Home / Urban / Godaan Ibu Kos Cantik / 69. Awal kehancuran Reno

Share

69. Awal kehancuran Reno

Author: Harucchi
last update Last Updated: 2025-10-17 22:01:14
“Mas Reno … ternyata hobi main api ya?”

Reno menegang.

Kalimat itu tajam menikam kesadaran Reno. Matanya terbuka lebar. Sedangkan wanita itu, menjauhkan wajahnya dari telinga Reno dan kembali berdiri tegak.

Sialan. Dia kira wanita ini sedang menggodanya. Jadi … tadi itu … dia cuma memancing?

Demi mengembalikan harga diri, Reno buru-buru berdehem. “Saya nggak bermaksud—”

Tak sempat Reno menyelesaikan kata-kata, Sheila beranjak pergi meninggalkannya.

Sampai akhir, tatapan wanita itu tetap tenang, sesekali terlihat tajam, sungguh misterius dan membuat Reno penasaran—bagaimana rasanya bila wanita seperti itu dia taklukan? Walau, ada rasa terbakar karena harga dirinya sempat direndahkan, tapi tentu tak sebanding dengan kepuasan kalau kelak dia bisa memenangkan hatinya.

Reno mengambil napas panjang selagi memejamkan mata dalam-dalam.

Ah, benar-benar sial.

Pandangan Reno kini dilempar jauh pada sosok Sheila yang tengah berpamitan pada Rachel bersama Martha. Walau hatinya masih kesa
Harucchi

Hai hai, ada kesalahan upload untuk bab 68 😭 maaf untuk ketidaknyamanannya. kalau sudah bisa diakses nanti kukabari ya :')

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
rahman sido
lanjutkan!!!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Godaan Ibu Kos Cantik   258. Pulang ke kontrakanmu dulu

    Dimas melirik Agus tajam. “Dalam pengawasan gue.”“Siap Mas.” Agus mengangguk cepat. “Ngomong-ngomong, anu … karena ndak ada kursi, kita ke kabin belakang ambulans gimana Mas?” Agus mengarahkan satu jempolnya ke arah ambulans. Dimas beralih ke arah Karina, wanita itu mengangguk setuju. Maka, keduanya mengikuti Agus menuju pintu belakang ambulans. Di dalam, Karina duduk dengan Dimas mendampingi di sebelahnya.“Mbak Karina, permisi ya. Saya tensi dulu.” ucap Agus dengan nada bicara profesional. Dia memasang alat pengukur tensi di lengan Karina. Gerakannya penuh hati-hati, sadar bahwa Dimas mengawasinya.“Tensinya agak tinggi ya, Mbak. Wajar karena syok.”Dimas mengepalkan tangan. Ucapan Agus mengalirkan sesuatu yang membuat napasnya tercekat. Ketika Agus merapikan perangkat pengecek tensi itu, tatapan Karina pindah pada Dimas, seperti mencari rasa aman. Dimas meraih tangan wanita itu, menggenggamnya. Sesuatu yang dulu tak akan pernah dia lakukan di depan Agus maupun Jimmy.Namun sekar

  • Godaan Ibu Kos Cantik   257. Boleh saya periksa Mbak Karina?

    “Maaf?” Dimas mendengus. “Mudah banget lo bilang maaf.”Agus menunduk lebih dalam. “Saya tahu saya salah. Saya dibutakan kondisi darurat Mas. Ibu saya waktu itu sekarat. Saya butuh uang untuk operasi Ibu. Saya ingat Mas Dimas sempat kasih saya uang melalui Koh Jimmy, sepuluh juta. Itu uang yang sangat cukup untuk biaya operasi Ibu saya Mas. Tapi saat itu … saya terlalu … menjaga harga diri.” Agus terbatuk kecil, seperti berusaha menenangkan dirinya sendiri.“Lalu, Pak Reno datang dan kasih saya tawaran itu Mas. Awalnya saya pikir, dengan saya bantu Pak Reno, saya juga bisa berdamai dengan dendam di dalam diri saya sendiri Mas. Tapi ternyata … setelah saya sadari, yang saya rasakan ketika melihat sampeyan dengan Mbak Karina itu bukan dendam.” Agus menghela napas berat. “Tapi rasa iri.”Dimas mengikuti arah pandangan Agus. Pada bagaimana kakinya memainkan batu di ujung sepatu. Mungkin dia gelisah. Mungkin butuh keberanian besar baginya untuk mengakui itu.“Saya iri sama sampeyan yang bi

  • Godaan Ibu Kos Cantik   256. Mudah banget lo bilang maaf?

    Seorang polisi menghampiri Dimas yang masih berada di mobil. “Selamat malam, Pak. Mohon izin. Kendaraan ini akan kami amankan sementara sebagai barang bukti.”Dimas menghela napas berat, lalu mengangguk dengan mata terpejam. “Oke. Silakan.”Begitu petugas tadi berlalu pergi, Dimas membuka pintu dan turun. Kakinya menginjak aspal dengan sedikit terhuyung, masih merasakan sisa-sisa adrenalin. Pria itu lalu berjalan perlahan ke pintu penumpang depan, hendak menuntun Karina. Begitu langkah Karina berpijak ke aspal, bibirnya meloloskan rintihan lirih. Sesuatu yang membuat Dimas seketika tersentak dalam mode siaga.“Kar? Ada yang sakit?” Dimas bertanya dengan kerutan dalam di dahi. Karina tak langsung menjawab. Tangannya mengusap perut perlahan sebelum wajahnya diangkat menatap Dimas.“Perutku … terasa kencang terus.” bisiknya dengan kernyitan di dahi. “Apa ini aman?”Pundak Dimas seketika menegang merasakan lonjakan kecemasan. Pikiran-pikiran liar mulai berkelebat. Bagaimana jika sesuatu

  • Godaan Ibu Kos Cantik   255. Tandu, bukan keranda

    Jalan di depan setelah tikungan buntu. Dan … kejutan yang dia siapkan sudah menunggu di ujung jalan.“POLISI! BERHENTI! JATUHKAN SENJATA KALIAN!” suara pengeras terdengar nyaring di antara gema sirine ambulans dari arah belakang. Dimas menginjak pedal rem. Tampak di ujung jalan—sesuai rencana, dua mobil polisi dengan beberapa petugas sudah menunggu. Di antara mereka, Bramanta berdiri menatap Dimas. Pandangan mereka bertemu. Dan pria memberi anggukan dalam, seperti sebuah penghargaan.Dilihatnya, pemotor dengan helm full face di samping masih belum menyerah, hendak memutar untuk kabur. Namun, ambulans berhenti tepat di belakang mereka. Disusul kemudian …Beberapa motor anggota tim kepolisian yang bertugas mengawal Jimmy. Akses kabur tertutup. Kedua pelaku perlahan mengangkat tangan. Klang! Parang jatuh membentur aspal.Di antara ketegangan yang mencekam itu, Dimas menarik napas panjangnya yang paling lega, untuk yang pertama sejak malam ini bergulir. Kepalanya disandarkan ke jok. M

  • Godaan Ibu Kos Cantik   254. Kejutan di ujung jalan

    “Pak, saya punya ide yang lebih baik. Tapi ….” Dimas berbisik dengan suara yang gemetar. “Saya yang akan jadi umpan.”Di tengah fokus kemudi, Dimas dan Bramanta terlibat pembicaraan serius mengenai bagaimana mereka menjebak pelaku. Tak berselang lama, panggilan ditutup.Karina menatap Dimas dengan kilatan tak percaya. Kecemasan menggantung pekat di wajahnya. “Dim. kamu mau apa? Umpan gimana maksudnya?”“Aku mau mancing mereka.” Dimas melirik spion tengah, menemukan motor itu masih membuntutinya. Kakinya mengatur kecepatan gas untuk melambat, sengaja.Untuk menunggu dikejar.Samar, dari arah yang jauh di belakang, terdengar suara sirine yang melengking tanpa jeda. Dimas kembali menatap spion tengah, menemukan pengendara motor berwarna merah sedang melaju kencang ke arahnya. Meliuk-liuk lincah, memotong jalur dengan brutal.Jantung Dimas berdentum keras begitu menemukan sesuatu yang diangkat penumpang belakang motor itu.Sebilah parang yang panjang dengan ujung runcing, sesekali mengila

  • Godaan Ibu Kos Cantik   253. Saya yang akan jadi umpan

    Dimas mengakhiri panggilannya dengan Bramanta. Napasnya dihembuskan berat.Seharusnya, begitu orang suruhan Reno menyerang Jimmy, tim pengawalan yang dikirim Pak Bramanta segera menghentikan pelaku, membekuk mereka dan melakukan pertolongan pada Jimmy yang mungkin terluka. Tetapi, yang didengar Dimas dari Pak Bramanta justru berita buruk.“Tim yang bertugas baru saja berganti. Ada miskomunikasi di lapangan sehingga mereka belum menemukan lokasi saudara Jimmy. Saat ini kami sedang bergerak untuk menyusul yang bersangkutan.”Dimas mengurut dahi. Tangannya bergegas menekan tombol untuk menghubungi Jimmy. Karina yang duduk di kursi sebelahnya menatap Dimas cemas. “Ada kabar apa Dim? Kamu nggak apa-apa?” Karina bergumam pelan. “Jimmy.” Dimas menarik napas panjang. “Firasatku nggak enak. Kayaknya dia beneran ‘kena’.” ucapnya. Mereka masih berada di dalam mobil yang memarkir di bahu jalan. Kondisi mesin mobil masih menyala. Nada sambung di seberang berganti menjadi suara Jimmy. Suara pria

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status