Beranda / Romansa / Gairah Sahabat Suamiku / 40. Terus Mendesah

Share

40. Terus Mendesah

Penulis: NARA
last update Terakhir Diperbarui: 2025-06-16 17:33:12
Hati Lili merasa lega, karena prasangka buruknya tentang sang suami tidak terbukti. Ia telah datang ke kantor Zian, melihat langsung bahwa sang suami sedang mengadakan rapat, dan tidak ada tanda-tanda perselingkuhan seperti yang ditakutkannya. Hanya firasat kosong yang terlalu dibesar-besarkan oleh pikirannya sendiri.

Namun, rasa lega itu belum sepenuhnya meredakan kegundahan hati Lili. Ia masih ingin menenangkan diri. Maka setelah dari kantor suaminya, Lili memutuskan untuk pergi ke sebuah kafe. Kafe tempat ia biasa bertemu dengan Devi, sahabat baiknya. Ia yakin, berbicara dengan Devi akan membuat pikirannya lebih jernih.

Sesampainya di kafe, Lili menyalakan ponselnya yang sejak pagi ia matikan. Seketika notifikasi masuk beruntun, puluhan panggilan tak terjawab dan pesan dari Lio, sahabat Zian sekaligus pria yang akhir-akhir ini terlalu sering hadir dalam hidupnya.

Lili mengabaikan semuanya, bahkan ketika nama Lio berkali-kali muncul di layar ponsel. Ia hanya memandangi layar ta
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Marlien Cute
Maju terus pantang mundur Lio...
goodnovel comment avatar
Marlien Cute
Benar banget Kak...
goodnovel comment avatar
Marlien Cute
Benar banget Kak...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Gairah Sahabat Suamiku   287. Balas Budi

    "Apa dengan kamu menghabisi dirimu sendiri, kamu bisa menyelamatkan mereka, tidak!" Luna tersenyum mengejek ketika Damian mengarahkan pisau pada lehernya sendiri. Damian terdiam mendengar apa yang Luna katakan, kemudian ia melempar pisau yang ada ditangannya, benar apa yang Luna katakan. Percuma ia mengakhiri diri sendiri, toh semua akan sama saja, sang istri tercinta dalam bahaya."Dan aku ingatkan padamu, jangan pernah katakan semua ini pada kedua mertua kamu, paham!" ujar Luna.Membuat Damian segera menatap wanita yang ia kira baik, karena telah menjadikannya seperti sekarang. Tapi ternyata wanita tersebut begitu jahat. Dan Damian merasa menjadi orang yang paling bodoh karena pernah mengiyakan keinginan Luna."Dengar, aku Damian! Kamu tidak boleh mengatakan semua pada orang tua Isrti kamu." Luna mengingatkan Damian kembali.Namun, Damian memilih diam. Ia yang dulu hanya di suruh menghabisi Leo tanpa ada penjelasan. Jadi penasaran kenapa Luna menginginkan Leo mati. "Berikan alasan

  • Gairah Sahabat Suamiku   286. Biar Aku Yang Mati

    Damian terdiam cukup lama setelah mendengar usulan Diana. Otaknya bekerja keras, menimbang risiko dari setiap keputusan yang akan ia ambil. Wajahnya terlihat tegang, rahangnya mengeras, sementara jemarinya mengepal di sisi tubuh."Sebelum semuanya terlambat, cepat temui kedua orang tua Leo, Damian," pinta Diana lagi, suaranya terdengar lebih mendesak. Ia mengenal sepupunya itu dengan baik. Jika Damian sudah seperti ini, berarti masalahnya jauh lebih besar dari yang terlihat."Tidak sekarang," jawab Damian akhirnya, datar namun tegas. Keputusan itu keluar begitu saja dari mulutnya, meski hatinya sendiri bergejolak."Damian, jangan bercanda. Ini masalah besar," Diana memperingatkan. Ia melangkah mendekat, mencoba menatap mata Damian agar sepupunya itu sadar.Damian menoleh perlahan. Tatapannya penuh konflik dan penyesalan. "Diana, ini bukan saatnya mereka tahu. Kamu tidak mengerti, sebelum aku mencintai Leo seperti sekarang, aku pernah berniat menghabisinya." Suaranya melemah di akhir

  • Gairah Sahabat Suamiku   285. Usulan

    Damian sama sekali tidak mampu memusatkan perhatiannya pada layar laptop di hadapannya, semua pekerjaannya begitu kacau.Kedatangan Luna secara tiba-tiba ke kantornya tadi, membuat pikirannya kacau, dadanya terasa sesak, dan kepalanya berdenyut nyeri.Bayangan wajah Luna yang dingin dan penuh ancaman kembali terlintas jelas di benaknya. Wanita itu tidak datang untuk berbasa-basi. Ia datang menagih janji keji yang pernah Damian sepakati dalam kondisi terdesak. Janji untuk menghabisi Leo, istrinya sendiri, sesuai kesepakatan awal mereka."Arghhhh!" Damian bangkit dari kursinya dan memukul meja kerja sekuat tenaga hingga beberapa berkas berhamburan ke lantai. Napasnya memburu, rahangnya mengeras menahan amarah dan putus asa. Ia merasa seperti binatang yang terjebak dalam perangkapnya sendiri."Tidak, aku tidak akan menghabisi istriku. Tidak!" teriak Damian dengan suara parau. Tangannya gemetar, dadanya naik turun dengan cepat. Leo adalah cahaya dalam hidupnya, satu-satunya alasan ia

  • Gairah Sahabat Suamiku   284. Buronan

    "Siapa Anda?" tanya Leo dengan nada waspada ketika membuka pintu. Jantungnya berdegup lebih cepat saat melihat seorang wanita berpenampilan elegan berdiri di depan pintu rumahnya.Tatapan wanita itu tajam, seolah sedang memastikan sesuatu, atau seseorang.Lalu wanita itu tersenyum tipis. "Apa aku boleh masuk?" tanyanya lembut.Leo tidak menimpali ucapannya, yang ada langsung mengernyit. Ia yakin belum pernah melihat wanita tersebut sebelumnya. Tangannya refleks menggenggam daun pintu lebih erat. "Maaf, tidak bisa." jawab Leo akhirnya. "Anda siapa?" tanya lagi. Ada rasa tidak nyaman yang tiba-tiba menjalar di benak Leo, seolah instingnya memperingatkan sesuatu."Aku akan memberi tahu, tapi aku ingin masuk." pinta wanita tersebut. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah Luna, yang akhirnya bisa menemukan rumah tinggal Damian dan juga Leo.Belum sempat Leo menutup pintu sepenuhnya, langkah kaki cepat terdengar dari belakang. Seorang perempuan lain muncul, ekspresinya dingin dan tegas. "T

  • Gairah Sahabat Suamiku   283. Menarik Ucapanku

    Malam yang dingin seolah tidak terasa bagi dua anak manusia yang sedang berada di dalam sebuah kamar. Udara kamar terasa hangat oleh napas mereka yang memburu, oleh dua hati yang baru saja saling mendekat setelah sekian lama menjaga jarak. Peluh membasahi tubuh keduanya, bukan hanya karena aktivitas yang sejak tadi terjadi, melainkan juga karena gejolak perasaan yang tidak lagi bisa dibendung.Hampir tiga puluh menit mereka larut dalam kebersamaan di atas ranjang, hingga akhirnya kesadaran perlahan kembali menyapa, setelah keduanya sama-sama mencapai puncak kenikmatan.Ada keheningan yang menggantung, bukan canggung, melainkan penuh makna. Leo berbaring memejamkan mata, dadanya naik turun tidak beraturan, masih merasakan sisa kenikmatan yang terjadi.Ia sendiri terkejut pada dirinya, pada kenyataan bahwa ia telah menikmati setiap sentuhan Damian, sesuatu yang sebelumnya selalu ia hindari.Ia ingat bagaimana ia menjaga jarak dengan sang suami, membangun dinding dingin antara dirinya

  • Gairah Sahabat Suamiku   282. Menunggu

    Selama menjadi istri Damian, tidak pernah Leo menantikan kepulangan sang suami seperti malam ini. Dimana Leo benar-benar menantikan kepulangan Damian, yang sampai jam sepuluh malam belum juga pulang.Biasanya, Damian pulang cepat atau larut, baginya sama saja. Pernikahan mereka sejak awal memang bukan pernikahan yang ia inginkan.Namun, malam ini berbeda.Jam di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, sementara Damian belum juga pulang. Leo beberapa kali melirik layar ponselnya, berharap ada pesan masuk atau panggilan dari sang suami. Sebelumnya, Damian memang sempat mengirim pesan singkat, mengatakan akan pulang terlambat karena ada urusan kantor. Leo menerima pesan itu tanpa bertanya lebih lanjut.Tapi entah kenapa, kini hatinya terasa tidak tenang.Beberapa kali jari Leo melayang di atas layar ponsel, ingin menekan nama Damian dan menghubunginya. Namun, niat itu selalu ia urungkan. Selama ini, tidak pernah Leo lebih dulu menghubungi Damian. Selalu Damian yang mencarinya,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status