya.Clarissa berdiri di depan cermin sambil merapikan rambutnya. Hari ini adalah hari keduanya kembali ke kampus setelah sekian lama.Ia mengenakan blouse putih sederhana, celana panjang hitam, dan membawa tas kecil di bahunya. Untuk pertama kalinya, ia merasa seperti gadis biasa. Tidak ada rasa takut.Tidak ada keinginan untuk terus melihat ke belakang.Namun ketika Clarissa membuka pintu kamar, ia langsung menemukan Leo berdiri di depan pintu.Laki-laki itu sudah rapi dengan kemeja hitam dan celana panjang gelap.Clarissa mengangkat alis. "Kamu lagi?"Leo memasukkan kedua tangannya ke saku celana."Aku mengantar."Clarissa tersenyum geli. "Aku cuma kuliah, Leo. Bukan pergi perang.""Aku tahu.""Lalu kenapa wajahmu seperti mau pergi perang?"Leo menatapnya dari atas sampai bawah. "Karena kamu terlalu cantik."Clarissa langsun

  • Dalam Kuasa Tuan Mafia   137 selama aku ada

    Pagi datang dengan suara langkah kecil di koridor rumah.Clarissa terbangun bukan karena mimpi buruk, melainkan karena aroma roti panggang yang samar masuk ke kamarnya.Ia membuka mata perlahan.Tidak ada Leo di kursi dekat jendela.Jantungnya langsung berdebar.“Leo…?” panggilnya pelan.Tidak ada jawaban.Clarissa bangkit dari ranjang dan membuka pintu kamar, kemudian ia melangkah keluar dan menuruni anak tangga. Di dapur, Leo berdiri dengan celemek sederhana yang jelas tidak cocok dengan tubuh tinggi dan wajah dinginnya. Tangannya sibuk membalik roti di atas wajan.Clarissa terpaku beberapa detik.Ketua De Lucas Syndicate… memasak sarapan.“Kamu sudah bangun, sayang," kata Leo tanpa menoleh. “Aku hampir selesai.”Clarissa mendekat pelan.“Kamu… masak?”Leo mengangkat bahu.“Aku mencoba.”Clarissa tersenyum kecil.“Ini pertama kalinya

  • Dalam Kuasa Tuan Mafia   136 apakah kita bergerak

    Pagi datang dengan langkah pelan.Tidak membawa suara sirene. Tidak membawa pesan ancaman. Tidak membawa darah atau jeritan.Hanya cahaya matahari yang masuk melalui celah tirai dan aroma kopi dari dapur.Clarissa membuka mata perlahan.Hal pertama yang ia lihat adalah punggung Leo di kursi dekat jendela. Seperti biasa, laki-laki itu terjaga lebih dulu. Jaket hitamnya tergantung di sandaran kursi, kemejanya sedikit kusut karena semalaman tidak benar-benar tidur.“Leo…” panggil Clarissa lirih.Leo langsung menoleh.“Kamu sudah bangun?” tanyanya lembut. Clarissa mengangguk sambil duduk di ranjang. “Kamu lagi-lagi tidak tidur.”Leo berjalan mendekat.“Aku tidur sedikit, sayang. Itu sudah cukup."Clarissa menyentuh wajahnya.“Kamu bohong. Matamu lelah.”Leo menangkap tangan Clarissa dan menempelkannya ke dadanya.“Aku baik-baik saja selama kamu di sini.”Clarissa terd

  • Dalam Kuasa Tuan Mafia   135 kau tidak cocok di dunia normal

    Malam turun dengan cepat, membawa udara yang terasa lebih berat dari biasanya.Clarissa duduk di sofa rumahnya, kedua tangannya saling menggenggam erat. Matanya menatap pintu depan, seolah berharap Gio masuk kapan saja sambil tersenyum dan berkata semuanya hanya salah paham.Namun pintu itu tidak pernah terbuka.Leo berdiri di dekat jendela, ponsel di telinganya, suaranya dingin dan terkontrol.“Cari semua kamera di sekitar kampus. Jangan ada satu sudut pun yang terlewat.”Ia memutus sambungan, lalu menoleh ke arah Clarissa.“Kita akan menemukan Gio.”Clarissa berdiri.“Jangan dengan cara lama, Leo.”Leo menatapnya.“Aku belum melakukan apa pun.”“Tapi aku tahu matamu,” ucap Clarissa lirih. “Kalau kamu marah seperti itu… dunia di sekitarmu bisa hancur.”Leo berjalan mendekat.“Mereka menyentuh orangku.”Clarissa mengangkat wajah.“Dan aku takut mereka ingin kamu kembali jadi seperti dulu.”Leo terdiam.“Aku tidak mau kamu kehilangan dirimu karena aku,” lanjut Clarissa.Leo memegang ba

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status